Skip to content

Ujian ACT 2026

Ujian

ACT (American College Test) 2026: format, sistem skor 1-36, ACT vs SAT, pendaftaran dari Indonesia, biaya, dan strategi persiapan. Panduan lengkap untuk pelajar Indonesia yang ingin kuliah di Amerika Serikat.

Lembar jawaban ACT dengan pensil dan kalkulator di atas meja kayu

Lead image: Wikimedia Commons

ACT (American College Test) adalah ujian standar Amerika yang berlangsung selama 2 jam 55 menit (atau 3 jam 35 menit dengan Writing opsional), dengan empat bagian: English, Math, Reading, dan Science. Skor maksimal adalah 36 poin composite, dengan biaya internasional sekitar 181-206 USD (Rp 2,9-3,3 juta). Sejak 2025 ACT juga menawarkan format yang lebih singkat, Enhanced ACT. Di bawah ini kamu akan menemukan semua yang perlu diketahui pelajar Indonesia yang ingin kuliah di AS.

Bayangkan situasi ini. Kamu duduk di kelas 11 SMA, bermimpi kuliah di Amerika Serikat, dan tiba-tiba menyadari bahwa selain ijazah SMA dan jalur seperti UTBK-SNBT untuk dalam negeri, untuk ke AS kamu perlu mengikuti ujian standar Amerika. Kamu mengetik “ujian untuk kuliah di AS” di Google dan langsung dibanjiri informasi tentang SAT. Semua orang membicarakan SAT. Tapi sesaat kemudian kamu melihat nama ACT. Sebenarnya itu apa? Apakah ini saingan SAT? Apakah pilihan yang lebih baik? Apakah bisa diikuti dari Indonesia sama sekali?

ACT adalah ujian standar besar kedua di AS selain SAT, diterima oleh seluruh 4000+ universitas Amerika setara dengan SAT. ACT lahir pada 1959 sebagai alternatif terhadap SAT dan selama puluhan tahun bersaing memperebutkan hati pelajar SMA Amerika. Bagi kandidat dari Indonesia, ACT sering kali diremehkan - ujian ini kurang dikenal, materinya dalam bahasa Indonesia minim, tetapi dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada SAT. Dalam panduan ini kami membedah ACT hingga ke akar-akarnya, membahas setiap bagian, membandingkannya dengan SAT, menunjukkan cara mendaftar dari Indonesia, dan skor seperti apa yang perlu kamu bidik untuk universitas tertentu. Semuanya dari sudut pandang pelajar Indonesia yang ingin memiliki gambaran utuh sebelum mengambil keputusan.

Ujian ACT 2026 - fakta kunci
2j 55mnt
Durasi
(3j 35mnt dengan Writing)
36
Skor maksimal
composite
4
Bagian: English, Math,
Reading, Science
215
Total soal
(tanpa Writing)
$181-207
Biaya internasional
(~Rp 2,9-3,3 juta)
5-7
Sesi per tahun
(Oktober-Juni)
Sumber: ACT Inc., data resmi act.org 2025/2026

Apa itu ACT dan siapa yang sebaiknya memilihnya ketimbang SAT?

ACT adalah ujian standar yang dibuat oleh ACT Inc., organisasi nirlaba independen Amerika yang berbasis di Iowa City. ACT pertama diselenggarakan pada November 1959 sebagai jawaban atas monopoli College Board dengan SAT-nya. Saat ini ACT dan SAT diterima setara oleh seluruh universitas di AS. Tidak ada satu pun universitas yang lebih menyukai salah satu di atas yang lain - ini informasi penting, karena banyak kandidat dari Indonesia mengira SAT adalah ujian yang “lebih baik”. Tidak begitu. SAT hanyalah ujian yang berbeda.

Siapa yang sebaiknya mempertimbangkan ACT ketimbang SAT? Berikut profil kandidat yang baginya ACT adalah pilihan alami:

  • Kuat di bidang sains. Jika kamu dari jurusan IPA dan kuat di Biologi, Kimia, atau Fisika, bagian Science di ACT (unik untuk ujian ini) bisa jadi titik kuatmu. Tapi ingat, Science di ACT bukan tes pengetahuan sains, melainkan interpretasi grafik dan data eksperimen
  • Lebih suka soal faktual. ACT lebih “tekstual” - bertanya langsung tentang tata bahasa, fakta, dan data. SAT lebih banyak menguji reasoning dan analisis konteks
  • Tempo membaca cepat. ACT punya waktu per soal yang jauh lebih singkat (~30-45 detik di sebagian bagian) dibanding SAT. Jika kamu membaca cepat dalam bahasa Inggris, ACT lebih memberi nilai tambah pada kemampuan itu
  • Tidak cocok dengan format adaptif SAT. ACT adalah tes linear - semua peserta mengerjakan rangkaian soal yang sama. Jika stres SAT yang adaptif membuatmu lumpuh, ACT cenderung lebih bersahabat secara psikologis

Tanggal-tanggal penting bagi kandidat dari Indonesia: ACT diselenggarakan 5-7 kali per tahun, secara internasional tersedia dalam sesi dari September/Oktober hingga Juni/Juli. Pada 2026, tanggal internasional yang direncanakan meliputi September, Oktober, Desember, Februari, April, Juni, dan Juli. Kalender pasti dipublikasikan act.org pada halaman tes internasional.

Selama karier saya sebagai konsultan, saya melihat puluhan siswa Indonesia yang berjuang dengan SAT selama 6 bulan tanpa kemajuan berarti, lalu setelah beralih ke ACT mencapai skor 30+ dalam 2-3 bulan. Bagian Science di ACT terdengar seperti rintangan, tetapi bagi siswa Indonesia jurusan IPA yang kuat di bidang sains, bagian itu sering kali justru menjadi sumber poin. Jangan otomatis berasumsi SAT lebih baik - kerjakan tes latihan kedua ujian dan bandingkan hasilnya. Sering kali ACT-lah yang ternyata menjadi jalan lebih cepat menuju skor yang kamu butuhkan.
Jakub Andre
Founder, College Council
Indiana University Kelley '20

Bagaimana format ACT dan terdiri dari apa saja ujian ini?

