Pukul dua pagi, dan Anda duduk di depan laptop dengan dua puluh tab terbuka. Di satu tab, halaman MIT Department of Electrical Engineering – persyaratan pendaftaran. Di tab lain, peringkat program doktoral ilmu politik di Yale. Di tab ketiga, kalkulator biaya hidup di Boston. Dan di setiap halaman tersebut, di suatu tempat antara “statement of purpose” dan “letters of recommendation”, muncul kalimat yang sama: “GRE General Test scores required” atau “GRE scores strongly recommended.” Anda mengetik “GRE” di Google dan menemukan banjir informasi, format lama yang berlangsung hampir empat jam, format baru sejak 2023, skala penilaian, persentil, bagian, strategi. Separuh artikel sudah usang, separuh lainnya ditulis untuk pembaca Amerika yang mengambil SAT di sekolah menengah dan sangat akrab dengan ekosistem tes ini.
Mari kita spesifik. Sejak September 2023, format baru GRE General Test yang lebih singkat telah berlaku – ujian ini sekarang berlangsung sekitar 1 jam 58 menit alih-alih 3 jam 45 menit seperti sebelumnya. ETS (Educational Testing Service) telah menghapus bagian eksperimental dan salah satu dari dua tugas menulis, mempertahankan tiga area utama: Verbal Reasoning, Quantitative Reasoning, dan Analytical Writing. Jika Anda menemukan artikel yang menjelaskan GRE dengan “unscored research section” dan dua esai, Anda bisa mengabaikannya. Panduan ini hanya menjelaskan format yang berlaku saat ini.
Dalam artikel ini, saya akan memandu Anda melalui segala hal yang perlu Anda ketahui tentang GRE General Test: struktur tiga bagian, sistem penilaian 130–170, biaya dan pendaftaran, strategi persiapan yang disesuaikan untuk calon mahasiswa Indonesia, perbandingan dengan ujian GMAT, dan yang terpenting – saya akan menjawab pertanyaan yang diajukan setiap mahasiswa Indonesia yang mempertimbangkan studi pascasarjana di luar negeri: apakah GRE sepadan dan bagaimana cara mendapatkan skor maksimal darinya?
📚 GRE General Test — Data Utama 2025/2026
Sumber: ETS (ets.org), situs resmi GRE General Test, data terbaru Februari 2026
Apa itu GRE dan siapa yang harus mengikutinya?
GRE, singkatan dari Graduate Record Examination, adalah ujian terstandardisasi yang diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service), organisasi yang sama yang bertanggung jawab atas TOEFL. Ujian ini telah ada sejak tahun 1936 dan telah berevolusi selama beberapa dekade, tetapi tujuannya tetap sama: untuk menilai kesiapan calon mahasiswa untuk melanjutkan studi pascasarjana (graduate studies) melalui pengukuran kemampuan berpikir kritis, penalaran analitis, pemahaman teks dalam bahasa Inggris, dan kompetensi matematika.
Penting untuk dipahami bahwa GRE tidak menguji pengetahuan spesialis. Anda tidak perlu mengetahui biologi molekuler, sejarah seni, atau teori permainan. GRE mengukur keterampilan yang dapat ditransfer – kemampuan untuk menganalisis argumen, memecahkan masalah logis, memahami teks kompleks, dan merumuskan pemikiran secara tertulis dengan jelas. Inilah persisnya keterampilan yang diharapkan universitas dari calon mahasiswa program magister dan doktoral.
Siapa yang membutuhkan GRE? Terutama mereka yang mendaftar untuk:
- Program magister (Master’s) di universitas di AS, Inggris, Kanada, dan Eropa kontinental
- Program doktoral (Ph.D.), di sini GRE sangat sering disyaratkan, terutama dalam ilmu pasti, sosial, dan humaniora
- Beberapa program MBA – semakin banyak sekolah bisnis yang menerima GRE sebagai alternatif untuk ujian GMAT, termasuk Harvard Business School, Stanford GSB, Wharton, dan INSEAD
- Program di universitas Eropa yang diajarkan dalam bahasa Inggris, misalnya di Inggris, Belanda, Skandinavia, atau Jerman
- Program hukum (J.D.) di AS – selama beberapa tahun terakhir, banyak sekolah hukum menerima GRE selain LSAT
Perlu diingat bahwa setelah pandemi COVID-19, banyak universitas memperkenalkan kebijakan “test-optional”, yang berarti GRE tidak wajib. Namun, menyajikan skor tinggi masih secara signifikan memperkuat aplikasi Anda, terutama pada program yang paling kompetitif, di mana komite penerimaan mencari setiap cara untuk membedakan kandidat yang kuat dari yang lebih kuat lagi.
