Skip to content

SAT vs ACT — mana yang dipilih? Panduan 2026

Ujian

SAT vs ACT: struktur, biaya, waktu, penerimaan di Eropa dan AS. Ujian mana yang lebih baik untuk pelajar Indonesia? Perbandingan dengan tabel dan rekomendasi.

Lembar ujian SAT dengan pensil dan kalkulator di atas meja

Lead image: Wikimedia Commons

SAT vs ACT – mana yang dipilih? Perbandingan lengkap untuk pelajar Indonesia

SAT vs ACT – mana yang dipilih? Bagi pelajar Indonesia, SAT adalah pilihan lebih baik dalam 90% kasus: lebih murah ($107 vs $175+), lebih luas diterima di Eropa, dengan tekanan waktu lebih rendah dan kalkulator Desmos bawaan. ACT hanya layak dipertimbangkan jika bahasa Inggrismu sangat baik dan biologi atau fisikamu kuat. Tapi itu ringkasan – dan setan ada di detailnya.

Salah satu email yang paling sering kami terima di College Council berbunyi: „Sebaiknya saya mengikuti SAT atau ACT?” Versi lengkap pertanyaan ini biasanya seperti ini: „Matematika saya bagus, bahasa Inggris sedang, ingin mendaftar ke Belanda dan AS, anggaran saya X – pilih yang mana?” Dan setiap kali, jawaban kami dimulai dengan kalimat yang sama: kemungkinan besar SAT. Tapi „kemungkinan besar” bukan „pasti” – dan justru karena itu artikel ini panjangnya 5000 kata, bukan satu kalimat.

Mari mulai dari dasar. Baik SAT (College Board) maupun ACT (ACT Inc.) adalah tes standar yang diterima oleh semua universitas di AS. Tidak ada satu pun universitas yang lebih menyukai salah satu di atas yang lain – Harvard, MIT, Stanford, Yale – setiap universitas ini memperlakukan kedua nilai secara identik. Jika ada yang bilang bahwa „Ivy League lebih suka SAT” atau „universitas Midwest lebih suka ACT” – itu mitos dari tahun 90-an yang tidak punya dasar di realitas 2026.

Tapi fakta bahwa universitas memperlakukan kedua tes secara setara tidak berarti kedua tes itu sama. Keduanya berbeda dalam struktur, tempo, cakupan materi, biaya, dan – yang khusus penting bagimu sebagai pelajar Indonesia – penerimaan di Eropa. Perbedaan-perbedaan itu bisa memiringkan timbangan dengan tegas ke satu sisi.

Sebelum masuk ke hal-hal konkret, satu catatan. Artikel ini ditulis dari perspektif pelajar internasional yang merencanakan kuliah di luar negeri. Jika kamu tinggal di AS, bersekolah di high school Amerika, dan bahasa Inggris adalah bahasa pertamamu – kalkulasinya berbeda. Tapi jika kamu di Jakarta, Surabaya, atau Bandung, belajar di SMA, dan membaca artikel ini karena bertanya-tanya apakah SAT atau ACT yang memberimu peluang lebih baik ke MIT, Bocconi, atau University of Amsterdam – teruslah membaca. Mari masuk ke hal konkret.

SAT vs ACT – perbandingan singkat

SAT (College Board)
Waktu2j 14mnt
Bagian2 (R&W + Math)
Skor400–1600
Biaya (intl)$107
FormatDigital, adaptif
KalkulatorDesmos bawaan
Penerimaan EULuas
ACT (ACT Inc.)
Waktu2j 55mnt (+35mnt Writing)
Bagian4 (Eng, Math, Read, Sci)
Skor1–36 (composite)
Biaya (intl)$175–225
FormatDigital (sejak 2025)
KalkulatorBawa sendiri
Penerimaan EUTerbatas

Data untuk tahun akademik 2025/2026. Sumber: College Board, ACT Inc.

Struktur ujian – apa persisnya yang kamu kerjakan?

Sekilas, SAT dan ACT terlihat seperti dua ujian berbeda yang menguji hal yang sama. Dan sebagian besar memang demikian – keduanya memeriksa kemampuan membaca pemahaman, penguasaan tata bahasa Inggris, dan matematika tingkat SMA. Tapi struktur, tempo, dan formatnya cukup berbeda sehingga satu pendekatan bisa jauh lebih cocok untukmu daripada yang lain.

SAT – dua bagian, format adaptif

Sejak 2024, SAT sepenuhnya digital dan adaptif, artinya tingkat kesulitan soal di bagian kedua menyesuaikan dengan bagaimana kamu mengerjakan bagian pertama. Ujian terdiri dari dua bagian utama:

Reading & Writing (54 soal, 64 menit) – dibagi menjadi dua modul masing-masing 32 menit. Setiap soal punya teks pendek sendiri (50–150 kata) – kamu tidak membaca teks panjang seperti di ACT. Soal-soal menyangkut tata bahasa, retorika, logika teks, kosakata dalam konteks, dan analisis argumen. Setelah modul pertama, algoritma menilai levelmu dan menyesuaikan kesulitan modul kedua – jika kamu mengerjakannya dengan baik, kamu mendapat soal lebih sulit (tetapi bernilai lebih banyak poin). Jika modul pertama lebih lemah, modul kedua lebih mudah, tetapi potensi skor maksimummu turun.