ACT standar berlangsung 2 jam 55 menit (175 menit), dan dengan bagian Writing opsional menjadi 3 jam 35 menit (215 menit). Ujian ini terdiri dari empat bagian dasar: English, Math, Reading, dan Science. Soalnya berupa pilihan ganda (4 atau 5 opsi), dan Math adalah satu-satunya bagian dengan soal berisi 5 opsi jawaban (bukan 4). Bagian Writing adalah esai argumentatif yang mengharuskanmu menyampaikan sudut pandangmu atas suatu topik sosial yang diberikan.

Struktur ujian ACT 2026

Total waktu: 2j 55mnt (3j 35mnt dengan Writing) · Maks 36 poin composite

English
45 mnt · 75 soal
Math
60 mnt · 60 soal
Reading
35 mnt · 40 soal
Science
35 mnt · 40 soal
Writing (ops.)
40 mnt · 1 esai

English (45 mnt)

75 soal · ~36 dtk/soal

Tata bahasa, tanda baca, struktur kalimat, retorika.

Skala: 1-36

Math (60 mnt)

60 soal · 1 mnt/soal

Aljabar, geometri, trigonometri, fungsi.

Skala: 1-36

Reading (35 mnt)

40 soal · ~52 dtk/soal

4 teks @ 10 soal: sastra, ilmu sosial, humaniora, sains.

Skala: 1-36

Science (35 mnt)

40 soal · ~52 dtk/soal

Interpretasi grafik, eksperimen, hipotesis ilmiah.

Skala: 1-36

Sumber: ACT Inc., struktur tes resmi act.org

English (45 menit, 75 soal)

Bagian English adalah 75 soal dalam 45 menit, artinya 36 detik per soal. Tempo yang brutal. Kamu mendapat lima teks (masing-masing ~300 kata) dengan bagian-bagian yang digarisbawahi, dan pada tiap garis bawah ada empat opsi: biarkan tanpa perubahan, atau pilih salah satu dari tiga versi alternatif. Keterampilan yang diuji meliputi tata bahasa (Conventions of Standard English: 51-56% soal), produksi teks (Production of Writing: 29-32%), serta penguasaan bahasa (Knowledge of Language: 13-19%).

Bagi kandidat dari Indonesia, yang paling sulit adalah soal tentang pemilihan kata (word choice) dan retorika (rhetorical skills) - soal bergaya “versi mana yang paling baik mewujudkan tujuan penulis”. Tata bahasanya sendiri (koma, titik koma, kesesuaian kala) relatif mudah dikuasai oleh siapa pun yang berbahasa Inggris di level B2+, karena aturannya terbatas dan dapat dihafal.

Secara praktis, kunci di English bukanlah pengetahuan tata bahasa yang lebih dalam, melainkan disiplin tempo. Bagi sebagian besar soal mekanis (tanda baca, kesesuaian subjek-predikat), kamu harus bisa memutuskan dalam 10-15 detik agar memiliki cadangan waktu untuk soal retorika yang lebih lambat. Trik yang berhasil bagi banyak siswa: ketika empat opsi terlihat mirip, pilih versi yang paling singkat dan paling jelas - ACT secara konsisten menghargai kalimat yang ringkas dan menghukum kata-kata berlebih. Jika sebuah opsi menambahkan informasi yang tidak diminta soal, hampir selalu itu jawaban yang salah. Latih juga membaca seluruh kalimat (bukan hanya bagian yang digarisbawahi) sebelum memilih, karena konteks sebelum dan sesudah garis bawah sering menentukan jawaban yang benar.

Math (60 menit, 60 soal)

Bagian Math adalah 60 soal dalam 60 menit - persis satu menit per soal. Ini lebih banyak waktu dibanding bagian lain, tetapi soalnya kerap berlangkah ganda. ACT Math mencakup: pre-Algebra (~14 soal), aljabar dasar (~10), geometri koordinat dan ruang (~14), aljabar menengah dan fungsi (~14), trigonometri (~4), serta statistika dan peluang. Ini satu-satunya bagian di ACT dengan 5 opsi jawaban alih-alih 4.

Kabar baik bagi pelajar Indonesia: trigonometri (sin, cos, tan, aturan sinus dan kosinus), fungsi eksponensial, logaritma, barisan, dan peluang adalah materi yang dikenal siswa SMA jurusan IPA. Siswa dengan dasar matematika yang kuat secara rutin mencapai 30-34 poin di bagian ini tanpa persiapan khusus, sementara median global hanya sekitar 20.

Kalkulator diperbolehkan di seluruh bagian Math (berbeda dengan SAT versi lama yang punya bagian tanpa kalkulator). Daftar kalkulator yang disetujui dipublikasikan di act.org - sebagian besar kalkulator grafik diperbolehkan, sedangkan program CAS (TI-Nspire CAS) mensyaratkan fungsi CAS dinonaktifkan sebelum tes.

Reading (35 menit, 40 soal)

Bagian Reading adalah 40 soal dalam 35 menit, yaitu kurang dari 52 detik per soal, tetapi setelah dikurangi waktu membaca teks, secara realistis kamu punya 8-9 menit untuk setiap dari 4 teks (masing-masing 10 soal). Tema teksnya:

  • Prose Fiction / Literary Narrative - penggalan novel atau cerita pendek
  • Social Science - sejarah, ekonomi, antropologi, psikologi
  • Humanities - seni, musik, filsafat, memoar
  • Natural Science - biologi, kimia, fisika, astronomi (populer-ilmiah)

Berbeda dengan SAT baru yang punya penggalan pendek (25-150 kata), ACT Reading menampilkan teks panjang (700-900 kata). Ini menuntut strategi yang benar-benar berbeda: skimming cepat, mengidentifikasi gagasan utama, dan menemukan detail. Siswa Indonesia sering kehilangan poin pada soal inference (penyimpulan) dan comparative passages (membandingkan dua teks dengan tema yang sama).