Perspektifnya adalah: jika Anda mendaftar ke program yang mensyaratkan GRE – Anda tidak punya pilihan. Jika programnya “test-optional”, skor GRE yang tinggi bisa menjadi senjata rahasia Anda, terutama jika elemen aplikasi lain (IPK, pengalaman penelitian) tidak ideal. Dan jika Anda mendaftar ke berbagai program yang berbeda – GRE memberi Anda fleksibilitas terbesar, karena diterima oleh jangkauan program yang jauh lebih luas daripada tes terstandardisasi lainnya.
Format baru GRE sejak September 2023, apa yang berubah?
Pada September 2023, ETS melakukan revolusi format GRE terbesar dalam beberapa tahun. Durasi ujian dipersingkat dari sekitar 3 jam 45 menit menjadi sekitar 1 jam 58 menit – ini adalah pengurangan lebih dari setengahnya. Perubahan ini merupakan respons terhadap keluhan peserta ujian selama bertahun-tahun bahwa ujian terlalu melelahkan, serta persaingan dari GMAT Focus Edition, yang juga mempersingkat formatnya.
Apa saja yang berubah secara spesifik?
Pertama, bagian eksperimental (unscored research section) telah dihapus. Dalam format lama, salah satu bagian Verbal atau Kuantitatif adalah “tes” – ETS menggunakannya untuk mengkalibrasi pertanyaan baru, tetapi peserta ujian tidak tahu bagian mana yang tidak dinilai. Ini berarti tambahan 30-35 menit stres tanpa dampak pada skor. Dalam format baru, setiap pertanyaan diperhitungkan.
Kedua, Analytical Writing dikurangi dari dua esai menjadi satu. Esai “Analyze an Argument” (analisis argumen orang lain) telah dihapus; hanya tersisa “Analyze an Issue” (menyajikan posisi Anda sendiri terhadap pernyataan yang diberikan). Waktu menulis tetap 30 menit.
Ketiga – jumlah pertanyaan dikurangi. Verbal Reasoning sekarang memiliki 27 pertanyaan (dari 40), dan Quantitative Reasoning juga 27 pertanyaan (dari 40). Lebih sedikit pertanyaan, lebih sedikit waktu, tetapi proporsi waktu per pertanyaan tetap serupa.
Keempat, hasil yang lebih cepat. Dalam format baru, hasil resmi tersedia dalam 8-10 hari sejak tanggal ujian (sebelumnya 10-15 hari). Anda dapat melihat hasil tidak resmi dari bagian Verbal dan Kuantitatif segera setelah menyelesaikan tes – Anda dapat langsung memutuskan apakah ingin mengirimkannya ke universitas.
Apa yang tidak berubah? Skala penilaian tetap identik: 130-170 untuk Verbal dan Kuantitatif, 0-6 untuk Analytical Writing. Jenis pertanyaan sama. Tes ini masih adaptif di tingkat bagian (section-level adaptive), di mana tingkat kesulitan bagian Verbal (atau Kuantitatif) kedua bergantung pada seberapa baik Anda mengerjakan bagian pertama dalam kategori yang sama.
Struktur GRE General Test (sejak September 2023)
3 bagian — sekitar 1 jam 58 menit total
Sumber: ETS, situs resmi GRE General Test (ets.org), format berlaku sejak September 2023
Bagian Penalaran Verbal – tinjauan mendetail
Bagian Penalaran Verbal adalah area yang paling menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon mahasiswa Indonesia, dan memang demikian, karena membutuhkan kemahiran bahasa yang jauh melampaui bahasa Inggris “normal”. GRE Verbal tidak menguji apakah Anda bisa memesan kopi di Starbucks atau menulis email kepada seorang profesor. Ini menguji apakah Anda bisa membaca kutipan esai akademik tentang epistemologi, mengidentifikasi asumsi tersembunyi penulis, dan memilih kata yang secara tepat menangkap nuansa makna dalam konteks kalimat.
Bagian ini terdiri dari 27 pertanyaan yang dibagi menjadi dua bagian – masing-masing sekitar 20 menit. Bagian kedua bersifat adaptif: jika Anda berhasil dengan baik di bagian pertama, Anda akan mendapatkan pertanyaan yang lebih sulit (yang memberikan kesempatan untuk skor yang lebih tinggi).
Jenis tugas Penalaran Verbal
Reading Comprehension, pertanyaan mengenai kutipan teks akademik dari berbagai bidang: ilmu alam, ilmu sosial, humaniora, filsafat. Kutipan memiliki panjang yang bervariasi – dari satu paragraf hingga satu halaman penuh. Anda harus menangkap tesis utama, mengenali struktur argumentasi, mengidentifikasi implikasi, dan menarik kesimpulan. Beberapa pertanyaan mengharuskan Anda memilih kalimat tertentu dari teks yang mendukung tesis yang diberikan.