Math (44 soal, 70 menit) – juga dua modul adaptif masing-masing 35 menit. Mencakup aljabar, aljabar lanjut (fungsi kuadrat, polinomial, eksponensial), geometri, trigonometri (dasar), dan analisis data. Sekitar 75% soal adalah pilihan ganda, sisanya adalah jawaban yang diisi sendiri. Kalkulator Desmos terpasang dalam platform ujian dan tersedia sepanjang seluruh durasi bagian Math – kamu tidak perlu membawa kalkulator sendiri.

Antar bagian ada jeda 10 menit. Total waktu: 2 jam 14 menit.

ACT – empat bagian, kesulitan tetap

ACT adalah ujian yang lebih panjang dan lebih tradisional. Sejak 2025 tersedia dalam format digital, tetapi tidak adaptif – setiap peserta mendapat soal dengan tingkat kesulitan sama, disusun dari yang lebih mudah ke yang lebih sulit dalam tiap bagian.

English (75 soal, 45 menit) – menguji tata bahasa Inggris dan keterampilan retorika. Kamu mendapat 5 teks, masing-masing dengan 15 soal terkait bagian yang digarisbawahi. Kamu harus memutuskan apakah bagian itu sudah benar atau perlu koreksi. Tempo: 36 detik per soal – tercepat dari semua bagian di kedua ujian.

Math (60 soal, 60 menit) – lebih luas daripada SAT. Selain semua yang ada di SAT, ditambah logaritma, matriks (dasar), bilangan kompleks pada tingkat kesulitan tertinggi, dan lebih banyak trigonometri (grafik fungsi trigonometri, identitas). Soal punya 5 pilihan jawaban (bukan 4 seperti di SAT). Kamu boleh memakai kalkulator sendiri (dari daftar model yang diizinkan), tetapi tidak punya akses ke Desmos.

Reading (40 soal, 35 menit) – membaca pemahaman dalam format tradisional. 4 teks panjang (prosa, ilmu sosial, humaniora, ilmu pengetahuan alam), masing-masing 10 soal. Kamu harus membaca seluruh teks, lalu menjawab soal – tidak ada teks pendek seperti di SAT. Waktu per teks: 8 menit 45 detik termasuk menjawab.

Science (40 soal, 35 menit) – bagian khas ACT yang tidak dimiliki SAT. Berlawanan dengan namanya, ia tidak menguji pengetahuan sains – ia memeriksa kemampuan membaca grafik, tabel, deskripsi eksperimen, dan menarik kesimpulan dari data. 6–7 set data, masing-masing dengan beberapa soal. Tiga jenis tugas: interpretasi data (grafik), ringkasan penelitian (eksperimen), dan konflik hipotesis (dua teori ilmiah yang bertentangan). Pengetahuan dasar biologi, kimia, dan fisika membantu, tetapi 90% jawaban akan kamu temukan di dalam data itu sendiri.

Writing (opsional, 1 esai, 40 menit) – esai argumentatif. Hampir tidak ada universitas yang masih mensyaratkannya. Panduan ACT kami membahasnya secara rinci, tetapi saran singkat: jangan ambil, kecuali universitas tertentu mensyaratkannya.

Perbedaan struktural kunci: adaptivitas

Ini poin yang sering dilewatkan banyak siswa, padahal punya konsekuensi nyata. SAT bersifat adaptif – algoritma menilai jawabanmu di modul 1 dan atas dasar itu memilih kesulitan modul 2. Jika modul 1 berjalan mulus, modul 2 akan lebih sulit, tetapi untuk jawaban benar kamu mendapat lebih banyak poin. Jika modul 1 lebih lemah, modul 2 lebih mudah, tetapi langit-langit skormu turun. Dalam praktiknya artinya kamu tidak berkutat pada soal yang sama sekali di luar jangkauanmu – ujian menyesuaikan dirinya kepadamu.

ACT tidak punya adaptivitas. Kamu mendapat set soal yang identik dengan peserta lain – dari yang sederhana di awal bagian hingga yang sulit di akhir. Kelebihannya adalah keterprediksian: kamu tahu persis apa yang harus diharapkan. Kekurangannya, 10–15 soal terakhir di bagian Math atau Science bisa benar-benar menuntut, dan jika kamu tersangkut di sana, kamu kehilangan waktu yang bisa dipakai untuk soal yang lebih mudah.

SAT vs ACT – bagian demi bagian

Aspek SAT ACT
Membaca dan bahasa 54 soal, 64 mnt
Teks pendek, adaptif
English: 75 soal, 45 mnt
Reading: 40 soal, 35 mnt
Teks panjang, kesulitan tetap
Matematika 44 soal, 70 mnt
Desmos bawaan
Aljabar, geometry, trigonometri
60 soal, 60 mnt
Kalkulator sendiri
Cakupan lebih luas (logaritma, matriks)
Ilmu pengetahuan alam Tidak ada bagian terpisah Science: 40 soal, 35 mnt
Grafik, tabel, eksperimen
Esai / Writing Tidak ada Opsional (40 mnt)
Total waktu 2j 14mnt 2j 55mnt (tanpa Writing)
Tempo (dtk/soal) R&W: ~71d, Math: ~95d Eng: 36d, Math: 60d, Read: 53d, Sci: 53d

Sumber: spesifikasi resmi College Board dan ACT Inc., 2025/2026

Waktu dan tekanan – perbedaan kunci

Jika saya harus menyebut satu hal yang paling membedakan SAT dari ACT dalam praktik, itu adalah tempo ujian. Bukan struktur, bukan cakupan materi, bukan format – tempo. Dan di sini SAT menang telak untuk pelajar Indonesia.

