Bayangkan kamu sedang menjalani tahun pertama Natural Sciences di Cambridge. Selepas kuliah pagi kimia organik di fakultas di Lensfield Road, kamu kembali ke college-mu — Trinity, jika kamu beruntung — dan duduk untuk sesi supervision. Kalian hanya berdua atau bertiga. Profesor memberimu satu soal mekanika kuantum yang belum bisa kamu pecahkan sendiri. Ia tidak menanyakan motivasimu. Ia bertanya, mengapa integralmu divergen menuju tak hingga. Esok harinya kamu punya pilihan: pergi ke praktikum biologi sel atau fisika zat padat? Karena di NatSci kamu memang boleh memilih. Inilah Tripos — sistem yang dirancang pada abad ke-15 dan hingga kini menentukan seperti apa program sarjana di Cambridge.
Cambridge adalah universitas tempat Isaac Newton merumuskan hukum mekanika di Trinity College, Charles Darwin belajar di Christ’s College, Stephen Hawking mempertahankan disertasinya di Trinity Hall, dan Alan Turing memulai di King’s College. 120+ peraih Hadiah Nobel — lebih banyak dari universitas mana pun di dunia (sumber: Wikipedia — Cambridge Nobel laureates). Menurut QS World University Rankings 2026, Cambridge menempati peringkat #5 dunia, dan di bidang ilmu alam serta matematika secara konsisten bertahan di tiga besar global.
Dalam panduan ini saya akan menunjukkan program studi (Triposes) terkuat di Cambridge — mulai dari Natural Sciences dan Engineering yang menjadi unggulan, lalu Mathematics dengan STEP, HSPS, Economics dan Computer Science, hingga Medicine dan Law. Saya akan menjelaskan cara kerja sistem Part IA → IB → II → III, bagaimana spesialisasi dipersempit, dan membantumu memutuskan Tripos mana yang cocok untuk pelamar dari Indonesia setelah lulus SMA. Jika kamu baru memulai riset, mulailah dari panduan pendaftaran utama ke Cambridge — itu artikel induk dari teks cluster ini.
Sumber: University of Cambridge — Undergraduate Course Structure, 2025/26
Bagaimana sistem Tripos bekerja dan apa bedanya dengan kuliah di Indonesia?
Tripos sebenarnya hanyalah nama program sarjana versi Cambridge — secara historis berasal dari bangku berkaki tiga (Yunani tripous) tempat penguji duduk saat ujian lisan pada abad ke-15. Kini setiap program studi di Cambridge punya Tripos-nya sendiri, terbagi menjadi Parts: IA (tahun 1), IB (tahun 2), II (tahun 3) dan — pada program tertentu — III (tahun 4). Setiap Part adalah tahapan tertutup yang diakhiri ujian, dan di setiap pergantiannya kamu bisa mengubah spesialisasi. Bagi lulusan SMA di Indonesia, ini berarti sesuatu yang asing dari sistem kampus dalam negeri: kamu tidak memilih jurusan sekali untuk lima tahun ke depan, melainkan menegosiasikannya dari tahun ke tahun.
Yang paling fleksibel adalah Natural Sciences Tripos (NatSci). Di Part IA kamu memilih 3 mata kuliah dari daftar 8 (fisika, kimia, matematika untuk NatSci, biologi sel, biologi organisme, fisiologi, ilmu material, ilmu kebumian). Di Part IB kamu menguranginya menjadi 2-3, di Part II menjadi satu. Seorang mahasiswi yang memulai dengan fisika, kimia, dan matematika bisa lulus di Part II sebagai fisikawan teoretis — atau, jika ternyata menemukan jiwa kimiawan dalam dirinya, sebagai kimiawan. Di Indonesia, perubahan seperti itu menuntut pindah jurusan dan kehilangan satu tahun. Di NatSci itu bukan pindah jurusan, melainkan sekadar langkah berikutnya dalam Tripos.
Pilar kedua Cambridge adalah sistem supervision (penjelasan lebih lengkap ada di panduan utama kami tentang Cambridge). Sekali seminggu, dalam kelompok 1-3 orang, kamu bertemu seorang supervisor — paling sering fellow dari college-mu, kadang seorang kandidat doktor di bidang terkait — dan membahas esai atau kumpulan soal yang kamu kerjakan sendiri. Supervision-lah yang membuat Cambridge menjadi Cambridge, bukan kuliahnya. Kuliah bisa kamu tonton di YouTube dari MIT. Supervision adalah bentuk belajar yang tidak bisa disalin.
