Bayangkan: kamu menghabiskan tiga bulan mempelajari pola esai lima paragraf. Pembuka dengan tesis, tiga paragraf berisi argumen, kesimpulan dengan parafrasa tesis. Kamu hafal linking words – furthermore, moreover, in conclusion. Kamu punya bank frasa siap pakai untuk setiap situasi. Kamu duduk untuk mengikuti TOEFL, membuka bagian Writing, dan… esainya tidak ada. Sama sekali. ETS menghapusnya.
Ini bukan lelucon dan bukan skenario masa depan – ini kenyataan TOEFL 2026. Versi ujian baru, yang diperkenalkan pada Juli 2025, membalik bagian Writing secara total. Integrated essay (baca teks + dengar kuliah + tulis 300 kata) lenyap. Independent essay (“Do you agree or disagree…”) lenyap. Sebagai gantinya muncul tiga tugas yang lebih singkat dan lebih praktis: Build a Sentence, Write an Email, dan Write for an Academic Discussion. Total waktunya? 23 menit, bukan 50 menit seperti dulu.
Bagi pelajar Indonesia, ini perubahan yang menuntut perombakan total strategi persiapan. Pola-pola yang berhasil selama bertahun-tahun kini masuk tempat sampah. Tapi ada kabar baiknya – format baru menghargai keterampilan menulis praktis yang benar-benar berguna saat kamu kuliah di luar negeri. Menulis email ke profesor? Itu akan kamu lakukan setiap hari di UCL atau University of Amsterdam. Berdiskusi di forum akademik? Hal biasa di setiap kampus Barat. Dalam panduan ini kita bedah bagian Writing baru sampai ke akar-akarnya – tugas demi tugas, dengan strategi dan contoh yang konkret.
TOEFL 2026 Writing – fakta kunci
(dulu 50 mnt)
(dulu 2 esai)
kecerdasan buatan
(band scoring)
(dihapus sepenuhnya)
total di seluruh tugas
Sumber: ETS, TOEFL iBT Test Content 2025/2026
Build a Sentence – tata bahasa dalam aksi
Tugas pertama di bagian Writing baru adalah sesuatu yang sama sekali tidak ada di TOEFL lama. Build a Sentence adalah tugas bertipe drag-and-drop – kamu mendapat sekumpulan kata yang teracak dan harus menyusunnya menjadi kalimat yang benar. Tapi ini bukan sekadar memindahkan balok. Kalimat-kalimat itu membentuk potongan percakapan antar-mahasiswa – semacam pertukaran pesan teks – dan kamu harus memahami bukan hanya tata bahasa tiap kalimat, tapi juga logika seluruh percakapan.
Bagaimana wujudnya dalam praktik? Di layar kamu melihat kata-kata teracak – misalnya “meeting / the / professor / rescheduled / has / our” – dan harus menyusunnya menjadi kalimat yang benar: “The professor has rescheduled our meeting.” Terdengar mudah? Pada level ini memang iya. Tapi soal sebenarnya di TOEFL lebih rumit: kalimat lebih panjang, kalimat majemuk dengan beberapa klausa, tense yang menuntut urutan kata yang presisi, ditambah konteks percakapan yang memengaruhi bentuk mana yang benar.
Struktur tata bahasa apa yang diuji Build a Sentence?
ETS tidak menerbitkan daftar resmi struktur yang diuji, tapi berdasarkan materi persiapan dan laporan peserta, kita tahu tugas ini berfokus pada beberapa area kunci.
Urutan kata pada kalimat majemuk – urutan SVO bahasa Inggris (subjek–predikat–objek) terlihat sederhana, tapi jadi rumit ketika muncul klausa relatif, keterangan, dan objek. Kalimat seperti “The research that the team conducted last semester has finally been published” menuntut penempatan presisi tiap elemen. Pelajar Indonesia, yang terbiasa dengan urutan kata yang lebih fleksibel dalam bahasa Indonesia, sering keliru menempatkan urutan elemen pada konstruksi bahasa Inggris yang lebih panjang.
Tense dan aspek – Present Perfect vs Past Simple adalah hal klasik, tapi Build a Sentence melangkah lebih jauh. Yang diuji termasuk konstruksi Past Perfect (had + V3), Future Perfect (will have + V3), dan bentuk continuous (has been working). Kuncinya: kamu harus mengenali tense mana yang secara logis benar dalam konteks percakapan. Karena kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah bentuk menurut waktu, area ini perlu latihan ekstra.
Kalimat pasif dan inversi – kalimat pasif (“The deadline was extended by the department”) punya urutan berbeda dari kalimat aktif, dan konstruksi dengan inversi (“Not only did the professor cancel the lecture, but she also…”) menuntut penguasaan urutan khusus setelah ungkapan negatif.
