Skip to content
Ujian IELTS – Panduan Lengkap 2026 | College Council
Ujian 42 menit baca

Ujian IELTS – Panduan Lengkap 2026

IELTS Academic & General Training: struktur ujian, sistem penilaian (band scores 1–9), persyaratan universitas, pendaftaran, strategi persiapan. Panduan untuk pelajar Indonesia.

Ujian IELTS – Panduan Lengkap 2026

Anda duduk di ruang ujian British Council. Anda menatap lembar soal dengan empat grafik (batang, lingkaran, garis, dan tabel) dan memiliki waktu tepat 20 menit untuk menulis 150 kata yang menggambarkan tren mobilitas pelajar internasional. Jam terus berdetak. Di balik dinding, seseorang sedang berbicara dengan penguji tentang mengapa ia memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Satu jam lagi, giliran Anda: berhadapan langsung dengan seorang manusia yang akan menilai tidak hanya bahasa Inggris Anda, tetapi juga kemampuan Anda untuk berpikir keras di bawah tekanan. Selamat datang di ujian IELTS – tes bahasa Inggris paling populer di dunia.

Lebih dari 3,5 juta orang mengikuti IELTS setiap tahun di 140 negara. Hampir semua universitas di Inggris (di mana ini adalah standar), Australia, Selandia Baru, Kanada, dan selama bertahun-tahun semakin banyak di Eropa kontinental dan Amerika Serikat menerimanya. Bagi calon mahasiswa Indonesia yang berencana kuliah di Oxford, Cambridge atau di salah satu universitas Belanda, IELTS seringkali menjadi langkah pertama dan terpenting dalam proses pendaftaran.

Dalam panduan ini, kami akan mengupas tuntas IELTS: mulai dari perbedaan antara versi Academic dan General Training, struktur setiap bagian, sistem penilaian band scores 1–9, persyaratan universitas tertentu, hingga strategi persiapan yang terbukti efektif untuk pelajar Indonesia. Kami juga akan menunjukkan bagaimana IELTS dibandingkan dengan TOEFL 2026 – dan sertifikat mana yang lebih baik untuk Anda pilih. Jika Anda berencana kuliah di Inggris, Belanda, Skandinavia, atau di mana pun yang mengharuskan Anda membuktikan kemahiran bahasa Inggris, teruslah membaca.

Ujian IELTS – Fakta Penting

2j 45 mnt
Durasi Tes
(dengan jeda untuk Speaking)
🎯
1–9
Skala band scores
(dengan setengah poin: 5.5, 6.0, 6.5…)
📊
4 Bagian
Listening, Reading,
Writing, Speaking
🌎
3,5 jt+
Peserta per tahun
di 140 negara
💰
~Rp 3.000.000
Biaya ujian
di Indonesia (2026)
🕑
13 hari
Waktu pengiriman
hasil (berbasis kertas)

Sumber: British Council, IDP Education, situs resmi IELTS 2026

Apa itu IELTS?

IELTS (International English Language Testing System) adalah ujian bahasa Inggris yang diselenggarakan bersama oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English. Didirikan pada tahun 1989, sejak saat itu IELTS telah berkembang menjadi tes bahasa Inggris paling populer di dunia – diikuti oleh lebih dari 3,5 juta orang setiap tahun. Tes ini diterima oleh lebih dari 11.000 organisasi secara global: universitas, pemberi kerja, pemerintah, dan lembaga imigrasi.

Bagi calon mahasiswa Indonesia yang berencana kuliah di luar negeri, IELTS adalah gerbang utama menuju universitas di Inggris, di mana tes ini menjadi standar de facto. Namun, jangkauannya jauh lebih luas. Universitas-universitas Belanda (University of Amsterdam, Maastricht), Skandinavia (CBS Copenhagen), Belgia (KU Leuven), serta semakin banyak universitas Amerika – Harvard, MIT, Stanford – akan menerima IELTS setara dengan TOEFL.

Academic vs General Training – mana yang harus dipilih?

IELTS tersedia dalam dua versi, dan memilih yang tepat sangatlah penting:

IELTS Academic – jika Anda mendaftar untuk studi tingkat lanjut (sarjana, magister, doktor) atau ke organisasi yang membutuhkan kemahiran bahasa akademik. Ini adalah versi yang dibutuhkan oleh 99% calon mahasiswa Indonesia yang berencana kuliah di luar negeri. Bagian Reading dan Writing dirancang untuk menguji apakah Anda dapat menangani bacaan akademik, esai, dan diskusi di universitas.

IELTS General Training – jika Anda beremigrasi ke negara berbahasa Inggris (Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris) untuk tujuan pekerjaan atau tempat tinggal, atau membutuhkan sertifikat untuk sekolah menengah. Reading dan Writing dalam versi ini lebih mudah: didasarkan pada teks kehidupan sehari-hari (iklan, instruksi, surat) daripada artikel akademik.

Perhatian: bagian Listening dan Speaking identik di kedua versi. Perbedaannya hanya pada Reading dan Writing. Jika Anda berencana kuliah, pilih Academic. Tanpa pengecualian.

Ada juga IELTS Online – versi berbasis komputer yang diambil dari rumah di bawah pengawasan proktor, tersedia sejak tahun 2022. Konten, penilaian, dan validitasnya identik dengan versi di pusat ujian. Perbedaan utamanya: Speaking dilakukan melalui panggilan video dengan penguji daripada tatap muka.

Struktur ujian – bagian per bagian

IELTS Academic terdiri dari empat bagian: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Tiga bagian pertama diambil pada hari yang sama (secara berurutan, tanpa jeda panjang), sedangkan Speaking bisa pada hari yang sama atau dalam beberapa hari sebelum/sesudah (tergantung pusat ujian). Total waktu untuk bagian tertulis adalah 2 jam 40 menit, Speaking berlangsung tambahan 11–14 menit.

Listening – 30 menit + 10 menit untuk transfer jawaban

Bagian Listening terdiri dari 40 pertanyaan yang dibagi menjadi 4 bagian, dari yang termudah hingga tersulit. Setiap rekaman hanya Anda dengar satu kali – tidak ada pengulangan. Anda memiliki waktu untuk membaca pertanyaan sebelum setiap bagian.