Lihat angkanya. Di SAT Reading & Writing kamu punya rata-rata 71 detik per soal. Di SAT Math – sekitar 95 detik. Tempo nyaman yang memungkinkan kamu membaca soal, berpikir, dan memeriksa jawaban. Di ACT keadaannya sangat berbeda: bagian English memberimu 36 detik per soal, Reading – 53 detik (termasuk membaca teks panjang), dan Science – juga sekitar 53 detik per soal plus analisis grafik dan tabel.

Mengapa ini begitu penting? Karena kamu membaca dalam bahasa Inggris lebih lambat daripada native speaker. Ini bukan penilaian atas levelmu – ini fakta. Bahkan jika bahasa Inggrismu di level C1 atau C2, memproses teks dalam bahasa kedua memakan waktu 15–30% lebih lama daripada dalam bahasa ibu. Di SAT, tambahan waktu ini bukan masalah – kamu punya cadangan cukup. Di ACT Reading, di mana kamu harus membaca seluruh teks panjang dan menjawab 10 soal dalam 8 menit 45 detik, setiap detik tambahan per kalimat itu berarti. Banyak pelajar Indonesia yang mencoba kedua ujian diagnostik mengatakan hal yang sama: „Di SAT saya selesai dengan tenang, di ACT saya meninggalkan 5–8 soal tanpa jawaban di Reading.”

Ada juga soal adaptivitas. SAT menyesuaikan kesulitan dengan levelmu – jika modul pertama berjalan baik, modul kedua lebih sulit, tetapi kamu diganjar skor lebih tinggi. Jika modul pertama lebih lemah, modul kedua lebih mudah. Artinya kamu tidak pernah berkutat pada soal yang sama sekali di luar jangkauanmu. ACT tidak punya mekanisme seperti itu – kamu mendapat spektrum kesulitan penuh dari soal 1 hingga soal 60 (di Math) atau 75 (di English), dan 10–15 soal terakhir di tiap bagian bisa benar-benar sulit. Jika tersangkut di soal sulit menjelang akhir, kamu kehilangan waktu yang bisa dipakai untuk yang lebih mudah.

Verdikt soal tempo: SAT lebih ramah waktu, yang bagi non-native speaker sangat berarti. Jika kamu tahu bahwa di bawah tekanan waktu bahasa Inggrismu „melorot” saat ulangan – SAT meminimalkan risiko itu.

Bagian Science di ACT – peluang atau jebakan?

Satu-satunya bagian yang tidak dimiliki SAT adalah ACT Science. Dan di sini banyak orang punya anggapan keliru – mereka mengira bagian Science menguji pengetahuan biologi, kimia, dan fisika. Tidak begitu. Bagian Science di ACT adalah 90% membaca data – kamu mendapat grafik, tabel, atau deskripsi eksperimen dan harus menjawab soal seperti: „Berapa suhu sampel 3 setelah 10 menit?” atau „Ilmuwan mana yang akan memprediksi nilai pH lebih tinggi?”. Ini lebih ke membaca pemahaman dalam konteks ilmiah daripada ujian fisika.

Bagi pelajar Indonesia dengan biologi, kimia, atau fisika yang kuat, bagian ini bisa jadi keunggulan. Pemahaman dasar konsep ilmiah (pH, densitas, kecepatan, mitosis) memungkinkan kamu lebih cepat menangkap konteks dan fokus pada data. Tapi ada jebakannya: kamu punya 53 detik per soal, dan setiap soal menuntut membaca grafik atau tabel. Jika kamu membaca dalam bahasa Inggris dengan lambat, jargon ilmiah (independent variable, exothermic reaction, allele frequency) akan memperlambatmu lebih jauh.

Siapa yang sebaiknya menganggap bagian Science sebagai alasan memilih ACT? Siswa yang: (1) membaca cepat dalam bahasa Inggris, (2) punya pengalaman membaca grafik dan data ilmiah, (3) mampu mempertahankan konsentrasi selama 2 jam 55 menit tanpa penurunan performa. Jika kamu tidak memenuhi ketiga syarat itu, Science tidak akan jadi keunggulanmu – melainkan bagian tambahan yang menyita waktu dan energimu.

Matematika – SAT vs ACT

Bagi pelajar Indonesia, matematika secara tradisional adalah sisi kuat di kedua ujian. Materi matematika di SMA Indonesia – dengan penekanan pada aljabar, geometri analitik, dan fungsi – beririsan dengan materi ujian lebih baik daripada kurikulum banyak negara berbahasa Inggris. Tapi matematika SAT dan ACT berbeda dalam cakupan dan format.