Mengapa Natural Sciences (NatSci) menjadi program unggulan Cambridge?
NatSci adalah program terbesar dan paling bergengsi di Cambridge untuk bidang sains — sekitar 700 mahasiswa baru per tahun (sumber: Cambridge Faculty of Biology). Mengapa bukan program “fisika” atau “kimia” terpisah? Karena Cambridge berasumsi bahwa anak berbakat usia 18 tahun mungkin belum tahu apakah ia seorang fisikawan atau ahli biologi molekuler. NatSci memungkinkannya menemukan jawaban itu sepanjang tahun pertama, sambil memanfaatkan fakultas yang benar-benar terbaik di Eropa di tiap bidang tersebut.
NatSci terbagi secara tidak resmi menjadi dua jalur: Physical (fisika, kimia, material, ilmu kebumian, matematika-fisika) dan Biological (biologi sel, biokimia, fisiologi, neuroscience). Pilihan di antara keduanya tidak diformalkan — terbentuk melalui mata kuliah apa yang kamu pilih di Part IA. Mahasiswi dengan latar kimia dan biologi yang kuat secara alami berlabuh di Biological NatSci. Lulusan dengan kekuatan matematika-fisika menuju Physical.
Tingkat penerimaan NatSci berkisar 18-22% tergantung jalurnya — angka itu rata-rata Cambridge (sumber: Cambridge Undergraduate Admissions Statistics). Persyaratannya adalah A*A*A dari A-levels atau 42 poin dari IB (dengan 7,7,7 di Higher Level). Bagi pelamar dengan kualifikasi nasional, Cambridge mengonversi syarat A-level ke ekuivalen pada ijazah SMA / UTBK-SNBT — biasanya nilai sangat tinggi di matematika dan minimal dua mata pelajaran sains yang relevan dengan jalur yang dipilih; perlu dicatat bahwa sebagian besar pelamar internasional masuk dengan A-level atau IB yang memang dirancang menuju jalur ini. Di samping itu ada ESAT (Engineering and Science Admissions Test) — ujian masuk matematika, fisika, biologi, atau kimia — dan interview.
NatSci juga punya efek sampingan menarik: ini jalur terkuat menuju Cambridge bagi yang belum menentukan pilihan. Jika kamu tahu ingin menekuni sains tetapi belum bisa memilih antara fisika dan kimia — kamu melamar ke NatSci, dan keputusannya kamu ambil di Part IB.
Apakah Engineering di Cambridge pilihan lebih baik daripada Imperial?
Cambridge Engineering berada di peringkat #3 di UK dan sepuluh besar dunia (sumber: QS Engineering Rankings 2026). Namun yang membedakannya bukan peringkat — melainkan filosofi programnya. Semua mahasiswa tahun pertama menjalani Engineering Tripos yang sama: mekanika, struktur, elektronika, informasi, termodinamika, dan material. Kamu tidak memilih “Mechanical Engineering” atau “Aerospace” sejak awal. Kamu memilih setelah dua tahun, saat sudah tahu apa yang benar-benar memikatmu.
Sebagai pembanding, Imperial College London langsung dimulai dengan spesialisasi tertentu: kamu melamar ke Mech Eng, Aero, Civil, Chemical, atau EEE dan selama tiga tahun penuh menelusuri jalur itu. Imperial lebih dekat dengan pasar kerja London (City, finance, konsultan) dan punya kaitan lebih kuat dengan Big Tech (Google, Meta, DeepMind). Cambridge — lebih dekat dengan tradisi teknik akademik (ARM Holdings lahir di sini, AstraZeneca, Microsoft Research Cambridge).
Mengapa pelamar dari Indonesia sebaiknya memilih Cambridge? Karena dua hal. Pertama, jika kamu belum yakin apakah ingin menekuni Mech Eng, Aero, atau Information Engineering — Cambridge memberimu dua tahun untuk memutuskan. Kedua, tahun keempat (Part IIB → MEng) adalah jalur paling umum di Cambridge — kamu lulus dengan gelar Master of Engineering, bukan BA. Ini berarti saat melamar PhD dan sejumlah posisi teknik yang mensyaratkan gelar magister.