Bagian 1 – percakapan antara dua orang dalam konteks sehari-hari (misalnya, pemesanan hotel, pendaftaran kursus, berbicara dengan agen properti). Pertanyaan-pertanyaan menguji kemampuan Anda untuk menangkap informasi spesifik: nama, nomor telepon, tanggal, alamat. Ini adalah bagian termudah, tetapi hati-hati terhadap jebakan, karena pembicara sering mengubah atau mengoreksi informasi.

Bagian 2 – monolog satu orang dalam konteks sehari-hari (misalnya, pemandu wisata yang menjelaskan rute perjalanan, staf perpustakaan yang menjelaskan aturan). Pertanyaan pilihan ganda, mencocokkan, melengkapi peta dan diagram.

Bagian 3 – percakapan antara 2–4 orang dalam konteks akademik (misalnya, mahasiswa mendiskusikan proyek kelompok, mahasiswa berbicara dengan tutor tentang tugas akhir). Tingkat kesulitan meningkat di sini – Anda harus mengenali pendapat orang tertentu, memahami argumentasi, dan menangkap nuansa.

Bagian 4 – kuliah akademik atau monolog spesialis (misalnya, kuliah tentang migrasi burung, sejarah teknologi percetakan). Bagian tersulit: Anda harus mendengarkan argumen yang kompleks sambil melengkapi catatan atau menjawab pertanyaan. Temponya cepat, kosakata bersifat spesialis.

Perbedaan utama dengan TOEFL: pada IELTS Listening, Anda dapat membuat catatan langsung di lembar soal. Setelah rekaman selesai, Anda memiliki 10 menit tambahan untuk memindahkan jawaban ke lembar jawaban (hanya pada versi berbasis kertas – pada versi berbasis komputer, waktu ini tidak berlaku karena Anda menjawab langsung).

Reading – 60 menit, 40 pertanyaan

Bagian Reading terdiri dari 3 teks panjang (total 2.150–2.750 kata) dengan pertanyaan yang menguji pemahaman pada berbagai tingkatan. Teks-teks tersebut berasal dari buku, majalah, surat kabar, dan publikasi akademik, tetapi Anda tidak perlu menjadi ahli di bidang tertentu untuk menjawabnya. Semua informasi yang dibutuhkan ada dalam teks.

Jenis pertanyaan (bercampur dalam setiap teks):

  • True / False / Not Given – apakah pernyataan sesuai dengan teks, bertentangan, atau teks tidak membahas topik tersebut. Ini adalah jenis tersulit bagi pelajar Indonesia, karena membutuhkan pembedaan antara “False” (teks mengatakan sesuatu yang berlawanan) dan “Not Given” (teks tidak mengatakan apa pun tentang topik tersebut).
  • Matching headings – mencocokkan judul dengan paragraf
  • Sentence completion – melengkapi kalimat dengan kata-kata dari teks
  • Multiple choice – pertanyaan pilihan ganda
  • Summary completion – melengkapi ringkasan
  • Matching information / features – mengaitkan informasi dengan kategori yang sesuai

Anda tidak memiliki waktu tambahan untuk memindahkan jawaban: Anda harus menyelesaikan dalam 60 menit dan menjawab langsung di lembar soal.

Writing – 60 menit, 2 tugas

Bagian Writing di IELTS Academic terdiri dari dua tugas yang secara keseluruhan seharusnya memakan waktu satu jam. Disarankan untuk mengalokasikan 20 menit untuk Tugas 1 dan 40 menit untuk Tugas 2, karena Tugas 2 memberikan poin dua kali lebih banyak.

Tugas 1 (minimal 150 kata) – deskripsi grafik, tabel, diagram, atau peta. Anda diberikan representasi visual data dan harus menulis laporan yang menggambarkan tren utama, perbandingan, dan fakta penting. Ini bukan esai – Anda tidak menyatakan pendapat. Anda menulis laporan analitis formal: “The graph shows that…”, “There was a significant increase in…”, “By contrast, the figures for… remained stable.” Pelajar Indonesia sering kehilangan poin di sini karena mereka mencoba menjelaskan setiap detail (alih-alih memilih tren utama) atau salah mengartikan deskripsi formal dengan menyatakan pendapat.

Tugas 2 (minimal 250 kata) – esai argumentatif. Anda diberikan pertanyaan atau pernyataan dan harus menulis jawaban yang komprehensif dengan tesis, argumen, contoh, dan kesimpulan. Format umum: “Discuss both views and give your opinion”, “To what extent do you agree or disagree?”, “What are the causes and solutions?”. Tugas 2 bernilai dua kali lipat dari Tugas 1 dalam penilaian akhir Writing, jadi jangan pernah mengalokasikan waktu kurang dari 40 menit untuknya.

Penting: IELTS Writing dinilai oleh penguji manusia, bukan oleh AI (berbeda dengan TOEFL 2026 yang baru). Ini berarti penguji akan menghargai formulasi yang tidak biasa tetapi benar, gaya yang elegan, dan argumen yang orisinal – hal-hal yang mungkin tidak diperhatikan oleh AI.

Speaking – 11–14 menit, 3 bagian

Ini adalah elemen yang paling membedakan IELTS dari semua ujian bahasa lainnya. Anda berbicara dengan penguji manusia: tatap muka (atau melalui video di IELTS Online). Anda tidak merekam diri sendiri ke mikrofon, Anda tidak menjawab komputer. Anda duduk di hadapan penguji terlatih yang akan memimpin percakapan dengan Anda, menanggapi jawaban Anda, dan mengajukan pertanyaan lanjutan.

Bagian 1 (4–5 menit) – pertanyaan tentang diri Anda. Penguji bertanya tentang topik yang familiar dan sederhana: rumah, keluarga, pekerjaan, hobi, perjalanan, makanan. “Where are you from?”, “Do you prefer studying alone or with others?”, “Tell me about a sport you enjoy.” Ini adalah pemanasan: Anda harus berbicara secara alami dan lancar, tidak membangun konstruksi yang rumit.

Bagian 2 (3–4 menit)long turn (monolog). Anda akan diberikan kartu dengan topik dan 4 poin untuk dibahas (misalnya, “Describe a book that had a great impact on you. You should say: what the book is about, when you read it, why you chose it, and explain what impact it had on you”). Anda memiliki 1 menit untuk persiapan (Anda dapat membuat catatan di kertas) dan kemudian Anda harus berbicara selama 1–2 menit tanpa henti. Penguji tidak akan menyela – ini adalah monolog Anda. Setelah itu, penguji mungkin mengajukan 1–2 pertanyaan singkat tambahan.