Text Completion, mengisi bagian kosong dalam kalimat atau kutipan teks pendek. Tugas dapat berisi satu hingga tiga bagian kosong, dan setiap bagian kosong memiliki serangkaian opsi pilihan terpisah (biasanya 5 opsi untuk satu bagian kosong, 3 opsi untuk setiap dua atau tiga bagian kosong). Untuk mendapatkan poin, Anda harus mengisi semua bagian kosong dengan benar – tidak ada poin parsial. Ini adalah jenis tugas yang paling menguji kosakata.
Sentence Equivalence, memilih dua kata (dari enam opsi) yang membentuk kalimat dengan makna serupa. Kuncinya adalah kedua kata yang dipilih harus benar dan menghasilkan kalimat dengan semantik yang serupa – tidak cukup hanya menemukan sinonim, Anda harus memahami konteks seluruh kalimat.
Kosakata GRE, kunci bagian Verbal
Tidak ada jalan pintas: kosakata adalah fondasi keberhasilan dalam Penalaran Verbal. GRE menguji kosakata akademik tingkat lanjut – kata-kata seperti “obsequious” (patuh berlebihan), “perfunctory” (asal-asalan, tidak teliti), “sanguine” (optimis), “recondite” (rumit, sulit diakses), atau “vituperate” (mencaci maki, menghina secara verbal). Ini adalah kosakata yang bahkan banyak penutur asli tidak gunakan sehari-hari.
Bagi calon mahasiswa Indonesia, ini berarti keharusan untuk membangun perbendaharaan kosakata secara sistematis. Para ahli merekomendasikan penguasaan 1000-1500 kata yang paling sering muncul di GRE, daftar-daftar siap pakai tersedia (misalnya, “GRE Magoosh Vocabulary”, “Manhattan Prep 500 Essential Words”, “Gregmat Word Lists”). Metode belajar yang paling efektif adalah kartu flash dengan sistem pengulangan berjarak (spaced repetition) – aplikasi seperti Anki, Quizlet, atau aplikasi GRE Vocab khusus memungkinkan Anda mempelajari 20-30 kata baru setiap hari dan mengulang kata-kata yang sudah dipelajari sebelumnya.
Sama pentingnya adalah membaca teks akademik dalam bahasa Inggris secara teratur. Artikel dari The Economist, Scientific American, The New Yorker, The Atlantic, dan Aeon menggunakan kosakata yang mirip dengan yang muncul di GRE. Membaca teks semacam itu tidak hanya membangun kosakata, tetapi juga mengembangkan kemampuan memahami struktur kalimat dan argumentasi yang kompleks.
Bagian Penalaran Kuantitatif, tinjauan mendetail
Bagian Penalaran Kuantitatif menguji kemampuan matematika dan logika. Ini mencakup 27 pertanyaan dalam dua bagian, dengan total waktu sekitar 47 menit. Kalkulator tersedia di layar – ini adalah perbedaan signifikan dibandingkan dengan GMAT Focus Edition, di mana kalkulator hanya tersedia di bagian Data Insights.
Cakupan materi matematika
Materi matematika di GRE kira-kira setara dengan tingkat sekolah menengah atas di Indonesia, yaitu aritmetika, aljabar, geometri, dan statistika dasar. Tidak ada kalkulus diferensial, integral, aljabar linear, atau statistika tingkat lanjut. Secara spesifik:
- Aritmetika – sifat bilangan bulat, pembagi, kelipatan, bilangan prima, pecahan, persentase, rasio, pangkat, akar
- Aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear dan kuadrat, sistem persamaan, fungsi, ekspresi aljabar, barisan aritmetika dan geometri
- Geometri – bangun datar (segitiga, segiempat, lingkaran), bangun ruang, sudut, luas, keliling, volume, teorema Pythagoras, geometri koordinat, kemiringan garis
- Analisis data, statistika deskriptif (rata-rata, median, modus, standar deviasi, kuartil), probabilitas, interpretasi grafik dan tabel, distribusi normal
Jenis tugas Penalaran Kuantitatif
Quantitative Comparison – Anda membandingkan dua kuantitas (Kuantitas A vs Kuantitas B) dan menentukan hubungannya: A lebih besar, B lebih besar, keduanya sama, atau tidak dapat ditentukan berdasarkan informasi yang diberikan. Jenis tugas ini unik untuk GRE dan membutuhkan pemikiran strategis; seringkali Anda tidak perlu menghitung nilai pasti, cukup menentukan hubungannya.
Pilihan Ganda (satu jawaban) – pertanyaan klasik dengan lima opsi dan satu jawaban yang benar.
Pilihan Ganda (banyak jawaban), pertanyaan di mana lebih dari satu jawaban mungkin benar. Anda harus memilih semua jawaban yang benar untuk mendapatkan poin.
Numeric Entry – Anda memasukkan jawaban numerik sendiri (pecahan atau desimal). Tidak ada opsi pilihan, Anda harus menghitung nilai pasti.