SAT Math mencakup empat kategori utama: aljabar (persamaan linear, pertidaksamaan, sistem persamaan), aljabar lanjut (polinomial, fungsi eksponensial, kuadrat), geometri dan trigonometri (sudut, luas, teorema Pythagoras, identitas trigonometri dasar), serta analisis data (statistika deskriptif, peluang, membaca grafik). Kalkulator Desmos terpasang dalam platform ujian dan tersedia sepanjang durasi bagian. Ini keuntungan besar – Desmos menggambar grafik, menyelesaikan persamaan, menghitung statistik. Kamu tidak perlu membawa kalkulator sendiri atau khawatir apakah modelmu diizinkan. Berlatihlah dengan Desmos di aplikasi SAT kami – kalkulator yang sama persis yang akan kamu lihat di SAT sungguhan.

ACT Math lebih luas. Selain semua yang ada di SAT, ditambah logaritma, matriks (dasar), bilangan kompleks pada tingkat kesulitan lebih tinggi, dan lebih banyak trigonometri (grafik fungsi trigonometri, identitas). Soal punya 5 pilihan jawaban alih-alih 4, yang menyulitkan eliminasi. Kalkulator? Kamu boleh membawa sendiri dari daftar model yang diizinkan (mis. TI-84), tetapi tidak punya Desmos. Sebagian soal tersulit harus diselesaikan cepat di kepala atau di kertas.

Mana yang lebih sulit? Itu tergantung profilmu. Jika matematikamu berhenti di tingkat materi SMA standar – SAT Math mencakup praktis 100% materi, dan ACT Math sedikit melampauinya. Tapi jika kamu di jurusan IPA dan sudah serius mengerjakan logaritma, barisan geometri, dan trigonometri – ACT Math seharusnya tidak mengejutkanmu. Masalahnya, ACT memberimu lebih sedikit waktu untuk itu (60 detik per soal vs 95 di SAT) dan tidak memberi Desmos.

Matematika – cakupan topik SAT vs ACT

Topik SAT ACT
Aljabar linear
Sistem persamaan
Fungsi kuadrat
Polinomial
Fungsi eksponensial
Geometri (luas, keliling)
Trigonometri (dasar)Dasar✓ Lanjut
Statistika dan peluang
Logaritma
MatriksDasar
Bilangan kompleksJarang
Kalkulator Desmos✓ Bawaan✗ Sendiri
Waktu per soal~95 dtk~60 dtk

Warna: hijau = cakupan penuh, emas = sebagian, merah = tidak ada atau kurang menguntungkan

Verdikt soal matematika: SAT Math lebih sempit, tetapi dengan dukungan lebih baik (Desmos, lebih banyak waktu). ACT Math lebih luas, tetapi dengan tekanan lebih besar. Bagi sebagian besar pelajar Indonesia, SAT Math adalah lahan di mana mereka bisa meraih skor mendekati sempurna – 750–800 terjangkau dengan persiapan sistematis. Di ACT Math, meraih 34–36 menuntut kecepatan yang butuh waktu lebih lama untuk dibangun.

Ada satu aspek lagi yang jarang dibahas: format jawaban. Di SAT sekitar 75% soal matematika adalah pilihan ganda dengan 4 opsi, dan sisanya soal isian (Student-Produced Response). Di ACT semua 60 soal adalah pilihan ganda, tetapi dengan 5 opsi alih-alih 4. Secara matematis, peluang menebak jawaban acak di SAT (25%) lebih tinggi daripada di ACT (20%). Pada soal di mana kamu bisa mengeliminasi 1–2 opsi, selisih ini membesar. Di SAT, mengeliminasi 2 opsi memberimu peluang 50%; di ACT – 33%. Terdengar sepele, tetapi pada 60 soal persentase itu terakumulasi.

Lebih banyak tentang strategi persiapan matematika ada di panduan SAT kami.

Penerimaan di Eropa – di sini SAT menang telak

Inilah mungkin argumen terpenting bagi pembaca College Council. Jika kamu mempertimbangkan studi bukan hanya di AS, tetapi juga di Eropa – dan banyak dari kalian demikian – SAT memberimu ruang gerak yang jauh lebih luas.

Mengapa? Karena universitas Eropa secara historis bekerja sama dengan College Board (pembuat SAT), bukan dengan ACT Inc. Ketika Bocconi di Milan, IE University di Madrid, atau University College London memberlakukan syarat tes standar, mereka menulis „SAT” – karena itu tes yang mereka kenal. ACT bergabung belakangan dan tidak diterima di semua tempat.

Bukan berarti ACT tak bernilai di Eropa. Banyak universitas menerimanya. Tapi jika kamu melihat halaman penerimaan resmi, kamu akan melihat perbedaan: SAT disebut lebih sering, lebih jelas, dan di lebih banyak negara. Berikut gambarannya:

  • Inggris (UK) – sebagian besar universitas menerima SAT sebagai kriteria tambahan (di samping A-Levels atau IB). ACT diterima sebagian, tetapi lebih jarang disebut dalam materi resmi
  • Belanda – universitas seperti University of Amsterdam, TU Delft, Erasmus menyebut SAT dalam persyaratan penerimaan. ACT diterima sebagian, tetapi tidak semua
  • Italia – Bocconi mensyaratkan SAT atau ACT (keduanya diterima), tetapi Politecnico di Milano dan universitas lain lebih sering merujuk ke SAT
  • Spanyol – IE University mensyaratkan SAT. ACT diterima beberapa universitas swasta
  • Denmark – Copenhagen Business School dan universitas lain menerima SAT. ACT lebih jarang disebut
  • Swiss – ETH Zurich dan EPFL tidak mensyaratkan SAT/ACT dari mahasiswa Eropa, tetapi menerima SAT sebagai dokumen tambahan. ACT jarang disebut
  • Irlandia – Trinity College Dublin, UCD menerima SAT dalam proses penerimaan
  • Skandinavia – universitas di Swedia (Lund, KTH) dan Norwegia menerima SAT dalam penerimaan program berbahasa Inggris