Bagian 3 (4–5 menit) – diskusi abstrak. Penguji akan memperdalam topik dari Bagian 2, tetapi pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih abstrak. Jika di Bagian 2 Anda berbicara tentang buku, di Bagian 3 Anda mungkin mendapatkan pertanyaan seperti: “Do you think people read less nowadays?”, “How has technology changed the way we consume information?”, “Should governments invest in promoting reading among young people?”. Di sini Anda harus menunjukkan kemampuan untuk membangun argumentasi yang komprehensif, menyatakan pendapat yang bernuansa, dan menanggapi pertanyaan yang tidak terduga.

Struktur Ujian IELTS Academic – Linimasa

Total waktu: ~2j 45 mnt · Skala: band scores 1–9

Listening
30 mnt + 10 mnt transfer
Reading
60 mnt
Writing
60 mnt
Speaking
11–14 mnt

Listening

30 mnt + 10 mnt · 40 pertanyaan

4 bagian

Bagian 1: Percakapan sehari-hari
Bagian 2: Monolog sehari-hari
Bagian 3: Percakapan akademik
Bagian 4: Kuliah akademik

Reading

60 mnt · 40 pertanyaan

3 teks akademik

True/False/Not Given
Matching headings
Sentence completion
Multiple choice

Writing

60 mnt · 2 tugas

Penilaian oleh penguji

Tugas 1: Deskripsi grafik/diagram
(min. 150 kata, 20 mnt)
Tugas 2: Esai argumentatif
(min. 250 kata, 40 mnt)

Speaking

11–14 mnt · 3 bagian

Dengan penguji manusia

Bagian 1: Pertanyaan tentang Anda (4–5 mnt)
Bagian 2: Long turn / monolog (3–4 mnt)
Bagian 3: Diskusi abstrak (4–5 mnt)

Sumber: British Council, spesifikasi resmi IELTS Academic 2026

Sistem penilaian – band scores 1–9

Sistem band scores adalah inti dari IELTS dan pada saat yang sama, elemen yang menimbulkan banyak pertanyaan. Setiap dari empat bagian (Listening, Reading, Writing, Speaking) dinilai secara terpisah pada skala 1–9 (dengan setengah poin: 5.5, 6.0, 6.5, 7.0, dll.). Overall band score adalah rata-rata aritmatika dari empat skor bagian, dibulatkan ke setengah poin terdekat.

Misalnya: jika Anda mendapatkan Listening 7.0, Reading 6.5, Writing 6.0, Speaking 7.0, rata-ratanya adalah 6.625, dibulatkan menjadi 6.5 overall. Jika rata-rata jatuh tepat di antara dua setengah poin (misalnya 6.25), IELTS akan membulatkan ke atas menjadi 6.5.

Bagaimana setiap bagian dinilai?

Listening dan Reading – penilaiannya sederhana dan objektif. Untuk setiap jawaban yang benar, Anda mendapatkan 1 poin (maks 40). Total poin dikonversi menjadi band score sesuai dengan tabel konversi, yang mungkin sedikit berbeda antar sesi ujian:

  • Band 9: 39–40 benar
  • Band 8: 35–36
  • Band 7: 30–32
  • Band 6: 23–26
  • Band 5: 16–19

Tidak ada penalti untuk jawaban yang salah, selalu ada baiknya menebak jika Anda tidak tahu jawabannya.

Writing – dinilai berdasarkan empat kriteria (masing-masing 25%):

  1. Pencapaian Tugas (Tugas 1) / Respons Tugas (Tugas 2): apakah Anda menjawab pertanyaan? Apakah Anda mengembangkan argumen sepenuhnya?
  2. Koherensi dan Kohesi: struktur logis, kohesi antara kalimat dan paragraf, penggunaan penghubung
  3. Sumber Daya Leksikal: jangkauan dan presisi kosakata, kemampuan memparafrasekan
  4. Rentang dan Akurasi Tata Bahasa: keragaman struktur tata bahasa dan ketepatannya

Speaking – dinilai berdasarkan empat kriteria yang sama (masing-masing 25%):

  1. Kelancaran dan Koherensi: kelancaran, tempo, kelogisan ucapan, tidak ada jeda panjang
  2. Sumber Daya Leksikal: jangkauan kosakata, idiom, kolokasi
  3. Rentang dan Akurasi Tata Bahasa: struktur tata bahasa dan ketepatannya
  4. Pelafalan: pelafalan, intonasi, aksen, kejelasan

Skala band scores IELTS – dari 1 hingga 9

Setiap bagian dinilai terpisah · Overall = rata-rata empat bagian (dibulatkan ke 0.5)

9
C2
Pengguna Ahli
Kemahiran penuh. Bahasa Inggris setingkat penutur asli: presisi, lancar, tanpa kesalahan.
Jarang dibutuhkan
8–8.5
C2
Pengguna Sangat Baik
Tingkat sangat tinggi. Ketidakakuratan sesekali dalam situasi yang tidak dikenal. Argumentasi yang lancar.
Cambridge, universitas top Inggris
7–7.5
C1
Pengguna Baik
Komunikasi akademik yang efektif. Kesalahan sesekali, tetapi memahami teks dan diskusi yang kompleks.
Oxford, LSE, Imperial
6–6.5
B2
Pengguna Kompeten
Komunikasi umumnya efektif meskipun ada ketidakakuratan. Mampu mengatasi konteks akademik dengan beberapa kesulitan.
Universitas Belanda, Skandinavia
5–5.5
B1
Pengguna Cukup
Penguasaan bahasa sebagian. Memahami makna umum, tetapi sering membuat kesalahan. Kesulitan dengan teks akademik.
Biasanya tidak cukup untuk kuliah
4 dan di bawah
A2–B1
Pengguna Terbatas / Sangat Terbatas
Komunikasi dasar dalam situasi yang dikenal. Sering terjadi kesalahpahaman. Tidak cukup untuk kuliah berbahasa Inggris.
Membutuhkan pembelajaran lebih lanjut

Sumber: British Council, IELTS Band Score Descriptors · Pemetaan CEFR berdasarkan dokumentasi resmi IELTS