Strategi yang terbukti efektif adalah pola skim → soal → kembali: baca teks dengan cepat hanya untuk menangkap struktur dan gagasan utama (sekitar 2-3 menit), lalu langsung kerjakan soal sambil kembali ke baris yang relevan untuk mengonfirmasi jawaban. Banyak soal ACT Reading menyertakan rujukan baris (“in lines 24-27”), jadi kamu sering tidak perlu mengingat seluruh teks. Untuk soal inference, hindari godaan memilih jawaban yang “terdengar pintar” - ACT hanya menerima kesimpulan yang langsung didukung teks, bukan yang membutuhkan asumsi tambahan. Banyak peserta dari Indonesia juga terbantu dengan menentukan urutan pengerjaan teks sendiri: jika fiksi sastra biasanya jadi titik lemahmu, kerjakan tiga teks lain dulu dan sisakan fiksi di akhir agar tidak menghabiskan waktu di awal.

Science (35 menit, 40 soal)

Inilah bagian ACT yang paling sering disalahpahami. Bagian Science tidak menguji pengetahuan sains. Yang diuji adalah kemampuan menafsirkan grafik, tabel, eksperimen, dan hipotesis dalam konteks ilmiah. Materinya mencakup fisika, kimia, biologi, geologi, meteorologi, dan astronomi, tetapi semua data yang dibutuhkan sudah tersedia dalam teks. Kamu tidak perlu mengingat rumus atau definisi.

Soal terbagi menjadi tiga jenis teks:

  • Data Representation (~30-40%): grafik, tabel, diagram. Soal seperti “berapa nilai Y untuk X = 5?”
  • Research Summaries (~45-55%): uraian eksperimen. Soal tentang hubungan sebab-akibat, pengendalian variabel, interpretasi hasil
  • Conflicting Viewpoints (~15-20%): dua atau lebih ilmuwan menyajikan hipotesis yang bertentangan. Soal tentang argumentasi masing-masing pihak

Bagi siswa Indonesia dengan dasar sains yang baik (jurusan IPA dengan Biologi/Kimia/Fisika), bagian ini sering kali menjadi jalan tercepat menuju 30+ poin. Kuncinya: jangan baca teks secara utuh, mulai dari soalnya lalu kembali ke grafik untuk mengambil data.

Pendekatan praktisnya: untuk teks Data Representation dan Research Summaries, lewati seluruh paragraf deskripsi dan langsung lihat sumbu grafik, judul tabel, dan satuan pengukuran. Sebagian besar soal hanya meminta kamu membaca nilai dari grafik atau mengenali tren (“ketika X naik, Y turun”) - keterampilan yang sudah kamu latih di praktikum IPA. Satu-satunya jenis teks yang menuntut bacaan menyeluruh adalah Conflicting Viewpoints, karena kamu perlu memahami posisi tiap ilmuwan; sebagian peserta sengaja menyimpan teks ini untuk dikerjakan terakhir. Jebakan paling umum: terjebak mencoba memahami sains di balik eksperimen. Kamu tidak perlu tahu mengapa suatu reaksi terjadi - kamu hanya perlu membaca apa yang ditunjukkan data. Justru latar belakang IPA yang terlalu kuat kadang membuat siswa “berpikir terlalu jauh”; tetaplah berpegang pada angka di hadapanmu.

Writing (40 menit, 1 esai, opsional)

Bagian Writing adalah esai argumentatif 40 menit atas suatu topik sosial yang diberikan. Kamu mendapat prompt (menjelaskan suatu situasi, mis. “Apakah otomatisasi sebaiknya diatur oleh pemerintah?”) serta tiga sudut pandang berbeda. Tugasmu adalah:

  1. Memilih sudut pandangmu sendiri (boleh setuju dengan salah satu yang diberikan atau mengajukan pandanganmu sendiri)
  2. Menilai hubungan antara sudut pandangmu dan yang diberikan
  3. Membenarkan posisimu dengan argumen dan contoh konkret

Skor Writing terpisah (skala 2-12 dengan empat kategori: Ideas and Analysis, Development and Support, Organization, Language Use), dan tidak masuk ke dalam composite score. Sebagian besar universitas AS tidak mewajibkan Writing, tetapi beberapa (mis. sejumlah kampus UC, meski kebijakan ujian standar mereka kerap berubah) mungkin lebih menyukainya. Cek persyaratan masing-masing universitas.

Apa beda ACT dengan SAT dan ujian mana yang sebaiknya dipilih?

Pertanyaan ini diajukan oleh setiap kandidat dari Indonesia yang ingin kuliah di AS. Jawaban singkatnya: kedua ujian diterima setara, jadi pilihlah yang memberimu skor persentil lebih tinggi. Jawaban panjangnya membutuhkan perbandingan rinci.

ACT vs SAT - perbandingan singkat
AspekACTSAT
Durasi2j 55mnt (3j 35mnt dengan Writing)2j 14mnt
Bagian4 + Writing opsional2 (R&W, Math)
Skala skor1-36 composite400-1600
FormatLinear (kertas atau digital)Digital adaptif (MST)
Bagian ScienceYa (unik untuk ACT)Tidak
Kalkulator di MathSeluruh bagianSeluruh bagian (Desmos)
Tempo soalCepat (~36-60 dtk)Lebih lambat (~71-95 dtk)
Karakter soalFaktual, konkretReasoning, kontekstual
Jumlah sesi per tahun5-77
Biaya internasional$181-207$107
Materi gratisact.org, ACT Online PrepKhan Academy, Bluebook
Poin minusTidak adaTidak ada
Sumber: ACT Inc. + College Board, data resmi 2025/2026

Perbedaan paling terlihat:

1. Tempo dan karakter. ACT lebih cepat dan lebih “tekstual”. Kamu ditanya langsung soal tata bahasa, fakta, dan data. SAT bertanya secara memutar, bergaya “kesimpulan mana yang paling baik mengikuti teks”. Jika kamu membaca cepat dan menyukai soal yang konkret, ACT cocok untukmu.

2. Bagian Science. Unik untuk ACT. Terdengar seperti rintangan, tetapi bagi siswa Indonesia dengan latar belakang kuat di biologi/kimia/fisika, bagian ini sering jadi sumber poin. Kuncinya: ini bukan tes pengetahuan, melainkan tes interpretasi grafik.