Kabar baik untuk calon mahasiswa Indonesia
Jika Anda lulus dari sekolah menengah atas di Indonesia dengan matematika tingkat lanjut – materi GRE Quant seharusnya tidak mengejutkan Anda. Sistem pendidikan Indonesia sangat menekankan matematika, dan banyak calon mahasiswa Indonesia mendapatkan skor di bagian Kuantitatif di atas 160, bahkan 165+. Tantangan utamanya bukanlah kesulitan materi, melainkan menyelesaikan soal yang dirumuskan dalam bahasa Inggris di bawah tekanan waktu. Penting untuk menguasai terminologi matematika dalam bahasa Inggris, kata-kata seperti “remainder” (sisa pembagian), “consecutive integers” (bilangan bulat berurutan), “median” (median), “standard deviation” (standar deviasi), atau “perpendicular” (tegak lurus) harus sama familiar bagi Anda seperti padanan Indonesianya.
Bagian Penulisan Analitis – esai “Analyze an Issue”
Bagian Penulisan Analitis adalah satu-satunya komponen GRE di mana Anda menulis, bukan memilih jawaban. Dalam format baru, ini terdiri dari satu tugas: esai “Analyze an Issue”. Anda memiliki 30 menit untuk menulis teks di mana Anda menyajikan posisi Anda terhadap pernyataan yang diberikan dan mengargumentasikannya secara logis dan koheren.
Contoh perintah mungkin berbunyi: “The best way to teach is to praise positive actions and ignore negative ones.” Tugas Anda adalah: mengambil posisi (setuju, tidak setuju, atau sebagian), merumuskan tesis, mendukungnya dengan contoh dan kontra-contoh konkret, mempertimbangkan kontra-argumen, dan menyimpulkan.
Bagaimana esai dinilai? Setiap esai dinilai dua kali – oleh pembaca manusia dan oleh program komputer (e-rater). Jika penilaian mereka berbeda secara signifikan, teks akan dikirim ke peninjau kedua. Skor berada pada skala 0-6 dengan peningkatan 0,5 poin. Sebagian besar peserta ujian mendapatkan skor 3,0-4,5.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Tesis yang jelas di paragraf pertama, peninjau harus segera tahu posisi Anda
- Struktur logis – pendahuluan dengan tesis, 2-3 paragraf dengan argumen dan contoh, pertimbangan kontra-argumen, kesimpulan
- Contoh konkret, filosofi abstrak tidak cukup; gunakan contoh dari sejarah, sains, kehidupan sehari-hari
- Tata bahasa yang benar dan gaya akademik – Anda tidak perlu menulis seperti Shakespeare, tetapi kesalahan tata bahasa akan menurunkan nilai
- Panjang, esai dengan skor 5,0-6,0 biasanya memiliki 500-700 kata; teks yang lebih pendek (di bawah 300 kata) jarang mendapatkan lebih dari 3,5
Kabar baiknya: bagian Penulisan Analitis memiliki kepentingan paling kecil dalam proses penerimaan. Sebagian besar program berfokus pada skor Verbal dan Kuantitatif, dan AW diperlakukan sebagai sinyal tambahan. Namun demikian – skor di bawah 3,5 dapat menimbulkan keraguan, terutama pada program humaniora.
Sistem penilaian dan interpretasi skor
🎯 GRE General Test — Skor dan Persentil Perkiraan
Apa arti skor Anda pada skala 130–170?
Sumber: ETS, GRE Guide to the Use of Scores. Persentil bersifat perkiraan — nilai pastinya berubah setiap tahun.
Bagaimana membaca skor GRE?
Setiap skor dari bagian Verbal dan Kuantitatif memiliki persentil yang menunjukkan berapa persen peserta ujian yang mendapatkan skor lebih rendah dari Anda. Misalnya, skor 160 dalam Penalaran Verbal biasanya sekitar persentil ke-85, artinya Anda berkinerja lebih baik daripada 85% peserta ujian di seluruh dunia.
Penting untuk dipahami bahwa persentil memiliki arti lebih besar daripada skor mentah. Skor 160 di Verbal dan 160 di Kuantitatif tidak sama dalam hal persentil – karena populasi peserta ujian berbeda. Di Verbal, rata-rata global sekitar 151-152, sedangkan di Kuantitatif, sekitar 155-156 (lebih tinggi, karena banyak peserta ujian adalah calon mahasiswa jurusan STEM dengan latar belakang matematika yang kuat). Oleh karena itu, 160 di Verbal memiliki persentil yang lebih tinggi daripada 160 di Kuantitatif.
Skor berapa yang “bagus”?