Persyaratan: A*A*A dari A-levels (matematika + fisika wajib), 42 IB (7 di matematika HL dan fisika HL), ESAT + interview. Bagi pelamar dengan ijazah SMA / UTBK-SNBT, Cambridge mengharapkan nilai matematika dan fisika yang sangat tinggi sebagai ekuivalen A-level, ditambah hasil ESAT yang sangat baik.
Apa yang membedakan Cambridge Mathematics dan apa itu STEP?
Cambridge Mathematics adalah program matematika tersulit di UK dan salah satu yang tersulit di dunia. Tawaran standarnya adalah A*A*A + 1,1 dari STEP — yaitu nilai tertinggi pada makalah-makalah STEP (Sixth Term Examination Paper). STEP adalah ujian matematika tambahan yang diikuti khusus oleh pelamar Mathematics di Cambridge dan Warwick. Terdiri dari beberapa makalah (STEP 1, 2, 3), masing-masing 3 jam berisi soal pembuktian terbuka. STEP berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada matematika peminatan tingkat SMA — ini menguji cara berpikir matematis, bukan penguasaan teknik.
Mathematical Tripos secara historis adalah program paling termasyhur di Cambridge. Di sini belajar Newton (Trinity ‘65), Hardy, Ramanujan (lewat Trinity, meski tidak pernah menamatkan kualifikasi menengah formalnya), Turing (King’s ‘34), dan Hawking (BA Trinity Hall ‘66, lalu PhD). Tripos ini 3 tahun dengan opsi Part III di tahun keempat — Part III adalah tahun pascasarjana elite secara global dengan gelar MASt (Master of Advanced Study), yang menjadi tujuan para peraih medali Olimpiade Matematika Internasional dari seluruh dunia.
Sebagian mahasiswa Mathematics, setelah Part IB, beralih ke NatSci Physical (melanjutkan fisika) atau ke Mathematical Tripos Part II Applied (matematika terapan, fisika teoretis). Ini menunjukkan fleksibilitas sistem — pilihannya tidak sekali jadi.
Pelamar dari Indonesia ke Cambridge Math sebaiknya merupakan peraih medali olimpiade matematika (minimal tingkat provinsi, idealnya tingkat nasional) atau punya hasil setara dengan SMA-SMA unggulan yang berlatar olimpiade — sekolah-sekolah dengan rekam jejak Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika dan pembinaan tim menuju Olimpiade Matematika Internasional (IMO) secara konsisten menghasilkan kandidat semacam ini. Nilai matematika SMA yang sempurna saja tidak cukup — STEP memverifikasi apakah kamu bisa membuktikan, bukan sekadar menghitung. Mulailah persiapan STEP minimal satu tahun sebelum aplikasi — materi terbaik adalah arsip resmi STEP dari Cambridge Assessment Admissions Testing.
Apa beda HSPS, Economics, dan Law sebagai jalur humaniora-sosial?
Cambridge tidak punya program PPE — itu program unggulan Oxford. Cambridge menawarkan tiga Tripos terpisah yang bersama-sama mencakup ruang itu:
HSPS (Human, Social and Political Sciences) adalah padanan terdekat dari PPE. Ia menggabungkan sosiologi, antropologi sosial, ilmu politik, hubungan internasional, dan — secara opsional — psikologi. Tidak memuat filsafat maupun ekonomi dalam program intinya. Ini jalur yang kuat bagi orang yang tertarik pada ilmu sosial empiris, politik global, dan riset tentang ketimpangan. Tidak cocok bagi yang ingin menjadi ekonom.
Economics Tripos adalah program terpisah yang sangat teknis. Cambridge Economics menempati peringkat #2 di UK (setelah LSE) dan sepuluh besar dunia. Mensyaratkan matematika dengan nilai sangat tinggi (A* di Maths A-level, 7 di Maths HL IB, atau ekuivalen nilai matematika SMA yang sangat tinggi) dan TMUA (Test of Mathematics for University Admission). Programnya sangat matematis — econometrics, microeconomics, macroeconomics, math for economists. Ini bukan “bisnis” — ini ekonomi akademik.