Prinsip kunci: jika kamu mendaftar baik ke AS maupun ke Eropa, SAT mencakup kedua pasar. ACT bisa membatasi opsi Eropamu. Ini bukan soal preferensi – ini soal praktis. Bayangkan kamu mengikuti ACT, mendapat nilai bagus 34, lalu ternyata universitas di Denmark yang kamu tuju hanya menerima SAT. Kamu harus mengulang dari awal. Dengan SAT masalah itu tidak ada.

Ada juga sisi praktis: pusat ujian. SAT punya jauh lebih banyak lokasi yang dapat diakses pelajar Indonesia – tersedia pusat ujian di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, sehingga kamu tidak perlu ke luar negeri hanya untuk mengikuti tes. ACT sebaliknya tidak punya pusat ujian di Indonesia; pusat terdekat ada di Singapura atau Australia, yang berarti biaya perjalanan, akomodasi, dan logistik tambahan. Jika kamu tinggal jauh dari kota besar, ketersediaan pusat ujian adalah faktor logistik nyata yang sangat memihak SAT.

Daftar lengkap universitas Eropa yang menerima SAT ada di panduan SAT di Eropa kami. Jika kamu bertanya-tanya berapa skor SAT yang dibutuhkan untuk universitas Eropa, baca artikel tentang skor SAT di Eropa.

Penerimaan SAT dan ACT di Eropa – negara demi negara

Negara SAT ACT Catatan
Inggris (UK) Ya (luas) Sebagian Tergantung universitas; Oxbridge mensyaratkan tes sendiri
Belanda Ya Beberapa universitas TU Delft, UvA, Erasmus – SAT disebut resmi
Italia Ya Ya (Bocconi) Bocconi menerima keduanya; universitas lain lebih suka SAT
Spanyol Ya Terbatas IE University mensyaratkan SAT; universitas negeri – PCE
Denmark Ya Jarang CBS, DTU – SAT diterima
Swiss Ya (tambahan) Jarang ETH, EPFL – SAT sebagai dokumen pendukung
Irlandia Ya Sebagian TCD, UCD menerima SAT
Swedia Ya Beberapa Lund, KTH – program berbahasa Inggris
Prancis Universitas swasta Jarang Sciences Po punya rekrutmen sendiri
Jerman Terbatas Jarang Sebagian besar universitas mensyaratkan Abitur/ijazah SMA setempat

Status per Januari 2026. Selalu periksa persyaratan terkini di situs universitas pilihanmu.

Biaya – SAT lebih murah

Uang adalah argumen konkret dan di sini tidak ada perdebatan: SAT memang lebih murah. Untuk pelajar internasional (dan sebagai pelajar Indonesia, kamu termasuk di dalamnya) biaya satu kali mengikuti SAT adalah $107 (sekitar Rp 1.730.000 dengan kurs Rp 16.200/USD). ACT berbiaya $175 tanpa bagian Writing atau $200–225 dengan Writing (sekitar Rp 3.240.000–3.645.000).

Itu selisih $68–118 per satu kali ujian. Terdengar moderat, tetapi bayangkan gambaran utuhnya. Sebagian besar siswa mengikuti ujian 2–3 kali untuk meraih skor optimal. Dua kali SAT adalah $214. Dua kali ACT adalah $350–450. Selisihnya bertambah menjadi $136–236 – cukup untuk membeli buku persiapan atau langganan kursus online sebulan.

Ditambah lagi biaya pengiriman hasil. SAT memungkinkan mengirim 4 laporan gratis saat pendaftaran (ke universitas yang dipilih sebelum ujian). Setiap laporan tambahan berbiaya $14. ACT punya struktur serupa, tetapi harga pengiriman lebih tinggi.

Jika kamu merencanakan dua kali ujian plus pengiriman hasil ke 6 universitas, total anggaran terlihat seperti ini:

Total biaya – 2 kali ujian + pengiriman hasil ke 6 universitas

SAT
2 kali ujian$214
4 laporan gratis$0
2 laporan tambahan$28
Total$242 (~Rp 3,9 jt)
ACT
2 kali ujian (tanpa Writing)$350
4 laporan gratis$0
2 laporan tambahan$36
Total$386 (~Rp 6,3 jt)
Hemat dengan SAT: $144 (~Rp 2,3 jt)

Harga untuk pelajar internasional. Kurs Rp 16.200/USD. Laporan tambahan SAT = $14, ACT = $18.

Penghematan ~Rp 2,3 juta adalah jumlah nyata – dengan uang itu kamu bisa membeli akses kursus persiapan online atau beberapa set soal resmi. Dan jika kamu menambahkan biaya perjalanan ke pusat ujian (ACT mengharuskan pelajar Indonesia ke luar negeri), selisihnya membesar jauh lagi. Bagi siswa yang membiayai sendiri persiapan kuliah luar negerinya, setiap juta rupiah berarti.

Score concordance – cara mengonversi nilai?