Ini tergantung pada program, jurusan, dan universitas. Tidak ada “skor bagus” yang universal – 155 di Kuantitatif mungkin sangat baik untuk program sastra komparatif, tetapi tidak cukup untuk ilmu komputer di MIT. Rentang skor perkiraan yang diharapkan pada program kompetitif:
- 10 program STEM teratas (MIT, Stanford, Caltech, Berkeley). Verbal 155-165+, Kuantitatif 165-170
- 10 program humaniora teratas (Harvard, Yale, Princeton, Columbia) – Verbal 163-170, Kuantitatif 155-165
- Program ilmu sosial teratas (Chicago, Stanford, Harvard). Verbal 160-168, Kuantitatif 158-167
- Program MBA teratas yang menerima GRE (HBS, Stanford GSB, Wharton) – Verbal 158-167, Kuantitatif 158-167
- Program magister yang solid (top 30-60). Verbal 153-162, Kuantitatif 155-165
Penting untuk dicatat: Rentang di atas adalah perkiraan skor kandidat yang diterima, bukan batas minimum resmi. Banyak universitas tidak mempublikasikan ambang batas skor. Skor GRE hanyalah salah satu elemen aplikasi – IPK, surat rekomendasi, statement of purpose, dan pengalaman penelitian juga diperhitungkan.
Pendaftaran, biaya, dan logistik
Pendaftaran GRE General Test dilakukan secara online di situs resmi ETS. Prosesnya sederhana: Anda membuat akun ETS, memilih tanggal dan format ujian, membayar, dan selesai. Ujian tersedia sepanjang tahun, tetapi tanggal-tanggal populer (September-November, yaitu musim pendaftaran) dapat cepat terisi.
💰 Biaya GRE General Test — Gambaran Lengkap
Berapa biaya sebenarnya untuk mengikuti GRE? (harga dalam USD + IDR)
Sumber: Daftar harga resmi ETS (ets.org), Februari 2026. Kurs: 1 USD ≈ 15.500 IDR.
Bentuk mengikuti ujian
Anda memiliki dua opsi:
Di pusat tes (Test Center) – ujian di pusat Prometric yang terotorisasi. Di Indonesia, pusat tes dapat ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Keuntungan: lingkungan yang tenang dan khusus, tidak ada risiko masalah teknis, layanan profesional. Kekurangan: Anda harus bepergian ke lokasi, fleksibilitas jadwal yang lebih rendah.
Di rumah (GRE at Home), Anda mengikuti ujian di komputer Anda sendiri, di bawah pengawasan proktor jarak jauh (melalui kamera dan mikrofon). Persyaratan: koneksi internet stabil, kamera, mikrofon, ruangan yang tenang tanpa orang lain, meja yang bersih. Keuntungan: kenyamanan, lebih banyak jadwal yang tersedia. Kekurangan: stres teknis (bagaimana jika internet mati?), keharusan memenuhi kondisi yang ketat – proktor dapat menghentikan ujian jika mendeteksi ketidakberesan.
Rekomendasi saya: Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian di pusat tes, pilih opsi tersebut. Anda menghilangkan variabel teknis dan dapat sepenuhnya fokus pada ujian. GRE at Home adalah alternatif yang baik jika Anda tidak memiliki akses mudah ke pusat tes atau lebih suka lingkungan Anda sendiri.
Dokumen identitas
Bagi calon mahasiswa Indonesia, dokumen terbaik adalah paspor. Pastikan nama lengkap di paspor Anda persis sama dengan data di sistem pendaftaran ETS – bahkan perbedaan kecil dapat menyebabkan masalah pada hari ujian.
Batas percobaan
Anda dapat mengikuti GRE hingga 5 kali dalam 12 bulan, dengan jeda minimal 21 hari antara setiap percobaan. ETS menawarkan fitur ScoreSelect, yang memungkinkan Anda memilih skor dari percobaan mana yang ingin Anda kirimkan ke universitas; Anda dapat mengirimkan skor dari satu percobaan tertentu atau dari semua percobaan. Berkat ini, skor yang tidak menguntungkan dari satu percobaan tidak harus memengaruhi aplikasi Anda.
Tips finansial: Jika biaya menjadi kendala, ETS menawarkan program Pengurangan Biaya (Fee Reduction) untuk calon mahasiswa dalam situasi keuangan sulit – diskonnya sebesar 50% dan mencakup biaya ujian serta biaya pengiriman skor. Ketentuan dapat ditemukan di situs web ETS.
GRE vs GMAT, ujian mana yang harus dipilih?
Jika Anda mempertimbangkan studi MBA atau program bisnis, Anda mungkin bertanya-tanya apakah lebih baik mengambil GRE atau GMAT Focus Edition. Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan – dan jawabannya tidak tunggal.