Law (LLB) di Cambridge adalah program hukum 3 tahun yang berujung pada gelar BA in Law (meski kerap disebut LLB). Mensyaratkan LNAT (Law National Aptitude Test) dan interview. Cambridge Law berada di peringkat #1 di UK (sumber: QS Law Rankings 2026). Bagi pelamar dari Indonesia ada satu catatan penting: hukum Inggris menganut sistem common law, sedangkan hukum Indonesia bersistem hukum kontinental (civil law) — gelar dari Cambridge tidak otomatis membolehkanmu berpraktik sebagai advokat di Indonesia. Kamu perlu menempuh penyetaraan ijazah luar negeri melalui Ditjen Dikti / Kemendikbud dan melengkapi pendidikan profesi serta ujian profesi advokat dalam negeri jika ingin kembali berpraktik.
| Tripos | Durasi | Tes masuk | Penerimaan ~ | Kekhasan |
|---|---|---|---|---|
| Natural Sciences | 3-4 tahun (BA/MSci) | ESAT | 18-22% | 3-4 mata kuliah di awal, spesialisasi di Y2/Y3 |
| Engineering | 4 tahun (MEng) | ESAT | 18-20% | Program bersama selama 2 tahun, spesialisasi di Part IIA |
| Mathematics | 3-4 tahun (MMath) | STEP 2 + 3 | ~22% | Matematika tersulit di UK — STEP menuntut pembuktian |
| Computer Science | 3-4 tahun | TMUA | 9-11% | Program tersulit untuk diterima di Cambridge |
| Medicine | 6 tahun (MB BChir) | UCAT | ~18% | 3 tahun Pre-Clinical + 3 tahun Clinical di Cambridge Hospitals |
| HSPS | 3 tahun (BA) | tidak ada | ~22% | Sosiologi, antropologi, ilmu politik. Tanpa ekonomi dan filsafat |
| Economics | 3 tahun (BA) | TMUA | ~17% | Ekonomi akademik yang sangat matematis |
| Law (BA Law) | 3 tahun (BA) | LNAT | ~18% | Common law — perlu penyetaraan ijazah jika kembali ke Indonesia |
Sumber: Cambridge Undergraduate Admissions — Course Statistics 2025/26
Mengapa Computer Science Cambridge punya tingkat penerimaan <11%?
Computer Science adalah program tersulit untuk diterima di Cambridge — tingkat penerimaannya di kisaran 9-11% (sumber: Cambridge Computer Science admissions). Alasannya sederhana: 100-150 kursi per tahun, dengan 1500-2000 aplikasi dari seluruh dunia. Itu lebih rendah daripada sebagian besar Ivy League (lihat panduan kami tentang Ivy League).
Cambridge CS berbeda dari Imperial CS atau Oxford CS dalam tiga hal:
- Dasar teoretis yang kuat. Tahun pertama dipenuhi matematika diskrit, logika, dan teori komputasi. Mahasiswa sering mengeluh bahwa “ini lebih mirip Mathematical Tripos daripada CS”. Itu memang disengaja — Cambridge membangun teori yang ketat, bukan rekayasa perangkat lunak.
- Keterkaitan dengan laboratorium AI. DeepMind Cambridge ada di kota ini, Microsoft Research Cambridge tepat di samping kampus. Ekosistem AI di sekitar Cambridge pada 2026 sebanding dengan Stanford dan MIT, meski skalanya lebih kecil.
- Part III (MEng/MASt) — tahun keempat adalah tahun opsional yang sangat berorientasi riset. Jalur yang luar biasa menuju PhD di Cambridge, MIT, atau Stanford.
Persyaratan: A*A*A (A* di matematika wajib, A* di Further Mathematics sangat dianjurkan), TMUA + interview teknis (kamu memecahkan soal pemrograman atau matematika secara langsung). Bagi pelamar dari Indonesia: nilai matematika SMA yang sempurna, informatika/komputasi yang kuat dianjurkan, dan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika/Komputer atau Matematika — termasuk pembinaan menuju Olimpiade Informatika Internasional (IOI) — sangat meningkatkan peluang.
Berapa lama Medicine di Cambridge dan apakah layak dari sudut pandang pelamar Indonesia?
Medicine standar di Cambridge berlangsung 6 tahun: 3 tahun Pre-Clinical (bergaya Natural Sciences, banyak biokimia, fisiologi, anatomi, genetika — Part IA, IB, II) + 3 tahun Clinical di Cambridge University Hospitals (Addenbrooke’s). Kamu lulus dengan gelar MB BChir — padanan gelar dokter di Inggris.