Skor berapa yang Anda butuhkan? Persyaratan berdasarkan universitas dan negara

Ini adalah pertanyaan yang paling sering kami dengar dari pelajar Indonesia. Jawabannya tergantung pada universitas, jurusan, dan jenjang studi, tetapi ada pola yang jelas. Secara umum:

  • Universitas top Inggris (Oxford, Cambridge, LSE, Imperial)7.0–7.5 overall, seringkali dengan skor minimum per bagian (misalnya, “tidak kurang dari 7.0 di setiap bagian” di Cambridge)
  • Universitas Russell Group lainnya6.0–6.5 overall
  • Universitas Belanda6.0–6.5 overall (tetapi PPLE di Amsterdam membutuhkan 7.0)
  • Universitas Skandinavia6.0–6.5 overall
  • Universitas Australia dan Kanada6.0–7.0 overall
  • Imigrasi (Inggris, Australia, Kanada)4.0–7.0 tergantung kategori visa

Perhatikan persyaratan per bagian! Banyak universitas tidak hanya melihat skor keseluruhan, tetapi juga membutuhkan skor minimum di setiap bagian. Contoh: Oxford membutuhkan IELTS 7.0 overall dengan tidak kurang dari 6.5 di setiap bagian (tingkat standar) atau 7.5 overall dengan tidak kurang dari 7.0 di setiap bagian (tingkat lebih tinggi). Anda mungkin memiliki 7.5 overall, tetapi jika Writing Anda turun menjadi 6.0, Anda tidak memenuhi persyaratan. Ini adalah detail penting yang sering terlewatkan oleh banyak kandidat.

Persyaratan IELTS di Universitas Eropa

Skor minimum IELTS Academic untuk tahun akademik 2026/2027

Universitas Negara Min. IELTS overall Min. per bagian Catatan
Oxford UK 7.0 6.5 Tingkat standar; tingkat lebih tinggi: 7.5 (min. 7.0/bagian)
Cambridge UK 7.5 7.0 Salah satu ambang batas tertinggi di Eropa
LSE UK 7.0 7.0 Ambang batas tunggal untuk semua jurusan
Imperial UK 6.5–7.0 6.0 Standar: 6.5; Lebih Tinggi: 7.0
UCL UK 6.5–7.5 6.0–6.5 3 tingkat tergantung jurusan
Edinburgh UK 6.5 5.5–6.0 Tergantung fakultas
ETH Zurich Swiss 7.0 6.5 Untuk program berbahasa Inggris (MSc)
Amsterdam Belanda 6.0–6.5 5.5 PPLE membutuhkan 7.0
Sciences Po Prancis 7.0 tidak ada Untuk program berbahasa Inggris
CBS Copenhagen Denmark 6.5 tidak ada Untuk BSc in International Business
Maastricht Belanda 6.0–6.5 5.5 UCM dan European Law membutuhkan 7.0
KU Leuven Belgia 6.0 5.5 Persyaratan lebih tinggi untuk jurusan humaniora
Trinity Dublin Irlandia 6.5 6.0 Beberapa jurusan membutuhkan 7.0

Sumber: situs resmi universitas, per Februari 2026

IELTS vs TOEFL – mana yang harus dipilih?

Ini adalah salah satu pertanyaan paling sering yang kami dengar dari calon mahasiswa Indonesia. Jawabannya tergantung pada ke mana Anda mendaftar, bagaimana Anda belajar, dan format apa yang cocok untuk Anda. Perbandingan detail dapat ditemukan di artikel TOEFL vs IELTS kami, di sini kami merangkum perbedaan-perbedaan utama.

IELTS Academic vs TOEFL iBT 2026

Perbandingan dua sertifikat bahasa paling populer

Elemen IELTS Academic TOEFL iBT 2026
Durasi ~2j 45 mnt (dengan Speaking) ~85 mnt
Skala penilaian Band scores 1–9 (dengan setengah poin) Band 1–6 (CEFR) + skala 0–120 (transisi)
Speaking Dengan penguji manusia (11–14 mnt) Merekam ke mikrofon + AI (hingga 8 mnt)
Writing Esai + deskripsi grafik, penilaian oleh manusia 3 tugas singkat, penilaian oleh AI
Listening Bisa membuat catatan, 1 kali mendengarkan Tanpa catatan, format adaptif
Hasil 13 hari (berbasis kertas) / 3–5 hari (berbasis komputer) 72 jam
Biaya di Indonesia ~Rp 3.000.000 ~Rp 3.000.000 ($220)
Masa berlaku hasil 2 tahun 2 tahun
Format Berbasis kertas atau komputer Hanya berbasis komputer
Adaptabilitas Tidak Ya (Reading dan Listening)
Popularitas di Inggris Standar, diterima di mana-mana Diterima, tetapi kurang populer
Popularitas di AS Diterima secara luas Standar, lebih disukai oleh banyak universitas

Sumber: British Council, ETS, perbandingan College Council 2026

Kapan memilih IELTS?

  • Mendaftar ke Inggris: IELTS adalah standar emas. Semua universitas menerimanya, dan UKVI (UK Visas and Immigration) membutuhkan IELTS for UKVI untuk tujuan visa
  • Lebih suka berbicara dengan manusia: jika Speaking dengan penguji adalah nilai tambah bagi Anda (bukan minus), IELTS memberikan keuntungan ini. Penguji menanggapi jawaban Anda, Anda dapat meminta pertanyaan diulang, Anda dapat merasakan ritme percakapan yang alami
  • Lebih suka format berbasis kertas: IELTS adalah satu-satunya ujian bahasa penting yang masih menawarkan versi berbasis kertas. Jika Anda lebih baik berpikir dengan pulpen di tangan, ini adalah argumen yang mendukung IELTS
  • Esai adalah kekuatan Anda: IELTS Writing Tugas 2 membutuhkan esai 250 kata, dinilai oleh manusia. Jika Anda dapat menulis esai yang jelas dan terargumentasi dengan baik, format ini akan membantu Anda
  • Mendaftar ke Australia, Kanada, atau Selandia Baru: IELTS adalah standar imigrasi di negara-negara ini

Kapan memilih TOEFL?