⚖ GRE General Test vs GMAT Focus Edition
| Kategori | GRE General Test | GMAT Focus Edition |
|---|---|---|
| Skala Skor | 130–170 (Verbal) + 130–170 (Kuantitatif) + 0–6 (AW) | 205–805 (skor keseluruhan) |
| Bagian | Verbal, Kuantitatif, Penulisan Analitis | Kuantitatif, Verbal, Data Insights |
| Durasi | sekitar 1j 58menit | sekitar 2j 15menit |
| Biaya | $220 (sekitar 3.410.000 IDR) | $275 (sekitar 4.262.500 IDR) |
| Esai / menulis | 1 esai (Penulisan Analitis) | Tidak ada esai |
| Kalkulator | Di seluruh bagian Kuantitatif | Hanya di bagian Data Insights |
| Kosakata | Tingkat lanjut — Text Completion, Sentence Equivalence | Tidak ada tugas kosakata khusus |
| Penerimaan MBA | ~90% program MBA teratas | Semua program MBA teratas |
| Universalitas | Bisnis + hukum + ilmu pasti + humaniora | Terutama program bisnis |
| Terbaik untuk | Calon mahasiswa yang mendaftar ke berbagai jenis program | Calon mahasiswa yang yakin dengan MBA dan kuat dalam analisis data |
| Masa berlaku skor | 5 tahun | 5 tahun |
Sumber: ETS (ets.org), GMAC (mba.com), perbandingan terbaru Februari 2026.
Kapan memilih GRE? Ketika Anda mendaftar ke berbagai jenis program, tidak hanya MBA, tetapi juga Master in Public Policy, Master in Economics, Ph.D. dalam ilmu komputer atau ilmu politik. GRE memberi Anda fleksibilitas terbesar, karena diterima oleh jangkauan program yang jauh lebih luas daripada GMAT. GRE juga $55 lebih murah dan lebih singkat. Jika kekuatan Anda terletak pada kosakata bahasa Inggris dan analisis teks – GRE Verbal secara statistik lebih sulit dalam hal kosakata, tetapi jika itu adalah keunggulan Anda, Anda bisa mendapatkan persentil yang tinggi.
Kapan memilih GMAT? Ketika Anda yakin ingin melanjutkan hanya ke MBA dan memiliki keterampilan analitis yang kuat. GMAT dianggap sebagai ujian “asli” untuk sekolah bisnis; beberapa komite penerimaan (meskipun secara resmi tidak akan mengakuinya) memperlakukan GMAT sebagai sinyal komitmen yang lebih kuat terhadap jalur bisnis. Bagian Data Insights di GMAT Focus Edition menguji keterampilan yang secara langsung berguna dalam program MBA.
Bagi calon mahasiswa Indonesia, rekomendasi saya adalah: jika Anda tidak 100% yakin bahwa Anda hanya ingin MBA dan tidak ada yang lain – pilih GRE. Ini memberi Anda lebih banyak pilihan, lebih murah, dan lebih singkat. Anda dapat menggunakan skor GRE untuk mendaftar ke program MBA, Ph.D., Master in Finance, dan banyak lagi. Namun, jika Anda bertekad untuk MBA dan memiliki latar belakang matematika yang sangat baik, pertimbangkan GMAT.
Strategi persiapan GRE – rencana untuk calon mahasiswa Indonesia
Persiapan GRE adalah maraton, bukan sprint. Sebagian besar ahli merekomendasikan 2-4 bulan persiapan intensif, dengan komitmen 10-20 jam belajar per minggu, yang berarti sekitar 100-250 jam belajar total. Namun, jam-jam tersebut harus dihabiskan dengan bijak.
Langkah 1: Tes diagnostik
Sebelum Anda mulai merencanakan apa pun, ikuti tes praktik resmi. ETS menyediakan dua tes praktik penuh secara gratis – PowerPrep Online. Skor diagnostik Anda akan menunjukkan seberapa jauh Anda dari tujuan dan di bagian mana Anda memiliki kelemahan terbesar. Ini adalah fondasi dari setiap rencana persiapan.
Langkah 2: Tetapkan target skor
Bersikaplah realistis, tetapi ambisius. Periksa skor rata-rata kandidat yang diterima di program yang Anda minati (banyak universitas mempublikasikan data ini di situs web mereka). Tujuan Anda harus setara atau sedikit di atas rata-rata tersebut, ini memberikan margin keamanan.
Langkah 3: Materi dan sumber daya
📚 Materi Terbaik untuk Persiapan GRE
Sumber daya teruji yang digunakan oleh calon mahasiswa dari seluruh dunia
Langkah 4: Rencana persiapan – jadwal mingguan
Sebagai calon mahasiswa Indonesia, Anda mungkin memiliki dasar matematika yang kuat. Manfaatkan ini, tetapi jangan meremehkan bagian Kuantitatif (format pertanyaan yang spesifik membutuhkan pembiasaan). Pada saat yang sama, alokasikan lebih banyak waktu untuk Penalaran Verbal, yang biasanya merupakan tantangan terbesar.