Universitas memperlakukan SAT dan ACT secara setara, tetapi bagaimana membandingkan nilai 1400 SAT dengan nilai 32 ACT? College Board dan ACT Inc. bersama-sama menerbitkan tabel konkordansi resmi (concordance tables) yang memetakan nilai satu ujian ke ujian lainnya. Berikut ambang batas terpenting:

Tabel konkordansi SAT ↔ ACT

SAT ACT Level
160036Sempurna
155035Ivy League
150034Top 20
145033Sangat tinggi
140032Tinggi
135030–31Di atas rata-rata
130029Baik
120026Menengah+
110023Rata-rata
100020Di bawah rata-rata

Sumber: tabel konkordansi resmi College Board / ACT Inc.

Apa artinya dalam praktik? Jika nilai SAT-mu 1400, universitas akan memperlakukannya sama seperti ACT 32. Jika ACT 34, itu setara dengan SAT 1500. Tidak ada nilai yang „lebih baik” – keduanya setara. Karena itu keputusan SAT vs ACT tidak boleh didasarkan pada keyakinan bahwa „di salah satu lebih mudah mendapat nilai tinggi.” Kedua skala dikalibrasi sedemikian rupa sehingga persentil ke-99 berarti tingkat kemampuan yang sama.

Satu-satunya pengecualian: jika matematikamu sangat kuat tetapi bagian bahasamu lebih lemah, SAT bisa memberi nilai yang secara optik lebih baik, karena terdiri dari dua bagian (Math + R&W), bukan empat. Di ACT, bagian Reading yang lemah menurunkan composite lebih jauh, karena menyumbang 25% nilai – di SAT bagian R&W adalah 50%, tetapi juga mencakup tata bahasa (di mana banyak pelajar lebih unggul daripada di membaca pemahaman murni).

Apakah kamu bertanya-tanya berapa nilai SAT yang layak untuk universitas Eropa? Baca panduan kami tentang skor SAT.

Persiapan – materi dan waktu

Apa pun tes yang kamu pilih, persiapan menuntut waktu dan kedisiplinan. Tapi ada perbedaan dalam ketersediaan materi.

Untuk SAT, situasinya luar biasa baik. College Board menyediakan aplikasi gratis Bluebook dengan tes latihan lengkap, Khan Academy menawarkan kursus persiapan gratis, dan banyak platform memberi akses ke tes diagnostik dengan analisis hasil seketika. Ditambah set soal resmi (Official SAT Study Guide) dan puluhan kursus online. Ekosistem persiapan SAT sangat besar dan sebagian besar gratis.

Untuk ACT, materinya lebih sedikit. ACT Inc. menerbitkan tes latihan resmi (The Official ACT Prep Guide), tetapi sumber daya gratis online jauh lebih sedikit daripada untuk SAT. Kursus persiapan ada (Kaplan, Princeton Review, Magoosh), tetapi biasanya berbayar. Jika anggaran persiapanmu terbatas, SAT memberimu lebih banyak materi gratis untuk digarap.

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan? Untuk kedua ujian kami merekomendasikan 3–6 bulan persiapan sistematis, 6–10 jam per minggu. Siswa dengan bahasa Inggris dan matematika kuat bisa memendekkannya menjadi 2 bulan. Siswa yang mulai dari level lebih rendah mungkin butuh hingga 9 bulan. Kuncinya: mulai dari tes diagnostik agar tahu seberapa banyak pekerjaan di depanmu. Rencana persiapan SAT 12 minggu kami memecah seluruh proses menjadi target mingguan yang konkret.

Patut juga disebut contoh tes SAT – kamu bisa mengerjakannya untuk melihat seperti apa ujian sungguhan dan berapa poin yang kamu raih tanpa persiapan.

Verdikt – SAT atau ACT untuk pelajar Indonesia?

Saatnya rekomendasi yang jelas. Kami tidak berbasa-basi.

Pilih SAT jika:

  • Kamu mendaftar ke AS dan Eropa – SAT mencakup kedua pasar. ACT bisa membatasi opsi Eropamu. Jika kamu berencana mendaftar mis. ke Bocconi, IE University, TU Delft sekaligus ke beberapa universitas di AS, SAT adalah satu-satunya tes yang kamu butuhkan.

  • Kamu lebih suka tekanan waktu yang lebih ringan – rata-rata 71–95 detik per soal vs 36–60 detik di ACT. Bagi non-native speaker ini perbedaan kunci. Kamu punya waktu membaca soal dua kali, berpikir, dan memeriksa jawaban.

  • Matematikamu kuat – materi matematika SMA di Indonesia = keunggulan alami di SAT Math. Banyak pelajar meraih 750–800 di Math dengan persiapan yang relatif singkat. Itu mengangkat skor total, bahkan jika R&W lebih lemah.

  • Kamu ingin memakai Desmos – kalkulator grafik bawaan adalah keuntungan besar. Kamu tidak perlu membeli TI-84 (sekitar Rp 1,5–2,5 jt), tidak perlu khawatir apakah modelmu diizinkan. Desmos menggambar grafik, menyelesaikan persamaan, dan tersedia sepanjang ujian.

  • Kamu ingin menghemat uang – $107 vs $175+ per ujian. Dengan dua kali ujian, kamu hemat lebih dari $140.