  • Mendaftar ke AS: TOEFL masih menjadi standar nomor satu
  • Ingin mendapatkan hasil dengan cepat: 72 jam vs 13 hari (IELTS berbasis kertas) adalah perbedaan besar, terutama dengan tenggat waktu yang ketat
  • Lebih suka tes berbasis komputer: TOEFL 2026 yang baru lebih singkat (85 mnt) dan sepenuhnya digital
  • Lebih suka tugas yang lebih singkat: TOEFL 2026 tidak memiliki esai atau deskripsi grafik yang panjang; sebaliknya, tugas-tugas singkat dan praktis (email, diskusi, menyusun kalimat)

Konversi skor IELTS ke TOEFL

Konversi perkiraan (berdasarkan data ETS dan British Council):

IELTSTOEFL (skala lama 0–120)Tingkat CEFR
9.0118–120C2
8.0–8.5110–117C2
7.0–7.595–109C1
6.0–6.572–94B2
5.0–5.542–71B1

Bagaimana cara mendaftar IELTS?

Pendaftaran IELTS dilakukan secara online, melalui situs British Council atau IDP Education (kedua pusat ujian menawarkan ujian yang identik). Berikut adalah proses langkah demi langkah:

  1. Kunjungi situs British Council (britishcouncil.pl/egzaminy/ielts) atau IDP Education (ielts.org)
  2. Buat akun: berikan data pribadi, nomor paspor (atau KTP), alamat email
  3. Pilih versi ujian: Academic atau General Training, berbasis kertas atau komputer
  4. Pilih tanggal dan pusat ujian: di Indonesia, IELTS tersedia di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Denpasar. Versi berbasis komputer memiliki lebih banyak tanggal yang tersedia (bahkan beberapa kali seminggu), sedangkan versi berbasis kertas biasanya 2–4 kali sebulan
  5. Bayar biaya: IELTS Academic di Indonesia berharga ~Rp 3.000.000 (2026). Pembayaran online dengan kartu atau transfer
  6. Terima konfirmasi: email dengan tanggal, waktu, alamat pusat ujian, daftar dokumen yang harus dibawa

Tenggat waktu pendaftaran penting: daftar minimal 3–4 minggu sebelum tanggal ujian yang direncanakan. Tanggal-tanggal populer (September–Oktober, Januari sebelum tenggat waktu UCAS dan universitas Belanda) cepat terisi, terutama di kota-kota besar.

Dokumen untuk ujian: bawa paspor atau KTP yang masih berlaku, persis sama dengan yang Anda berikan saat pendaftaran. Tidak ada dokumen = tidak ada akses ke ujian, tanpa pengembalian uang.

Bagaimana cara mempersiapkan diri – strategi untuk pelajar Indonesia

Pelajar Indonesia memiliki profil bahasa yang khas: dasar tata bahasa yang kuat (sekolah di Indonesia sering mengajarkan tata bahasa dengan baik), pemahaman membaca yang baik (terutama bagi mereka yang banyak membaca dalam bahasa Inggris), tetapi seringkali Speaking dan Writing yang lebih lemah. IELTS menilai keempat keterampilan secara merata, jadi Anda tidak bisa mengabaikan bagian mana pun.

Listening – latih mendengarkan secara aktif

Pelajar Indonesia biasanya mampu mengatasi Listening pada tingkat B2, masalahnya adalah Bagian 4 (kuliah akademik) dan jebakan di Bagian 1 (perubahan informasi selama percakapan). Strategi:

  • Mendengarkan 20–30 menit setiap hari: BBC Radio 4, TED Talks, podcast akademik (Freakonomics, In Our Time). Jangan membaca transkrip, dengarkan dan ringkas dari ingatan
  • Latih memprediksi jawaban: sebelum mendengarkan, baca pertanyaan dan coba prediksi jenis informasi (tanggal? angka? nama diri?)
  • Perhatikan ejaan: IELTS Listening seringkali membutuhkan penulisan jawaban. Kesalahan ejaan = nol poin. Latih ejaan kata-kata sulit (accommodation, environment, Mediterranean)
  • Kenali sinonim: IELTS tidak pernah mengulang kata-kata yang persis sama dari pertanyaan. Jika di pertanyaan ada “reduction”, dalam rekaman Anda akan mendengar “decrease” atau “cut”

Reading – kecepatan dan strategi

Orang Indonesia umumnya membaca dengan baik, tetapi IELTS Reading adalah perlombaan melawan waktu: 60 menit untuk 3 teks dan 40 pertanyaan. Strategi utama:

  • Jangan membaca teks dari A sampai Z: pindai pertanyaan, lalu cari jawaban dalam teks. Gunakan judul, kata-kata tebal, dan kalimat pertama paragraf untuk navigasi
  • True/False/Not Given, pelajari perbedaannya: “Not Given” tidak berarti jawabannya sulit ditemukan. Ini berarti teks sama sekali tidak membahas topik tersebut. Jika Anda mencari informasi dan tidak ada, itu Not Given, bukan False
  • 20 menit per teks, tidak lebih. Jika satu pertanyaan menghambat Anda, lanjutkan dan kembali di akhir
  • Bangun kosakata akademik: Academic Word List (AWL, 570 kata) mencakup sebagian besar kosakata IELTS Reading. Pelajari kata-kata ini dalam konteks

Writing – bagian terlemah pelajar Indonesia

Writing adalah bagian di mana pelajar Indonesia kehilangan poin terbanyak: skor rata-rata di Indonesia sekitar 5.5–6.0, sedangkan Listening dan Reading adalah 6.5–7.0. Mengapa? Karena sekolah di Indonesia mengajarkan tata bahasa, tetapi tidak mengajarkan penulisan esai dalam bahasa Inggris. Pelajar Indonesia cenderung menulis terlalu singkat, pengembangan argumen yang tidak lengkap, dan organisasi teks yang lemah.