3. Format. SAT sudah digital dan adaptif sejak 2024 (modul kedua tergantung skor di modul pertama). ACT bersifat linear - semua peserta mengerjakan rangkaian soal yang sama. Bagi sebagian orang, format ini kurang menimbulkan stres secara psikologis.

4. Biaya. ACT hampir dua kali lebih mahal bagi peserta internasional: $181-207 vs $107 untuk SAT. Selisihnya sekitar Rp 1,2-1,6 juta untuk setiap kali percobaan.

5. Materi belajar. Di sinilah SAT menang telak. Khan Academy bermitra resmi dengan College Board dan menyediakan persiapan SAT yang gratis dan lengkap. Untuk ACT, sumber gratis berkualitas tinggi seperti itu memang tidak ada - yang terbaik adalah materi berbayar dari act.org atau platform komersial.

Perbandingan terperinci bisa kamu temukan di artikel kami SAT vs ACT - perbandingan lengkap. Jika kamu ingin memahami bagaimana poin ACT dikonversi ke SAT, cek concordance tables resmi yang dipublikasikan bersama oleh ACT Inc. dan College Board (mis. ACT 30 ≈ SAT 1370, ACT 33 ≈ SAT 1480, ACT 35 ≈ SAT 1560).

Bagaimana cara mendaftar ACT dari Indonesia dan berapa biayanya?

Pendaftaran ACT dari Indonesia dilakukan secara online melalui situs act.org. Seluruh prosesnya memakan waktu 30-45 menit, tetapi mengharuskan pendaftaran minimal 6 minggu sebelum tanggal tes (disebut regular deadline). Pendaftaran terlambat (late registration) tetap dimungkinkan, tetapi dengan biaya tambahan 38 USD.

Langkah demi langkah: pendaftaran ACT

  1. Buat akun MyACT di my.act.org - diperlukan: nama lengkap sesuai paspor, tanggal lahir, email
  2. Pilih tanggal dan pusat ujian di Indonesia - mesin pencari menampilkan kursi yang tersedia setelah kamu memasukkan negara Indonesia
  3. Putuskan soal bagian Writing - opsional, +25 USD di atas biaya internasional dasar
  4. Masukkan universitas tujuan pengiriman skor gratis (hingga 4 universitas sudah termasuk biaya pendaftaran)
  5. Bayar dengan kartu - biaya internasional 181,50 USD (tanpa Writing) atau 206,50 USD (dengan Writing)
  6. Terima admission ticket - cetak dan bawa ke ujian bersama paspormu

Beberapa hal yang sering luput diperhatikan peserta dari Indonesia. Pertama, nama di akun MyACT harus persis sama dengan paspor - termasuk urutan nama depan dan nama belakang. Jika di paspor kamu hanya punya satu nama (mononim), ikuti panduan ACT untuk kasus ini agar tidak ditolak di hari tes. Kedua, untuk tes internasional ACT mensyaratkan paspor yang masih berlaku sebagai satu-satunya identitas yang diterima - KTP atau kartu pelajar tidak cukup, jadi pastikan paspormu tidak kedaluwarsa sebelum tanggal tes. Ketiga, pembayaran dilakukan dengan kartu kredit atau debit berlogo internasional (Visa/Mastercard); jika kamu tidak memilikinya, gunakan kartu milik orang tua atau kartu prabayar internasional yang sudah diaktifkan untuk transaksi global. Keempat, simpan tanda terima pembayaran dan cetak admission ticket beberapa hari sebelum tes, bukan di hari-H, untuk menghindari masalah teknis di menit terakhir.

Pusat ujian ACT di Indonesia

Jumlah pusat ujian ACT di Indonesia jauh lebih sedikit dibanding SAT, dan kursinya cepat habis. Lokasi yang paling umum:

  • Jakarta - beberapa sekolah internasional dan pusat ujian resmi (termasuk yang mengikuti kurikulum IB)
  • Kota besar lain - Surabaya, Bali, dan sejumlah kota lain menyelenggarakan tes pada tanggal tertentu melalui sekolah internasional
  • Ketersediaan bervariasi per tanggal - pusat yang aktif bisa berubah dari satu sesi ke sesi berikutnya

Daftar terkini yang lengkap tersedia di mesin pencari pada act.org setelah memilih negara Indonesia - ini satu-satunya sumber yang dapat diandalkan, karena daftar pusat ujian internasional kerap berubah setiap tahun. Sebagian tanggal hanya memiliki 1-2 pusat ujian yang aktif di seluruh negeri, sehingga pendaftaran untuk sesi pilihan pertamamu biasanya harus dilakukan 8-10 minggu lebih awal. Jika kamu tinggal di luar Jakarta, perhitungkan juga biaya dan waktu perjalanan ke kota tempat pusat ujian berada - banyak peserta dari luar kota besar perlu menginap satu malam sebelum hari tes agar tiba dengan kondisi segar.

Rincian biaya lengkap

  • Total (tanpa Writing): 181,50 USD ≈ Rp 2,9 juta
  • Total (dengan Writing): 206,50 USD ≈ Rp 3,3 juta
  • Late registration: +38 USD (~Rp 600 ribu)
  • Ganti tanggal / pusat ujian: 44 USD (~Rp 700 ribu masing-masing)
  • Laporan skor tambahan: 19 USD (~Rp 300 ribu)

Dengan merencanakan dua kali percobaan beserta biaya internasionalnya, kamu akan mengeluarkan sekitar Rp 5,8-6,6 juta, ditambah kemungkinan biaya tambahan lain.

Panduan lengkap proses rekrutmen di AS (termasuk persyaratan ujian) bisa kamu temukan di artikel kami Proses aplikasi kuliah di AS langkah demi langkah.

Bagaimana cara kerja sistem skor ACT dan skor seperti apa yang perlu dibidik?

ACT menggunakan skala 1-36 untuk composite score serta skor terpisah 1-36 untuk masing-masing dari empat bagian (English, Math, Reading, Science). Composite score adalah rata-rata aritmetika dari keempat bagian, dibulatkan ke bilangan bulat terdekat. Bagian Writing memiliki skala terpisah 2-12 dan tidak masuk ke composite.

Persentil ACT - di mana posisi skormu?