Pilih ACT jika:

  • Bahasa Inggrismu di level native speaker – jika kamu membaca dalam bahasa Inggris secepat dalam bahasa Indonesia, tekanan waktu ACT bukan masalah. Ini terutama berlaku bagi siswa dari sekolah internasional berbahasa Inggris, orang berkewarganegaraan ganda, atau mereka yang pernah tinggal di negara berbahasa Inggris.

  • Kamu suka menafsirkan data ilmiah – bagian Science di ACT adalah bagian kelimamu, tetapi terhitung ke composite score. Jika kamu tipe siswa yang bisa cepat membaca grafik, mengenali tren, dan menarik kesimpulan – bagian ini bisa mengangkat skor totalmu.

  • Kamu mendaftar hanya ke AS atau UK – jika Eropa selain Inggris tidak ada dalam rencanamu, penerimaan Eropa ACT yang terbatas tidak jadi soal.

  • Kamu lebih suka ujian tanpa adaptivitas – sebagian siswa stres dengan pikiran bahwa nilai di modul 1 menentukan kesulitan modul 2. ACT sederhana: kamu mendapat soal yang sama, dari mudah ke sulit, selesai.

Ringkasan: untuk 9 dari 10 pelajar Indonesia, SAT adalah pilihan lebih baik. Lebih murah, lebih luas diterima di Eropa, dengan tempo lebih ramah dan kalkulator bawaan. Satu-satunya alasan kuat memilih ACT adalah jika bahasa Inggrismu di level native speaker dan kamu kuat di ilmu eksakta.

Kami juga punya siswa yang bertanya: „Bagaimana kalau saya ikut keduanya dan kirim nilai yang lebih baik?”. Secara teknis itu mungkin – universitas tidak mensyaratkan melaporkan kedua nilai. Tapi mempersiapkan dua format ujian yang berbeda berarti pekerjaan ganda. Waktu yang kamu habiskan untuk mempelajari spesifik ACT Science bisa kamu pakai untuk menyempurnakan SAT Math atau R&W. Rekomendasi kami: pilih satu tes, persiapkan dengan matang, dan ikuti 2–3 kali untuk meraih nilai optimal. Memecah diri antara dua ujian jarang membuahkan hasil lebih baik daripada fokus pada satu.

Sudah memutuskan SAT? Mulai dari aplikasi SAT kami yang gratis – kamu akan tahu berapa poin yang kamu punya sejak awal dan apa yang perlu dikerjakan. Jika kamu lebih memilih ACT, baca panduan lengkap ACT kami.

Cara mengecek tes mana yang lebih cocok untukmu?

Sebelum mengambil keputusan akhir, lakukan satu latihan sederhana: kerjakan tes diagnostik resmi dari kedua ujian. College Board menyediakan tes latihan SAT lengkap di aplikasi Bluebook (gratis). ACT Inc. menerbitkan tes resmi di situsnya. Kerjakan keduanya dalam kondisi ujian – dengan stopwatch, tanpa jeda, tanpa mengintip jawaban.

Bandingkan kesanmu:

  • Waktu – apakah kamu selesai di keduanya? Berapa soal yang kamu tinggalkan tanpa jawaban di ACT vs SAT?
  • Kenyamanan – di mana kamu merasa lebih percaya diri? Format mana yang lebih intuitif?
  • Nilai – konversikan kedua nilai ke skala ujian lainnya menggunakan tabel konkordansi. Jika di salah satu kamu unggul 2+ poin (ACT) atau 50+ poin (SAT) – itulah ujianmu.

Kamu juga bisa mengerjakan tes SAT percobaan online – banyak platform memberi nilai dan analisis kekuatan serta kelemahan bagian demi bagian secara langsung. Itu titik awal yang baik sebelum kamu memutuskan tes tertentu.

Jika hasilnya berdekatan, pilih SAT – karena alasan yang sudah kita bahas di atas (biaya, penerimaan di Eropa, tempo). Jika ACT jelas lebih baik, jangan abaikan itu – nilai lebih baik tetap nilai lebih baik, apa pun tes yang menghasilkannya.