Tugas 1 (deskripsi grafik):

  • Pelajari template: introduction (1 kalimat memparafrasekan judul grafik) → overview (2–3 kalimat tentang tren terpenting) → body paragraphs (detail dengan angka)
  • Overview adalah elemen kunci: tanpanya Anda tidak akan mendapatkan lebih dari 5.0 untuk Pencapaian Tugas
  • Latih mendeskripsikan berbagai jenis grafik: garis, batang, lingkaran, tabel, peta, diagram proses

Tugas 2 (esai):

  • Pelajari struktur 4 paragraf: introduction (tesis) → body 1 (argumen + contoh) → body 2 (argumen + contoh / kontra-argumen) → conclusion
  • Tulis minimal 250 kata: esai yang terlalu singkat adalah penalti otomatis. Targetkan 270–300 kata
  • Gunakan penghubung (however, furthermore, in contrast, consequently), tetapi jangan berlebihan, 2–3 per paragraf adalah optimal
  • Latih menulis tepat waktu: 40 menit untuk esai tidak banyak. Tulis 1 esai setiap hari dalam kondisi ujian

Speaking – atasi hambatan berbicara

Pelajar Indonesia seringkali memiliki bahasa Inggris pasif yang kaya, tetapi berbicara dengan ragu-ragu, dengan jeda panjang, dengan kecenderungan untuk menerjemahkan dari bahasa ibu. IELTS Speaking menghargai kelancaran dan kealamian: lebih baik berbicara dengan sedikit kesalahan tata bahasa tetapi lancar, daripada membangun kalimat sempurna dengan jeda 5 detik.

  • Berbicara bahasa Inggris setiap hari, bahkan kepada diri sendiri. Jelaskan dengan suara keras apa yang Anda lakukan: “I’m making coffee, then I’ll sit down and check my emails.” Kedengarannya absurd, tetapi membangun otomatisasi
  • Rekam diri Anda dan dengarkan kembali: rekam jawaban untuk pertanyaan dari Bagian 2 dan dengarkan setelah 24 jam. Anda akan mendengar kesalahan Anda jauh lebih jelas
  • Kembangkan jawaban: untuk pertanyaan “Do you like cooking?” jangan hanya menjawab “Yes, I do.” Jawablah: “Yes, quite a lot actually. I find it really relaxing after a long day, and I’ve been experimenting with Mediterranean recipes recently.”
  • Latih Bagian 2 dengan timer: 1 menit untuk catatan, 2 menit untuk berbicara. Tanpa persiapan, topik acak. Lakukan ini 3 kali sehari

Rencana Persiapan IELTS Academic

Rencana 3 Bulan
Untuk pelajar dengan bahasa Inggris B2+ / setelah FCE / kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut
<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #0D4E38;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Minggu 1–4</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Diagnosa + format ujian</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">Tes simulasi (misalnya di ielts.org). Pelajari jenis tugas. Setiap hari: 20 mnt Listening + 1 teks Reading. Mulai jurnal menulis: 1 esai setiap 3 hari.</div>
  </div>
</div>

<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #166534;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Minggu 5–8</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Latihan bagian intensif</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">Writing: 1 Tugas 1 + 1 Tugas 2 setiap 2 hari. Speaking: setiap hari 15 mnt merekam jawaban Bagian 2. Listening Bagian 3–4 intensif. Kosakata: AWL 15 kata/hari.</div>
  </div>
</div>

<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #D4AF37;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Minggu 9–12</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Tes simulasi + penyempurnaan</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">2 tes simulasi penuh setiap minggu dalam kondisi ujian. Analisis kesalahan. Fokus pada bagian terlemah. Minggu terakhir: latihan ringan + istirahat.</div>
  </div>
</div>
Rencana 6 Bulan
Untuk pelajar dengan bahasa Inggris B1–B2 / kemampuan bahasa Inggris dasar hingga menengah
<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #002C5F;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Bulan 1–2</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Membangun dasar bahasa</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">Membaca bahasa Inggris setiap hari (30 mnt). Podcast dan film tanpa subtitle. Tata bahasa: tenses, passive voice, subordinate clauses. Belum ada tugas IELTS.</div>
  </div>
</div>

<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #003D7F;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Bulan 3–4</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Pengenalan format IELTS</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">Tes diagnostik. Mempelajari jenis tugas. Setiap hari 45 mnt latihan (satu tugas dari setiap bagian). Membangun AWL. Esai pertama (1 setiap 3 hari).</div>
  </div>
</div>

<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #0D4E38;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Bulan 5</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Latihan intensif</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">Speaking intensif (20 mnt/hari). Writing: Tugas 1 + Tugas 2 setiap hari. Listening tanpa jeda. Tes simulasi penuh setiap minggu.</div>
  </div>
</div>

<div class="ig-pp-phase">
  <div class="ig-pp-dot" style="background: #D4AF37;"></div>
  <div>
    <div class="ig-pp-phase-when">Bulan 6</div>
    <div class="ig-pp-phase-what">Finalisasi + ujian</div>
    <div class="ig-pp-phase-desc">3 tes simulasi penuh setiap minggu. Koreksi kelemahan terakhir. Ketenangan mental. Ujian di minggu terakhir bulan.</div>
  </div>
</div>

Rencana persiapan College Council, dikembangkan berdasarkan pengalaman dengan pelajar 2024–2026

IELTS berbasis komputer vs berbasis kertas

Selama beberapa tahun terakhir, IELTS tersedia dalam dua format: berbasis kertas (tradisional) dan berbasis komputer (Computer-delivered IELTS). Konten ujian, kriteria penilaian, dan validitas hasil identik, yang berbeda hanyalah cara pengambilan ujian. Mana yang harus dipilih?

Computer-delivered IELTS

  • Lebih banyak jadwal: tersedia bahkan beberapa kali seminggu (vs 2–4 kali sebulan untuk berbasis kertas)
  • Hasil lebih cepat: 3–5 hari (vs 13 hari untuk berbasis kertas)
  • Penulisan lebih nyaman: Anda dapat dengan mudah mengedit, menyalin, memindahkan bagian teks. Penghitung kata otomatis. Bagi pelajar yang terbiasa mengetik, ini adalah keuntungan besar
  • Listening tanpa transfer jawaban: Anda menjawab langsung di layar, tidak kehilangan 10 menit untuk transfer
  • Reading dengan alat bawaan: menyorot teks, menandai, menggulir dengan mudah

Paper-based IELTS

  • Pendekatan tradisional: jika Anda lebih baik berpikir dengan pulpen di tangan, lebih suka menggarisbawahi teks secara fisik dan membuat catatan di margin
  • 10 menit untuk transfer jawaban: ini adalah waktu tambahan untuk memeriksa dan mengoreksi jawaban Listening
  • Tidak ada risiko teknis: Anda tidak perlu khawatir tentang kegagalan komputer atau masalah layar

Rekomendasi kami: bagi sebagian besar calon mahasiswa Indonesia pada tahun 2026, Computer-delivered IELTS adalah pilihan yang lebih baik. Anda adalah generasi yang mengetik lebih cepat daripada menulis tangan. Hasil yang lebih cepat (3–5 hari) memberi Anda fleksibilitas dengan tenggat waktu pendaftaran yang ketat. Dan kemampuan untuk mengedit teks dengan mudah di Writing adalah keuntungan yang tak ternilai, terutama di Tugas 2.