Angkatan 2024 · ~1,3 juta peserta · median composite: 19,4

Skor composite
persentil 99+ (top 0,3%)36
persentil 99 (top 1%)34
persentil 94 (top 6%)30
persentil 7324
persentil 52 (median)20
persentil 1715
Target untuk kandidat Indonesia
Ivy League (Harvard, Yale, Princeton)33-36
Top 20 AS (Duke, NYU)31-34
Top 50 AS + Bocconi28-32
Universitas AS yang solid24-28
Universitas AS papan tengah20-24
Perlu mengulang tes< 20

Sumber: ACT Inc., National Profile Report - Class of 2024

Apa arti skor ACT yang “bagus”?

Median ACT untuk angkatan 2024 adalah 19,4 poin composite. Itu berarti skor 20 poin sudah menempatkanmu di atas rata-rata nasional di AS. Tapi standar universitas tentu jauh lebih tinggi:

  • 24+ adalah skor di atas tiga perempat siswa SMA Amerika. Membuka pintu ke universitas negeri yang solid
  • 30+ adalah top 6%. Kompetitif untuk sebagian besar universitas swasta selektif
  • 33+ adalah top 1-2%. Diperlukan untuk Ivy League. Median yang diterima di Harvard adalah 34-36
  • 35-36 adalah elite. Median yang diterima di MIT adalah 35-36 composite

Median yang diterima di universitas terpilih (angkatan 2028)

Menurut Common Data Set resmi yang dipublikasikan universitas:

  • Harvard, Yale, Princeton, MIT, Stanford, Columbia: median 34-36
  • Duke, Northwestern, Cornell, Brown: median 33-35
  • NYU, Boston University, Carnegie Mellon: median 31-34
  • University of Michigan, UCLA, UVA: median 30-34
  • Penn State, Indiana, Ohio State: median 25-31

Ingat bahwa untuk kandidat internasional ambang batasnya sering lebih tinggi daripada kandidat Amerika, karena kamu bersaing di kolam kursi yang lebih kecil (sebagian besar universitas menerima 10-15% mahasiswa internasional). Cek persyaratan persis universitas tujuan di Common Data Set-nya.

Superscoring dan ACT

Sebagian besar universitas AS menerima superscoring untuk ACT. Artinya, jika kamu mengikuti ACT dua kali dan:

  • Kali pertama: English 32, Math 28, Reading 30, Science 26 → composite 29
  • Kali kedua: English 30, Math 33, Reading 28, Science 31 → composite 30

Maka universitas boleh mengambil skor terbaik dari tiap bagian (English 32, Math 33, Reading 30, Science 31) dan menghitung superscored composite 31. Ini sangat meningkatkan peluangmu, jadi rencanakan minimal 2 kali percobaan.

Mengapa superscoring begitu berharga bagi kandidat internasional? Karena pada hari tes tertentu kamu mungkin sedang sangat fokus di Math tetapi lelah saat tiba di Science, lalu sebaliknya pada tanggal berikutnya. Superscoring memungkinkan setiap bagian “tampil di hari terbaiknya”, sehingga composite akhirmu mencerminkan potensi tertinggimu, bukan rata-rata performa pada satu hari yang penuh tekanan. Konsekuensi strategisnya: ketika mengikuti percobaan kedua, kamu bisa memprioritaskan dua bagian terlemah dan tidak perlu khawatir jika bagian yang sudah kuat sedikit turun, karena skor lamamu yang lebih tinggi tetap terhitung. Namun, satu peringatan penting - tidak semua universitas menerapkan superscoring, dan sebagian meminta kamu mengirim semua hasil tes (bukan hanya yang terbaik). Selalu cek kebijakan “score choice” dan superscoring masing-masing universitas tujuan sebelum mendaftar tanggal kedua.

Untuk memperkirakan peluang aplikasi yang realistis, cek kalkulator aplikasi dan kalkulator GPA kami.

Kapan harus mulai persiapan dan bagaimana cara belajar yang efektif?

Momen ideal untuk mulai persiapan ACT adalah kelas 10-11 SMA, yaitu setahun sebelum percobaan pertama yang direncanakan. Momen yang masih realistis dan dapat diterima adalah awal kelas 12 SMA (September-Oktober), dengan asumsi target percobaan pertama di Desember atau Februari dan percobaan kedua di April/Juni - sebelum ujian akhir SMA dan jadwal seleksi masuk perguruan tinggi dalam negeri.

Rencana persiapan: 4-6 bulan

Bulan 1-2: Diagnostik dan fondasi

  • Kerjakan tes diagnostik resmi dari act.org (ada tes lengkap gratis)
  • Identifikasi bagian-bagian yang lemah
  • Fokus pada fondasi: tata bahasa Inggris untuk English, dasar aljabar/geometri untuk Math
  • Target: 60-90 menit belajar per hari, 4-5 kali seminggu

Bulan 3-4: Latihan tempo

  • Kerjakan bagian-bagian di bawah tekanan waktu (tidak ada yang lebih buruk daripada berlatih tanpa timer)
  • Fokus pada strategi - urutan pengerjaan, eliminasi, teknik melewati soal sulit
  • Reading: latih strategi skim → soal → kembali
  • Science: mulai dari soal, kembali ke grafik

Bulan 5-6: Simulasi tes penuh

  • Kerjakan minimal 4-5 tes latihan penuh dalam kondisi seperti ujian sebenarnya (3 jam tanpa jeda)
  • Analisis setiap kesalahan: mengapa kamu memilih jawaban salah, apa jebakannya
  • Minggu terakhir: latihan ringan, tidur cukup, tidak ada materi baru

Mengapa Khan Academy tidak mencakup ACT?

Ini kebenaran yang pahit bagi kandidat dari Indonesia. Khan Academy hanya bermitra resmi dengan College Board (pembuat SAT). Seluruh ekosistem materi gratis berkualitas tinggi dalam bahasa Inggris untuk SAT tersedia secara cuma-cuma. Untuk ACT, Khan Academy hanya menawarkan materi umum matematika dan membaca, tetapi tidak ada kursus khusus ACT dengan soal adaptif.