Minggu 1-4: Fondasi
- Tes diagnostik (PowerPrep) di minggu pertama
- Membangun kosakata: belajar 20-30 kata baru setiap hari dari kartu flash (Anki, Quizlet, daftar kata Gregmat)
- Mengulas konsep matematika dalam bahasa Inggris – pelajari terminologi
- Membaca satu artikel akademik setiap hari (The Economist, Scientific American)
- Mengenal jenis-jenis tugas, kerjakan 10-15 pertanyaan setiap hari dari setiap bagian
Minggu 5-8: Latihan Intensif
- Melatih jenis-jenis tugas tertentu di bawah tekanan waktu
- Verbal: fokus pada Reading Comprehension dan Text Completion – kerjakan minimal 20 pertanyaan setiap hari
- Kuantitatif: mengerjakan topik yang lebih sulit (probabilitas, kombinatorika, sifat bilangan)
- Menulis esai secara teratur sesuai waktu (1-2 kali seminggu), gunakan kumpulan topik resmi ETS
- Tes praktik setiap 2 minggu – analisis kesalahan setelah setiap tes
Minggu 9-12: Penyempurnaan dan Tes Praktik
- Tes praktik penuh dalam kondisi yang mirip dengan ujian (1-2 kali seminggu)
- Analisis kesalahan secara detail, buat “jurnal kesalahan” dan tinjau kembali
- Mengisi bagian kosong – jika Anda secara sistematis membuat kesalahan dalam Geometri atau Sentence Equivalence, alokasikan waktu tambahan untuk itu
- Ulasan kosakata, ulangi kata-kata yang paling sulit
Minggu Terakhir: Istirahat
- Ulasan ringan – tinjau catatan dan jurnal kesalahan Anda
- Jangan mempelajari materi baru
- Pastikan Anda cukup tidur, makan bergizi, dan rileks
- Siapkan dokumen identitas dan periksa logistik (alamat pusat tes, peralatan jika GRE at Home)
Jika Anda mempersiapkan GRE secara paralel dengan sertifikat bahasa (IELTS atau TOEFL, yang disyaratkan oleh banyak program), pertimbangkan untuk menggunakan prepclass.io untuk bagian bahasa – platform ini menawarkan tes praktik IELTS dan TOEFL lengkap dengan umpan balik AI, yang menghemat waktu dan memungkinkan Anda fokus pada pelatihan GRE yang spesifik.
Skor GRE dan universitas bergengsi, perspektif Indonesia
Jika Anda menargetkan universitas seperti Harvard, Stanford, MIT, Yale, atau Princeton – GRE adalah elemen penting dalam aplikasi, tetapi bukan satu-satunya. Komite penerimaan di program-program terkemuka menerapkan pendekatan holistik, yang mempertimbangkan seluruh profil kandidat:
- Skor GRE dan konteksnya (persentil, pola di setiap bagian)
- Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan kualitas universitas tempat Anda lulus
- Surat rekomendasi, dari profesor yang mengenal Anda dengan baik
- Statement of purpose / personal statement – kisah Anda, motivasi, tujuan
- Pengalaman penelitian atau profesional, publikasi, proyek, magang
- Aktivitas ekstrakurikuler – sukarela, organisasi mahasiswa, kepemimpinan
Sebagai calon mahasiswa Indonesia, Anda memiliki keunggulan unik: pendidikan matematika yang solid dari sekolah menengah atas di Indonesia, perspektif multikultural, pengalaman hidup di negara yang sedang bertransformasi, dan, jika Anda memiliki pengalaman penelitian dari universitas di Indonesia – keragaman yang berharga dalam kumpulan pelamar. Universitas-universitas terkemuka di AS secara aktif mencari diversifikasi internasional, yang menguntungkan Anda.
Ingat juga bahwa biaya studi di AS bisa tinggi, tetapi ada banyak pilihan beasiswa. Untuk program doktoral (Ph.D.), sebagian besar universitas menawarkan pendanaan penuh, biaya kuliah ditambah tunjangan hidup. Untuk program magister, beasiswa lebih jarang, tetapi masih tersedia, terutama di universitas-universitas terkemuka. Skor GRE yang tinggi adalah salah satu faktor yang dapat membantu Anda mendapatkan beasiswa. Sebaiknya Anda juga melihat jadwal aplikasi studi di luar negeri kami untuk merencanakan seluruh proses tepat waktu.