Sumber daya untuk persiapan

Berikut adalah materi teruji yang digunakan oleh pelajar kami di College Council:

Materi resmi IELTS:

  • Cambridge IELTS 18–19: kumpulan tes simulasi otentik. Materi praktis terbaik yang tersedia, karena berasal dari pembuat ujian
  • ielts.org/preparation: materi persiapan gratis, tes contoh, saran untuk setiap bagian
  • Road to IELTS (British Council): kursus online gratis dengan latihan dan tutorial video

Buku panduan:

  • The Official Cambridge Guide to IELTS: buku panduan komprehensif dengan 8 tes simulasi
  • Collins Writing for IELTS / Collins Reading for IELTS: seri yang berfokus pada bagian-bagian tertentu
  • Barron’s IELTS Superpack: baik untuk pelajar B1–B2, secara sistematis membangun keterampilan

Online:

  • IELTS Liz (ieltsliz.com): salah satu sumber daya gratis terbaik, dijalankan oleh mantan penguji IELTS. Strategi, pelajaran video, esai contoh
  • E2 IELTS: platform dengan kursus video dan latihan dengan umpan balik
  • British Council LearnEnglish: materi gratis untuk membangun dasar bahasa

College Council – Dukungan Anda dalam persiapan IELTS

Persiapan IELTS bukan hanya tentang mengerjakan tes simulasi. Ini adalah kerja sistematis pada keempat keterampilan, dengan penekanan pada Writing dan Speaking (bagian di mana pelajar Indonesia kehilangan poin terbanyak). Di College Council, kami telah membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri untuk IELTS selama bertahun-tahun, dan kami tahu masalah apa yang dihadapi kandidat Indonesia.

Program persiapan IELTS kami meliputi:

  • Tes diagnostik: menentukan level dan mengidentifikasi kelemahan
  • Rencana persiapan individual: disesuaikan dengan level, waktu, dan universitas tujuan Anda
  • Bimbingan belajar dengan guru bersertifikat: latihan Speaking dengan umpan balik, koreksi esai Writing dengan komentar sesuai kriteria IELTS
  • Tes simulasi dalam kondisi ujian: simulasi penuh dengan penilaian dan analisis hasil
  • Dukungan pendaftaran: bantuan dalam memilih tanggal dan pusat ujian

Jika selain IELTS Anda membutuhkan bantuan dengan aplikasi kuliah (esai, Personal Statement untuk UCAS, atau strategi pendaftaran), hubungi kami. Kami membantu calon mahasiswa Indonesia masuk ke universitas di Inggris, Belanda, Skandinavia, dan lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa lama hasil IELTS berlaku?
Hasil IELTS berlaku selama 2 tahun sejak tanggal ujian. Setelah periode ini, Anda harus mengikuti ujian lagi jika Anda membutuhkan sertifikat yang terbaru. Jika Anda berencana kuliah yang dimulai pada Oktober 2027, IELTS yang diambil pada Februari 2026 masih akan berlaku. Rencanakan tanggal ujian Anda agar hasilnya masih berlaku saat Anda mengajukan aplikasi dan memulai studi.
Berapa kali saya bisa mengikuti IELTS?
Tidak ada batasan berapa kali Anda bisa mengikuti IELTS, Anda bisa mengambilnya berapa pun jumlahnya. Juga tidak ada jeda yang diwajibkan antar ujian (berbeda dengan TOEFL yang membutuhkan jeda 3 hari). Dalam praktiknya, disarankan untuk menunggu 4–6 minggu antar ujian agar ada waktu untuk memperbaiki kelemahan. Ingatlah bahwa universitas biasanya hanya melihat hasil yang Anda kirimkan kepada mereka, mereka tidak melihat upaya sebelumnya.
Apakah IELTS Academic dan IELTS General Training adalah ujian yang sama?
Tidak – itu adalah dua ujian yang berbeda. Listening dan Speaking identik, tetapi Reading dan Writing berbeda secara signifikan. Academic Reading berisi teks akademik yang lebih panjang dan kompleks, dan Academic Writing membutuhkan deskripsi grafik (Tugas 1) dan esai argumentatif (Tugas 2). General Training Reading dan Writing didasarkan pada teks kehidupan sehari-hari dan surat. Jika Anda berencana kuliah di luar negeri, Anda membutuhkan IELTS Academic. Universitas tidak menerima hasil General Training.
Bisakah saya mengikuti IELTS dari rumah?
Ya – IELTS Online memungkinkan Anda mengikuti ujian dari rumah di bawah pengawasan proktor jarak jauh. Persyaratan: komputer dengan kamera dan mikrofon, koneksi internet stabil, ruangan tertutup. Konten, penilaian, dan validitas hasil identik dengan di pusat ujian. Speaking dilakukan melalui panggilan video dengan penguji. IELTS Online diterima oleh semakin banyak universitas, tetapi tidak semua. Periksa situs web universitas tertentu apakah mereka menerima versi ini. IELTS for UKVI (untuk tujuan visa di Inggris) tidak tersedia secara online.
Apakah ujian kelulusan SMA tingkat lanjut (UTBK-SNBT) bahasa Inggris di Indonesia membebaskan dari IELTS?
Sayangnya, hampir tidak pernah. Mayoritas universitas berbahasa Inggris tidak mengakui ujian kelulusan SMA tingkat lanjut (UTBK-SNBT) bahasa Inggris di Indonesia sebagai bukti kemahiran bahasa. Anda harus mengikuti IELTS, TOEFL, atau sertifikat lain yang diterima (Cambridge C1 Advanced/C2 Proficiency). Pengecualian sangat jarang – beberapa universitas mungkin mengakui UTBK-SNBT bilingual (dwibahasa) yang diajarkan dalam bahasa Inggris. Selalu periksa persyaratan bahasa resmi di situs web universitas.
IELTS atau Cambridge C1 Advanced (CAE) – mana yang lebih baik untuk kuliah?
Kedua sertifikat ini diterima secara luas, tetapi memiliki keunggulan yang berbeda. IELTS: hasil berlaku 2 tahun, lebih banyak jadwal ujian, hasil lebih cepat, skala 1–9 mudah dibandingkan. Cambridge C1 Advanced: hasil berlaku seumur hidup (sertifikat seumur hidup), tetapi ujian lebih sulit dan jadwalnya kurang fleksibel. Untuk universitas Inggris, keduanya setara. Jika Anda membutuhkan sertifikat dengan cepat dan fleksibel, pilih IELTS. Jika Anda menginginkan sertifikat seumur hidup dan memiliki waktu untuk persiapan, Cambridge C1 Advanced adalah pilihan yang solid.
Bagaimana saya bisa meningkatkan Writing dari 6.0 ke 7.0?
Lompatan dari 6.0 ke 7.0 dalam Writing adalah salah satu peningkatan tersulit di IELTS, tetapi bisa dilakukan. Langkah-langkah kunci: 1) Pelajari cara menulis overview yang kuat di Tugas 1 (ini adalah alasan paling umum untuk skor di bawah 7.0). 2) Di Tugas 2, kembangkan setiap argumen hingga selesai. Satu kalimat argumen dan satu contoh tidak cukup untuk 7.0; Anda membutuhkan 3–4 kalimat per argumen. 3) Gunakan kosakata yang presisi alih-alih umum ("a significant decline" daripada "it went down a lot"). 4) Variasikan struktur tata bahasa (kalimat bawahan, passive voice, inversi, kalimat kondisional). 5) Tulis 1 esai setiap hari dan manfaatkan koreksi profesional, misalnya dalam program IELTS College Council.
Berapa banyak waktu yang saya butuhkan untuk persiapan IELTS?
Tergantung pada level awal dan skor target Anda. Secara perkiraan: Bahasa Inggris C1 (setelah CAE): 2–4 minggu untuk mempelajari format dan strategi. Bahasa Inggris B2 (kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut, setelah FCE): 2–3 bulan kerja sistematis untuk menargetkan 6.5–7.0. Bahasa Inggris B1 (kemampuan bahasa Inggris dasar hingga menengah): 4–6 bulan, termasuk membangun dasar bahasa, untuk menargetkan 6.0–6.5. Peningkatan 0.5 band rata-rata membutuhkan 6–8 minggu belajar intensif. Peningkatan satu band penuh membutuhkan 3–4 bulan.
Bisakah saya meminta pemeriksaan ulang hasil IELTS?
Ya, prosedurnya disebut Enquiry on Results (EOR). Anda dapat meminta pemeriksaan ulang satu, beberapa, atau semua bagian. Permohonan harus diajukan dalam waktu 6 minggu sejak tanggal hasil. Biaya: sekitar Rp 1.500.000 - 2.000.000 (sekitar $100-125 USD). Jika hasil berubah setelah pemeriksaan ulang, biaya akan dikembalikan sepenuhnya. EOR sangat patut dipertimbangkan jika skor Writing atau Speaking Anda terasa lebih rendah 0.5 band, yang bisa menjadi perbedaan antara memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan universitas.