Apa yang tersedia sebagai gantinya untuk ACT?

  • The Official ACT Prep Guide - buku panduan resmi ACT Inc. dengan 6 tes latihan penuh (~Rp 600-800 ribu)
  • ACT Online Prep - platform resmi ACT Inc., langganan 4 bulan ~40 USD (~Rp 650 ribu)
  • Tes latihan resmi gratis - act.org menerbitkan 1-2 tes lengkap gratis yang bisa diunduh sebagai PDF
  • Platform komersial - Magoosh, PrepScholar, Princeton Review, Kaplan (berbayar, 100-500 USD/kursus, ~Rp 1,6-8 juta)
  • Tutor ACT di Indonesia - per jam berkisar Rp 200-500 ribu di pasaran kota besar, dengan sedikit tutor khusus ACT (sebagian besar fokus pada SAT)

Ketiadaan platform gratis khusus adalah kelemahan nyata ACT bagi anggaran pelajar Indonesia. Jika kamu mengharapkan biaya persiapan nol, SAT dengan Khan Academy lebih terjangkau secara finansial.

5 kesalahan siswa Indonesia di ACT

1. Meremehkan bagian Science. “Karena tidak menguji pengetahuan, saya tidak perlu siap-siap” - ini keliru. Format Science sangat spesifik dan butuh latihan: mulai dari soal, kembali ke grafik, abaikan deskripsi eksperimen yang panjang sampai kamu benar-benar memerlukannya. Cara memperbaikinya: kerjakan minimal 8-10 teks Science dalam kondisi berwaktu sebelum hari tes, lalu catat berapa lama kamu menghabiskan waktu per teks. Target idealnya 5 menit per teks, dan satu-satunya cara mencapainya adalah berhenti membaca paragraf yang tidak ditanyakan soal.

2. Manajemen waktu yang buruk di English. 36 detik per soal terdengar sangat cepat, tetapi sebagian besar soal hanyalah garis bawah + 4 opsi. Jika kamu menguasai tata bahasa, keputusan hanya butuh 10-15 detik. Latih temponya. Cara memperbaikinya: kelompokkan soal menjadi “cepat” (tanda baca, kesesuaian) dan “lambat” (retorika, penambahan/penghapusan kalimat), selesaikan yang cepat secepat mungkin agar kamu punya cadangan untuk yang lambat - jangan biarkan satu soal retorika menghabiskan satu menit penuh.

3. Membaca teks Reading secara utuh. Kamu hanya punya 8-9 menit per teks. Baca kalimat pertama dan terakhir tiap paragraf, lalu langsung ke soal dan kembali ke teks untuk detailnya. Cara memperbaikinya: berlatih dengan timer per teks, bukan per seluruh bagian - jika kamu melampaui 9 menit pada teks pertama, hentikan dan paksa diri pindah, karena teks terakhir sering kali yang paling mudah dan sayang jika tidak sempat dikerjakan.

4. Tidak berlatih dengan format kertas. Meski ACT kini menawarkan versi digital, di Indonesia sebagian besar tanggal masih berbentuk kertas. Berlatih hanya dengan aplikasi online bisa mengejutkanmu di hari ujian. Cara memperbaikinya: cetak setidaknya dua tes latihan penuh dan kerjakan dengan pensil di kertas, lengkap dengan menggelapkan bulatan jawaban, agar kamu terbiasa dengan ritme fisik mengisi lembar jawaban dan tidak kehilangan waktu di hari-H.

5. Menunda Writing. Jika kamu memutuskan mengambil Writing, rencanakan minimal 2 minggu latihan - esai argumentatif dalam 40 menit berbahasa Inggris adalah keterampilan yang tidak bisa dikuasai dalam satu minggu. Cara memperbaikinya: hafalkan satu kerangka esai sederhana (pendahuluan dengan tesis jelas, dua-tiga paragraf argumen yang masing-masing menanggapi satu perspektif, lalu penutup) dan tulis minimal lima esai latihan lengkap dengan timer sebelum hari tes.

Bagaimana penerimaan ACT di universitas AS dan Eropa?

Di AS jawabannya sederhana: seluruh 4000+ universitas memperlakukan ACT setara dengan SAT. Tidak ada universitas yang secara khusus mewajibkan SAT alih-alih ACT atau sebaliknya. Inilah niat utama para pendiri ACT pada 1959 - menciptakan alternatif dan menggugat monopoli College Board.

Kebijakan test-optional vs test-required

Setelah pandemi COVID-19, banyak universitas beralih ke test-optional (kandidat sendiri yang memutuskan apakah akan menyertakan skor). Per 2026:

  • Test-required (ujian wajib): Harvard, Yale, Brown, Dartmouth, Cornell, Caltech, Georgetown, MIT, Purdue, University of Florida, University of Tennessee, sebagian besar universitas negeri Florida, Georgia, dan Texas
  • Test-optional: mayoritas besar universitas swasta, antara lain Princeton, Columbia, Stanford, UPenn, NYU, sebagian besar liberal arts colleges
  • Test-blind / test-free (universitas tidak melihat skor bahkan jika kamu menyertakannya): sistem University of California (UCLA, Berkeley, UC San Diego, dll.), Caltech (diubah menjadi test-required sejak 2026 untuk sebagian program)

Kebijakan ini berubah setiap tahun, jadi selalu cek persyaratan terbaru di Common App atau di situs masing-masing universitas.

Apakah kandidat internasional sebaiknya menyertakan skor ACT ke universitas test-optional?

Ya, jika skornya di atas median yang diterima. Data College Board dan analisis independen menunjukkan bahwa kandidat yang menyertakan skor SAT/ACT di universitas test-optional memiliki tingkat penerimaan lebih tinggi dibanding yang tidak menyertakannya (selisih 5-15 poin persentase dalam berbagai studi). Bagi kandidat internasional, menyertakan skor justru lebih penting lagi, karena ijazah SMA Indonesia tidak langsung dapat disetarakan dengan GPA Amerika, sehingga skor ujian standar membantu panitia memahami posisi akademismu pada skala yang familiar bagi mereka.