Cambridge juga menyelenggarakan Graduate Course in Medicine — jalur 4 tahun bagi mereka yang sudah punya gelar (paling sering dari biologi, biokimia, atau bidang serumpun). Tingkat penerimaan Graduate Medicine sekitar 6-8% — sangat kompetitif. Mensyaratkan GAMSAT ditambah interview.
Bagi pelamar dari Indonesia ini jalur yang menarik tetapi tidak mudah. Plus: gelar MB BChir dari Cambridge dikenal secara global — kamu bisa bekerja di mana saja di Inggris Raya, Irlandia, Kanada, Australia, dan sebagian besar Eropa. Minus: setelah 6 tahun kamu belum menjadi dokter penuh — di UK kamu menjalani Foundation Programme (2 tahun), lalu spesialisasi (5-8 tahun). Kembali ke Indonesia menuntut penyetaraan ijazah luar negeri melalui Ditjen Dikti plus menempuh jalur kompetensi dan adaptasi profesi (uji kompetensi dokter / UKMPPD dan proses adaptasi sesuai aturan otoritas kesehatan) — prosesnya bisa 6-12 bulan. Jalur realistis: 6 tahun di Cambridge + 2 tahun Foundation di UK + kembali ke Indonesia untuk spesialisasi, atau menetap berkarier di UK sepenuhnya.
Persyaratan: A*A*A dari A-levels (Chemistry + satu dari: Biology/Physics/Maths wajib), UCAT + interview, dan pengalaman relawan di bidang layanan kesehatan. Bagi pelamar dengan ijazah SMA, dibutuhkan nilai kimia dan biologi yang sangat tinggi sebagai ekuivalen A-level.
Tripos mana yang cocok untuk pelamar dari Indonesia setelah SMA?
Kesalahan paling umum pelamar dari Indonesia ke Cambridge adalah mencoba mencocokkan program dengan apa yang mereka kenal di tanah air — “karena saya ambil peminatan IPA dengan matematika-fisika di SMA, saya akan pilih Physics di Cambridge”. Cambridge tidak punya program Physics yang terpisah. Yang ada adalah NatSci dengan spesialisasi Physics di Part II dan III. Mahasiswa yang sama, jika melamar ke Imperial College, bisa memilih “Physics” sebagai program tersendiri. Ini perbedaan sistemik, bukan sekadar pemasaran.
Tiga jalur realistis untuk lulusan SMA dari Indonesia:
Jalur 1: kuat di matematika-fisika, aspirasi akademik tinggi. Lamar ke Mathematics (jika kamu peraih medali olimpiade matematika dan tidak gentar pada STEP), NatSci Physical (jika tertarik fisika tetapi tak ingin sepenuhnya matematika), atau Engineering (jika ingin penerapan teknis, misalnya Aero, robotika, energi). Periksa nilai matematikamu di kalkulator GPA kami — itu akan menunjukkan posisimu relatif terhadap median Cambridge (mengonversi nilai matematika-fisika tertinggi menjadi ekuivalen A*A*A itu masuk akal, tetapi kamu perlu prestasi olimpiade agar menonjol).
Jalur 2: biologi + kimia kuat, tertarik kedokteran. Lamar ke Medicine (jika siap menjalani 6 tahun + Foundation di UK) atau NatSci Biological (jika tertarik riset, biologi molekuler, neuroscience, bioteknologi). NatSci Biological lebih sering mengarah ke PhD dan karier akademik, Medicine — ke praktik klinis.
Jalur 3: humaniora dan ilmu sosial. Di sinilah paling sulit. Cambridge HSPS, Economics, Law — semuanya sangat kuat, tetapi persaingan dengan pelamar Inggris dari private school elite (Eton, Westminster, St Paul’s) dan pelamar dari AS sangat brutal. Mitos yang perlu diluruskan: “Cambridge menerima pelamar internasional lebih mudah karena mencari keberagaman”. Tidak. Statistik menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pelamar internasional sering lebih rendah daripada home students (sumber: Cambridge Admissions Statistics) — sebab kuota kursi untuk internasional sedikit, sedangkan aplikasinya banyak. Pelamar dari Indonesia yang memilih humaniora harus menonjol dengan sesuatu yang lebih dari sekadar nilai ujian — prestasi di kompetisi debat dan esai, lomba karya tulis ilmiah, publikasi, atau keterlibatan dalam kerja sosial-politik.