Tips praktis untuk hari ujian
Beberapa tips konkret yang dapat menyelamatkan beberapa poin berharga:
Sehari sebelumnya:
- Siapkan paspor dan konfirmasi alamat pusat tes (atau periksa peralatan jika Anda mengikuti ujian di rumah)
- Tidurlah pada waktu yang wajar – jangan belajar sampai jam dua pagi
- Siapkan pakaian yang nyaman berlapis-lapis (suhu di ruangan bisa tidak terduga)
Pagi hari:
- Makan sarapan ringan dengan indeks glikemik rendah (misalnya, oatmeal dengan kacang, telur di atas roti panggang)
- Bawa air dan camilan untuk istirahat (hanya untuk pusat tes, di GRE at Home tidak ada istirahat untuk makan)
- Datang ke pusat tes 30 menit sebelum ujian
Selama ujian:
- Kelola waktu – jangan berhenti lebih dari 2 menit pada satu pertanyaan. Jika Anda tidak tahu, tandai opsi terbaik dan lanjutkan
- Di bagian Verbal, jika Anda tidak tahu sebuah kata, gunakan konteks kalimat. Dalam Text Completion, baca seluruh kalimat sebelum melihat opsi
- Di bagian Kuantitatif – gunakan kalkulator di layar untuk perhitungan kompleks, tetapi lakukan operasi sederhana dalam pikiran (lebih cepat)
- Esai, alokasikan 2-3 menit untuk membuat rencana (tesis + 3 argumen) sebelum Anda mulai menulis. Lebih baik memiliki struktur yang jelas daripada berimprovisasi
- Istirahat – jika Anda mengikuti ujian di pusat tes, manfaatkan istirahat di antara bagian-bagian. Berdiri, minum air, bernapas dalam-dalam
Setelah ujian:
- Anda akan langsung melihat skor tidak resmi dari Verbal dan Kuantitatif, putuskan apakah Anda ingin mengirimkannya
- Jika skor memuaskan, pilih hingga 4 universitas untuk laporan gratis
- Jika skor di bawah ekspektasi – Anda dapat membatalkan skor (Anda memiliki 72 jam untuk memutuskan) dan mencoba lagi
⏱ Garis Waktu — dari GRE hingga studi pascasarjana
Contoh jadwal untuk kandidat yang menargetkan batas waktu Desember
Sumber: jadwal aplikasi tipikal untuk program Ph.D. dan Master di AS (tahun akademik 2026/2027)
Dukungan College Council, bagaimana kami bisa membantu?
Persiapan GRE hanyalah salah satu bagian dari teka-teki. Sama pentingnya adalah: pemilihan program, penulisan statement of purpose yang akan membuat Anda menonjol dari keramaian, mendapatkan surat rekomendasi yang kuat, dan merencanakan seluruh proses aplikasi tepat waktu.
Di College Council, kami membantu mahasiswa Indonesia di setiap langkah perjalanan ini. Mentor kami – lulusan universitas-universitas terkemuka di AS dan Eropa – menawarkan:
- Bantuan dalam merencanakan strategi ujian, apakah GRE, GMAT, atau mungkin keduanya? Kapan harus mengambil ujian? Skor berapa yang realistis?
- Dukungan dalam persiapan aplikasi untuk program magister dan doktoral – mulai dari pemilihan universitas hingga penyuntingan akhir statement of purpose
- Persiapan untuk ujian bahasa. IELTS dan TOEFL di platform prepclass.io dengan tes praktik dan umpan balik AI
- Konsultasi holistik – bagaimana membangun profil yang akan membuat calon mahasiswa Indonesia menonjol di tengah persaingan internasional
Jika Anda merencanakan studi pascasarjana di luar negeri dan ingin mendiskusikan strategi Anda, hubungi kami. Konsultasi pertama akan membantu Anda memahami posisi Anda dan langkah-langkah selanjutnya.
FAQ – pertanyaan yang sering diajukan tentang GRE
Ringkasan – apakah GRE untuk Anda?
GRE General Test adalah ujian yang membuka pintu ke salah satu program pendidikan terbaik di dunia, program magister dan doktoral yang mendidik ilmuwan, insinyur, analis, dan pemimpin masa depan. Format baru yang lebih singkat (sejak September 2023) lebih ramah dari sebelumnya – kurang dari 2 jam alih-alih hampir 4 jam, hasil lebih cepat, tidak ada bagian eksperimental.
Bagi calon mahasiswa Indonesia, GRE adalah ujian di mana Anda benar-benar bisa bersinar, terutama di bagian Kuantitatif, di mana pendidikan matematika Anda dari Indonesia memberi Anda keunggulan nyata. Bagian Verbal adalah tantangan, tetapi dengan membangun kosakata secara sistematis selama 2-3 bulan, Anda dapat mencapai skor yang akan membuat Anda menonjol di tengah persaingan internasional.
Langkah selanjutnya:
- Ikuti tes diagnostik – PowerPrep Online gratis di situs web ETS. Anda akan mengetahui seberapa jauh Anda dari tujuan
- Tetapkan target skor, periksa skor rata-rata di program yang Anda minati
- Mulai persiapan – ETS Official Guide + Gregmat atau Magoosh. Rencanakan 2-4 bulan
- Siapkan sertifikat bahasa secara paralel, IELTS atau TOEFL disyaratkan oleh banyak program. Berlatih di prepclass.io dengan tes praktik dan umpan balik AI
- Rencanakan seluruh proses aplikasi – jadwal aplikasi studi di luar negeri kami akan membantu Anda mengatur semuanya tepat waktu
- Jika Anda mempertimbangkan MBA, baca panduan GMAT kami untuk memilih antara GRE dan GMAT secara sadar
Semoga berhasil dalam ujian – dan dalam studi yang akan menyusul setelahnya.