Ringkasan – IELTS adalah standar yang teruji

IELTS adalah ujian yang telah teruji oleh waktu. Selama lebih dari 35 tahun, tes ini menjadi standar untuk mengkonfirmasi kemahiran bahasa Inggris, dan pada tahun 2026, sedikit yang berubah dalam formulanya karena memang efektif. Empat bagian, percakapan dengan penguji manusia, skala 1–9 yang jelas, penerimaan di hampir setiap universitas berbahasa Inggris di dunia.

Bagi calon mahasiswa Indonesia yang menargetkan band 6.5–7.0, jalannya jelas: persiapan yang matang, kerja sistematis pada Writing dan Speaking, tes simulasi rutin. Jika Anda memiliki bahasa Inggris setingkat kemampuan bahasa Inggris tingkat lanjut (B2), tiga bulan latihan intensif seharusnya cukup untuk mencapai 6.5 overall. Jika Anda menargetkan 7.0+ (Oxford, Cambridge, LSE), berikan diri Anda 4–6 bulan dan manfaatkan dukungan profesional.

Langkah selanjutnya

  1. Periksa persyaratan universitas Anda: band overall berapa dan skor minimum per bagian berapa yang Anda butuhkan? Perbedaan antara 6.5 dan 7.0 adalah beberapa minggu persiapan tambahan
  2. Lakukan tes diagnostik di ielts.org atau dengan materi Cambridge IELTS 18/19. Periksa di bagian mana Anda kehilangan poin terbanyak
  3. Buat jadwal: 3 bulan (B2+) atau 6 bulan (B1) sebelum tanggal ujian yang direncanakan
  4. Daftar: pilih Computer-delivered IELTS di pusat British Council terdekat
  5. Persiapkan diri dengan College Council: program persiapan IELTS kami meliputi diagnostik, rencana individual, bimbingan belajar, dan tes simulasi. Hubungi kami untuk menjadwalkan konsultasi gratis
  6. Bandingkan dengan TOEFL: tidak yakin sertifikat mana yang harus dipilih? Baca artikel TOEFL vs IELTS kami

Baca juga

  • TOEFL vs IELTS – Sertifikat mana yang lebih baik untuk kuliah di Eropa? – perbandingan detail kedua ujian dengan tabel konversi
  • Ujian TOEFL 2026 – Panduan lengkap format baru – format baru, sistem adaptif, skala 1–6
  • Kuliah di Inggris – Panduan – sistem UCAS, biaya, beasiswa, kehidupan mahasiswa
  • Kuliah di Oxford University – Panduan – pendaftaran, wawancara, persyaratan, colleges
  • Kuliah di Cambridge University – Panduan – aplikasi, jurusan, biaya, kehidupan di Cambridge
IELTSujian IELTSpanduan IELTSpersiapan IELTSkuliah di luar negerisertifikat bahasa InggrisIELTS Academicband score IELTStes bahasa Inggrispersyaratan IELTS universitasbiaya ujian IELTSstrategi IELTSTOEFL vs IELTS

Oceń artykuł:

4.8 /5

Średnia 4.8/5 na podstawie 78 opinii.

Kembali ke blog

Jadwalkan konsultasi gratis

Kontak