Apa pun jalurnya, hitung nilaimu dan uji realistis-tidaknya tawaran di kalkulator GPA kami sebelum kamu mulai menulis personal statement. Jika nilai matematikamu hanya pas-pasan, Cambridge Math bukan pilihan realistis, sekuat apa pun keinginanmu masuk ke sana. Jika nilaimu sangat tinggi — peluang terbuka, tetapi kamu butuh prestasi olimpiade, personal statement yang baik, dan persiapan untuk tes masuk.
FAQ — pertanyaan paling sering tentang program studi di Cambridge
Kesimpulan — langkah berikutnya
Cambridge adalah universitas tempat sistem Tripos memaksamu memandang pilihan program sebagai sebuah proses, bukan keputusan sekali jadi. Lulusan SMA dari Indonesia, yang terbiasa dengan model “pilih sekali dan jalani jalur itu selama beberapa tahun”, harus mengubah pola pikir. Jalur terkuat untuk pelamar dari Indonesia adalah Natural Sciences (jika kamu belum menentukan pilihan di bidang sains), Mathematics (jika kamu peraih medali olimpiade), Engineering (jika kamu ingin penerapan teknis), dan Medicine (jika kamu siap menjalani 6+2 tahun di UK).
Langkah berikutnya jika kamu berencana mendaftar:
- Periksa panduan pendaftaran utama — kuliah di Cambridge: panduan lengkap — UCAS, ESAT/TMUA/STEP, interview, tenggat waktu.
- Hitung nilaimu — gunakan kalkulator GPA kami dan lihat bagaimana hasil ujianmu dibandingkan tawaran khas Cambridge (A*A*A → ekuivalen nilai tertinggi dari kualifikasi nasionalmu).
- Bandingkan dengan Oxford — kuliah di Oxford University: panduan lengkap — kapan memilih Oxford daripada Cambridge.
- Bandingkan dengan Imperial — kuliah di Imperial College London — sangat penting jika kamu mempertimbangkan Engineering atau Computer Science.
- Mulai persiapan tes masuk — STEP (untuk Math), ESAT (NatSci, Engineering), TMUA (CS, Economics), UCAT (Medicine), LNAT (Law). Masing-masing punya arsip soal tersendiri di Admissions Testing.
- Cek beasiswa — LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) untuk jenjang sarjana dan pascasarjana terpilih, Chevening (terutama untuk jenjang pascasarjana), dan Gates Cambridge Scholarship untuk graduate students.
Memilih program studi di Cambridge bukanlah keputusan yang bisa ditunda sampai Oktober menjelang tenggat UCAS (15 Oktober). Ini sebuah proses yang dimulai satu hingga satu setengah tahun sebelumnya — dari riset, kontak dengan alumni Indonesia (komunitas pelajar Indonesia di UK, seperti PPI UK / Perhimpunan Pelajar Indonesia, cukup aktif), membaca silabus Triposes di katalog resmi Cambridge, dan penilaian jujur atas hasil matematikamu sendiri. Jika kamu membidik Cambridge — putuskan lebih awal dan putuskan berdasarkan angka, bukan berdasarkan apa yang terdengar bergengsi.
Sumber dan metodologi
- University of Cambridge — situs resmi — www.cam.ac.uk — informasi tentang universitas, pendaftaran, program studi
- Cambridge Undergraduate Admissions — undergraduate.study.cam.ac.uk — katalog lengkap Triposes, statistik penerimaan, persyaratan
- Cambridge Assessment Admissions Testing — admissionstesting.org — STEP, ESAT, TMUA — arsip ujian
- QS World University Rankings 2026 — topuniversities.com — peringkat internasional
- Wikipedia — University of Cambridge — fakta, sejarah, daftar peraih Nobel
- LPDP — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan — lpdp.kemenkeu.go.id — beasiswa pemerintah Indonesia
- Chevening Scholarships — chevening.org — beasiswa Pemerintah Inggris untuk pelajar internasional
- Penyetaraan Ijazah Luar Negeri — Ditjen Dikti / Kemendikbud — piln.kemdikbud.go.id — penyetaraan ijazah luar negeri di Indonesia
- College Council — college-council.com — konsultasi pendidikan untuk pelamar dari Indonesia