Penerimaan ACT di Eropa

Eropa kurang dikenal dalam hal penerimaan ACT, tetapi daftarnya tidak kosong:

  • Bocconi (Italia): minimal 32 composite (setara SAT 1450+)
  • IE University (Madrid): menerima ACT, tanpa minimum resmi, 28+ kompetitif
  • Beberapa universitas Belanda: ACT sebagai alternatif untuk melengkapi dokumen lain, 26+ cukup untuk sebagian besar
  • Sciences Po (Prancis): lebih menyukai SAT, tetapi menerima ACT berdasarkan penilaian individual
  • University College London, King’s College London: ACT sebagai pelengkap A-levels, bukan pengganti
  • ETH Zurich: menerima ACT sebagai salah satu ujian standar yang mungkin untuk aplikasi internasional

Aturan umumnya: jika universitas Eropa menerima SAT, biasanya menerima ACT juga. Jika kamu hanya melamar ke Eropa, cek persyaratan spesifiknya, karena bagi kandidat dengan ijazah SMA dari Indonesia sebagian program mungkin menetapkan persyaratan masuk yang berbeda - beberapa universitas di Inggris/Eropa meminta tahun foundation atau kualifikasi setara A-level/IB sebelum masuk langsung, jadi peran ujian standar pun bisa berbeda dari satu kampus ke kampus lain.

Perubahan apa yang menanti ACT pada 2025 dan 2026?

Tahun 2024-2026 adalah periode perubahan terbesar dalam sejarah ACT selama beberapa dekade. Penyebabnya adalah persaingan dengan SAT digital (sejak 2024) serta penurunan jumlah peserta setelah pandemi. ACT Inc. mengumumkan modifikasi berikut, yang diterapkan secara bertahap sejak April 2025:

Enhanced ACT - format lebih singkat

Sejak April 2025, ACT memperkenalkan Enhanced ACT - versi yang dipangkas sekitar 1/3:

  • Durasi: dipersingkat dari 2j 55mnt menjadi 2j 5mnt (tanpa Writing) atau 2j 45mnt dengan Writing
  • Jumlah soal: dikurangi dari 215 menjadi sekitar 171 soal (English 50, Math 45, Reading 36, Science 40)
  • Bagian Science menjadi opsional - kamu bisa mengikuti hanya English+Math+Reading atau menambahkan Science (dan Writing)
  • Composite score dihitung dari 3 bagian (English, Math, Reading) jika kamu memilih format tanpa Science

Ini perubahan strategis yang penting. Kandidat dari Indonesia kini harus memilih secara sadar apakah mengikuti:

  • Enhanced ACT tanpa Science (lebih singkat, tetapi kehilangan keunggulan bagian Science)
  • Enhanced ACT dengan Science (tetap lebih singkat dari ACT lama, tetapi mempertahankan bagian Science)
  • Format tradisional penuh (di tempat yang masih menyediakannya)

Lebih sedikit sesi per tahun

ACT Inc. mengurangi jumlah sesi tes internasional dari 6 menjadi sekitar 5 per tahun (terutama bulan musim gugur-musim semi). Ini meningkatkan persaingan memperebutkan kursi di pusat ujian di Indonesia dan membuat pendaftaran menjadi urusan yang lebih mendesak lagi - minimal 8-10 minggu sebelum tanggal tes.

Online ACT - ekspansi global

ACT secara paralel mengembangkan format online (ACT digital) di pusat-pusat ujian terpilih. Format digital menawarkan:

  • Waktu keluarnya hasil lebih singkat (2-3 hari alih-alih 2-4 minggu)
  • Alat bawaan (kalkulator grafik, highlighter, flag for review)
  • Tidak perlu membawa pensil dan penghapus

Per 2026: sebagian besar pusat ujian di Indonesia masih menggunakan format kertas, tetapi versi online tersedia pada beberapa tanggal. Cek saat pendaftaran.

Apa artinya bagi kandidat dari Indonesia?

Format Enhanced ACT yang lebih singkat adalah kabar baik - lebih sedikit kelelahan di hari tes, lebih sedikit soal yang perlu disiapkan. Opsionalitas Science memberi fleksibilitas, tetapi hati-hati: jika kamu melamar jurusan STEM (matematika, teknik, biologi), banyak universitas lebih menyukai composite dengan Science. Cek persyaratan jurusan sebelum memilih format.

Rekomendasi umum: bagi kandidat dari Indonesia yang membidik universitas top, pertahankan bagian Science dalam format tes. Siswa Indonesia jurusan IPA yang belajar sains di SMA punya keunggulan alami di bagian ini, dan itu sering menjadi nilai tambah bagi skor composite-nya.