SAT vs ACT – pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah saya mengikuti SAT sekaligus ACT?
Ya, kamu bisa mengikuti kedua ujian dan mengirim universitas nilai yang lebih baik. Universitas tidak mensyaratkan kamu melaporkan nilai kedua tes – kamu hanya mengirim yang lebih menguntungkan. Satu-satunya kekurangan adalah biaya dan waktu tambahan untuk persiapan dua format berbeda. Sebagian besar siswa memilih satu tes dan mengikutinya 2–3 kali, alih-alih membagi persiapan ke dua ujian.
Apakah universitas lebih suka SAT atau ACT?
Tidak. Semua universitas di AS – termasuk Harvard, MIT, Stanford, seluruh Ivy League – memperlakukan SAT dan ACT secara identik. Tidak ada universitas yang menambah poin untuk satu tes atau mengurangi untuk yang lain. Satu-satunya perbedaan menyangkut universitas Eropa, di mana SAT lebih luas diterima.
Bisakah saya berubah pikiran setelah memulai persiapan?
Tentu saja. Jika kamu sudah memulai persiapan SAT dan setelah sebulan merasa ACT lebih cocok – beralihlah ke ACT. Banyak keterampilan yang beririsan (membaca pemahaman, tata bahasa, aljabar), jadi kamu tidak kehilangan seluruh waktu persiapan. Kuncinya: jangan berubah pikiran 2 minggu sebelum ujian. Beri dirimu minimal 6 minggu untuk bersiap pada format baru.
Apakah SAT lebih mudah daripada ACT?
Tidak secara objektif lebih mudah – kedua ujian dikalibrasi agar persentilnya saling sepadan (1400 SAT ≈ 32 ACT). Tapi SAT lebih mudah dari segi tempo (lebih banyak waktu per soal), yang bagi non-native speaker bisa berarti nilai lebih tinggi. Tingkat kesulitan isi soal pada kedua ujian sebanding.
Apakah Bocconi menerima ACT?
Ya, Bocconi menerima baik SAT maupun ACT. Untuk tahun 2025/2026 nilai SAT minimum sekitar 1300 (Math minimum 650), dan ACT composite minimum sekitar 29. Kedua tes diperlakukan setara dalam proses penerimaan. Rincian ada di situs Bocconi pada bagian "International Admissions."
Bagaimana cara mengecek tes mana yang lebih cocok untukku?
Kerjakan tes diagnostik resmi dari kedua ujian dalam kondisi ujian (dengan stopwatch). Bandingkan hasilnya menggunakan tabel konkordansi. Jika satu nilai jelas lebih baik (selisih 50+ poin SAT atau 2+ poin ACT), itulah tesmu. Jika hasilnya berdekatan, pilih SAT karena biaya lebih rendah dan penerimaan lebih luas di Eropa. Tes diagnostik SAT gratis bisa kamu kerjakan di College Council App.
Bisakah nilai SAT dan ACT digabung dalam aplikasi?
Tidak dalam arti tradisional. Kamu tidak bisa mengirim bagian Math dari SAT dan bagian Reading dari ACT sebagai satu nilai. Tapi kamu bisa mengirim universitas kedua nilai – SAT dan ACT – dan universitas akan mempertimbangkan yang lebih menguntungkan. Sebagian universitas menerapkan "superscoring" dalam satu tes (mengambil bagian terbaik dari beberapa percobaan), tetapi tidak antar tes.
Kapan saya harus mengambil keputusan SAT vs ACT?
Idealnya – pada awal kelas 11 (10th grade equivalent). Itu memberimu waktu untuk mengerjakan tes diagnostik, memilih ujian, dan minimal 3–6 bulan persiapan sebelum percobaan pertama di sekitar peralihan kelas 11 dan 12. Jika kamu sudah di kelas 12 dan belum memutuskan – pilih SAT (pilihan lebih sederhana bagi sebagian besar) dan mulai persiapan segera.

Ringkasan – langkah berikutnya untukmu

Jika kamu sampai di titik ini, kamu sudah punya gambaran utuh perbedaan antara SAT dan ACT. Kamu tidak perlu membaca artikel ini dua kali – berikut rencana aksi dalam empat langkah:

  1. Kerjakan tes diagnostik SAT – di aplikasi SAT kami kamu bisa mengerjakan tes diagnostik gratis dan mengecek berapa nilai yang kamu raih sejak awal. Platform menganalisis jawabanmu dan menunjukkan kekuatan serta kelemahan di tiap bagian.

  2. Baca panduan lengkap SAT kamiujian SAT – panduan membahas tiap bagian secara rinci, dengan strategi penyelesaian dan contoh. Jika kamu tetap memilih ACT, kami juga punya panduan ACT.

  3. Rencanakan persiapanrencana belajar SAT 12 minggu kami memecah persiapan menjadi mingguan, dengan target dan materi konkret. Start optimal adalah 3–6 bulan sebelum tanggal ujian yang direncanakan.

  4. Cek jadwal ujianjadwal SAT 2026/2027 membantumu merencanakan kapan mengikuti tes. Sebagian besar siswa mengincar musim semi atau musim gugur di kelas 12.

Ingat: keputusan antara SAT dan ACT itu penting, tetapi tidak permanen. Jika setelah 4 minggu persiapan SAT kamu merasa ada yang tidak pas – kamu bisa beralih ke ACT. Banyak keterampilan (tata bahasa, aljabar, membaca pemahaman) beririsan antar tes. Tapi secara statistik, bagi pelajar Indonesia yang merencanakan kuliah di luar negeri, SAT adalah pilihan yang lebih aman dan lebih murah.

Punya pertanyaan? Tulis ke kami – kami menjawab setiap email. Dan jika kamu ingin mengecek apakah SAT itu penting untukmu, baca artikel keputusan kami.

Satu kalimat terakhir, karena kami tahu keputusan bisa melumpuhkan. Tidak ada pilihan „salah” antara SAT dan ACT – kedua tes membuka pintu ke universitas yang sama. Perbedaannya terletak pada mana yang memungkinkanmu tampil dari sisi terbaik. Bagi sebagian besar dari kalian, itu SAT. Tapi jika setelah membaca artikel ini kamu merasa ACT lebih cocok dengan profilmu – percaya pada dirimu dan persiapkan dengan matang. Nilai, bukan nama tes, yang menentukan penerimaan. Semoga sukses di ujianmu.

Panduan SAT terkait

Cek artikel lain dari seri SAT kami untuk merencanakan seluruh jalur persiapan:

Oceń artykuł:

4.8 /5

Średnia 4.8/5 na podstawie 54 opinii.