Apa bedanya ACT dengan SAT?
ACT memiliki empat bagian (English, Math, Reading, Science) plus Writing opsional, sedangkan SAT hanya punya dua (Reading & Writing serta Math). ACT lebih cepat, lebih faktual, dan bagian Science (unik untuk ACT) menguji interpretasi grafik dan data ilmiah. SAT bersifat adaptif dan digital, sementara sejak 2025 ACT beralih ke format yang lebih singkat (2 jam 5 menit tanpa Writing) dan juga tersedia secara digital. Keduanya diterima setara oleh semua universitas AS. Perbandingan lengkap: SAT vs ACT.
Berapa biaya ujian ACT untuk kandidat dari Indonesia?
Biaya internasional ACT tanpa bagian Writing adalah 181,50 USD (sekitar Rp 2,9 juta), dan dengan bagian Writing 206,50 USD (sekitar Rp 3,3 juta). Late registration dikenakan tambahan 38 USD. Jadi total biaya ujian dari Indonesia berkisar Rp 2,9-3,3 juta, ditambah kemungkinan laporan skor tambahan seharga 19 USD masing-masing. Ingat bahwa ACT jauh lebih mahal dari SAT (107 USD), yang perlu kamu pertimbangkan saat merencanakan anggaran aplikasi.
Berapa skor ACT yang bagus untuk kandidat dari Indonesia?
Median ACT untuk angkatan 2024 adalah 19,4. Skor 24+ sudah jauh di atas rata-rata (top 25%), 30+ memasukkan kamu ke top 5% kandidat, dan 33+ adalah skor khas Ivy League (median yang diterima di Harvard adalah 34-36). Untuk pelajar Indonesia yang membidik top 50 AS, target realistis adalah 28-32. Siswa Indonesia, terutama jurusan IPA, sering mencatat skor tertinggi di bagian Math, sedang di English dan Reading, sementara Science membutuhkan latihan khusus dengan formatnya.
Di mana di Indonesia bisa mengikuti ujian ACT?
ACT tersedia di beberapa pusat ujian di Indonesia, terutama di Jakarta (mis. British Council, sekolah internasional) dan di kota lain seperti Surabaya (Surabaya Intercultural School) serta Bali. Jumlah kursi terbatas, jadi pendaftaran sebaiknya dilakukan minimal 6-8 minggu sebelum tanggal ujian. Daftar pusat ujian terkini tersedia di mesin pencari pada situs act.org setelah memilih negara Indonesia.
Apakah Khan Academy menyediakan materi untuk ACT?
Tidak. Khan Academy bermitra resmi dengan College Board dan menawarkan persiapan gratis khusus untuk SAT. Untuk ACT, sumber terbaik adalah materi resmi dari act.org (The Official ACT Prep Guide, ACT Online Prep), tes latihan resmi gratis yang dirilis ACT Inc., serta platform komersial. Ini perbedaan penting jika kamu memilih antara SAT dan ACT - ekosistem sumber gratis untuk SAT jauh lebih luas.
Berapa kali saya boleh mengikuti ujian ACT?
Kamu boleh mengikuti ACT hingga 12 kali seumur hidup (batas yang ditetapkan ACT Inc.). Dalam praktiknya sebagian besar kandidat mengikuti 2-3 kali. Secara statistik, skor antara percobaan pertama dan kedua rata-rata naik 1-2 poin composite. Sebagian besar universitas AS menerima superscoring - menggabungkan skor terbaik dari tiap bagian dari tanggal ujian berbeda menjadi satu composite score, yang sangat meningkatkan peluangmu.
ACT atau SAT - mana yang sebaiknya dipilih pelajar Indonesia?
Bagi sebagian besar pelajar Indonesia, SAT umumnya pilihan yang lebih mudah, terutama karena ketersediaannya lebih baik (lebih banyak tanggal dan pusat ujian), materi gratis Khan Academy, dan format yang lebih singkat (2 jam 14 menit vs 2 jam 55 menit untuk ACT). ACT bisa jadi pilihan lebih baik jika kamu kuat di bidang sains (bagian Science), lebih suka soal faktual ketimbang reasoning, dan tidak kesulitan dengan tempo cepat. Cara terbaik adalah mengerjakan tes latihan masing-masing ujian lalu membandingkan hasil persentilnya.
Apakah universitas di Eropa menerima ACT?
Ya, meski cakupannya lebih kecil dibanding SAT. Bocconi (Italia) menerima ACT setara dengan SAT (minimal 32 composite). IE University (Madrid) menerima ACT. Beberapa universitas di Belanda dan Inggris memperlakukan ACT sebagai nilai tambah dalam aplikasi. Secara umum SAT punya merek lebih kuat di Eropa, tetapi ACT diterima di mana pun ujian standar AS dipersyaratkan.

Kesimpulan - apakah ACT pilihan yang baik?

ACT adalah alternatif sejati dari SAT, bukan ujian “kelas dua”. Seluruh 4000+ universitas di AS memperlakukannya setara. Bagi kandidat dari Indonesia yang kuat di bidang sains, membaca cepat dalam bahasa Inggris, dan lebih menyukai soal faktual, ACT bahkan bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada SAT. Sebaliknya, dari sisi anggaran dan ketersediaan materi gratis (Khan Academy), SAT masih unggul.

Kunci keputusannya: kerjakan satu tes latihan ACT dan satu tes latihan SAT dalam kondisi seperti ujian sebenarnya, cek hasil persentilnya (bukan poin mentah), dan putuskan berdasarkan data. Sering kali siswa Indonesia mendapati bahwa keunggulan matematika alaminya dan bakat menafsirkan grafik memberinya keuntungan di ACT yang tidak ia miliki di SAT.

Langkah selanjutnya

  1. Kerjakan tes latihan gratis ACT dari act.org - kamu akan menilai titik awalmu
  2. Bandingkan dengan latihan SAT - cek persentil kedua hasilnya
  3. Tentukan target universitas - cek median ACT di halaman Common Data Set universitas pilihanmu
  4. Rencanakan anggaran - minimal Rp 6-7 juta untuk 2 kali percobaan + materi
  5. Daftar di act.org minimal 8 minggu sebelum tanggal pilihanmu
  6. Manfaatkan kalkulator aplikasi kami untuk memperkirakan peluang realistis ke universitas tertentu

Semoga berhasil. Ingat, ACT bukan tes pengetahuan - ini tes keterampilan yang bisa dikuasai dengan kerja sistematis dan strategi yang tepat. Siswa Indonesia jurusan IPA dengan dasar bahasa Inggris yang baik punya peluang nyata meraih 30+ poin composite dalam 4-6 bulan persiapan.

Sumber dan metodologi

  1. ACT Inc. - act.org - situs resmi ujian ACT, struktur tes, pendaftaran, penilaian, tanggal internasional, dan kebijakan harga
  2. ACT National Profile Report - act.org/the-condition-of-college-and-career-readiness - laporan tahunan berisi median dan persentil angkatan peserta (angkatan 2024 digunakan dalam panduan ini)
  3. College Board / ACT Concordance Tables - tabel bersama konversi poin ACT ke SAT, dipublikasikan bersama oleh kedua organisasi sejak 2018, pembaruan 2024
  4. Common App Test Policies - commonapp.org - data kebijakan test-required vs test-optional di 1000+ universitas Common App
  5. Common Data Set - publikasi universitas (mis. harvard.edu/cds, mit.edu/cds) - median resmi mahasiswa yang diterima untuk setiap angkatan
  6. NCES - National Center for Education Statistics - data tentang ujian standar dalam proses rekrutmen ke perguruan tinggi

Oceń artykuł:

4.9 /5

Średnia 4.9/5 na podstawie 140 opinii.