Kalimat bersyarat – If-clauses dalam berbagai tipe (zero, first, second, third conditional) adalah area berikutnya. “Had the students submitted their papers on time, they would have received full credit” – ini Third Conditional dengan inversi, tanpa “if”. Mimpi buruk bagi siapa pun yang belum melatih struktur ini.
Bagaimana mempersiapkan Build a Sentence?
Tugas ini menghargai penguasaan tata bahasa yang solid, bukan kreativitas. Berikut strategi persiapan yang konkret:
Langkah 1: Diagnosis titik lemahmu. Sebagian besar pelajar Indonesia cukup baik dengan SVO sederhana, tapi kesulitan pada: (a) urutan kata sifat sebelum kata benda (“a beautiful old red Italian sports car” – ya, urutan kata sifat dalam bahasa Inggris ditentukan secara ketat), (b) posisi kata keterangan (“She has always wanted”, bukan “She always has wanted”), (c) klausa relatif (“The book, which was published in 2024, explores…” vs “The book that was published in 2024 explores…” – koma mengubah makna). Di aplikasi TOEFL kami tersedia tes diagnostik yang menunjukkan area-area ini secara presisi.
Langkah 2: Latih sentence unscrambling setiap hari. Ambil kalimat apa pun dari artikel ilmiah (misalnya dari The Guardian atau BBC), tulis kata-katanya dalam urutan acak, lalu coba susun ulang. Bandingkan dengan aslinya. Latihan sederhana ini membangun intuisi tata bahasa lebih cepat daripada buku teks mana pun.
Langkah 3: Belajar “chunks”, bukan kata satu per satu. Bahasa Inggris bekerja lewat kolokasi – “make a decision” (bukan “do a decision”), “conduct research” (bukan “do research”), “raise a concern” (bukan “rise a concern”). Makin banyak gabungan tetap seperti ini yang kamu tahu, makin cepat kamu menyusun kalimat dalam urutan yang benar.
Langkah 4: Perhatikan discourse markers. Karena kalimat-kalimat membentuk percakapan, kamu harus paham bagaimana satu kalimat menyambung ke kalimat lain. “That’s a great point, but…”, “I see what you mean, however…”, “Building on that idea…” – ungkapan-ungkapan ini memberi konteks yang membantumu menetapkan urutan yang logis.
Build a Sentence – contoh tugas
Susun kata yang teracak menjadi kalimat yang benar dalam konteks percakapan
Contoh ilustratif College Council, berdasarkan format ETS TOEFL 2026
Write an Email – menulis yang praktis
Tugas kedua di bagian Writing adalah Write an Email – dan ini mungkin perubahan paling praktis dalam sejarah TOEFL. Kamu punya 7 menit untuk membaca skenario dan menulis email yang sesuai. Skenarionya menyangkut situasi akademik yang umum: dosen mengubah jadwal ujian dan kamu punya bentrok, kamu butuh perpanjangan tenggat tugas akhir semester, kamu ingin bergabung dengan kelompok riset, kamu harus memberi tahu teman sekamar soal masalah di asrama.
Kenapa ini penting? Karena menulis email adalah keterampilan yang jarang sekali dilatih pelajar Indonesia. Dalam sistem pendidikan Indonesia, kita menulis karangan, deskripsi, ulasan – tapi bukan email ke dosen. Padahal di kampus luar negeri kamu akan menulisnya beberapa kali sehari. Email ke profesor di LSE harus punya nada yang tepat – tidak terlalu formal (ini bukan surat resmi), tidak terlalu santai (ini bukan chat ke teman). Dan justru keterampilan inilah yang diuji TOEFL baru.
Anatomi email yang baik di TOEFL
Panjang yang diharapkan 150–200 kata. Kamu hanya punya 7 menit – sangat sedikit, jadi kamu harus punya struktur yang jelas di kepala sebelum mulai menulis. Berikut skema yang teruji:
Salutasi dan sapaan – Email harus diawali sapaan yang tepat. Ke profesor: “Dear Professor Smith,” atau “Dear Dr. Smith,”. Ke sesama mahasiswa: “Hi Alex,” atau “Hey Alex,”. Ke administrasi kampus: “Dear Admissions Office,”. Pilihan sapaan menandakan bahwa kamu memahami register – dan ini salah satu elemen yang dinilai AI.
Kalimat pembuka berisi konteks – Jangan mulai dengan “I am writing to…” (ini klise, meski benar). Lebih baik: “I hope this email finds you well. I’m reaching out regarding the change in our exam schedule.” Atau lebih baik lagi: “Thank you for letting us know about the schedule change. Unfortunately, I’ve run into a conflict.” Natural, ringkas, langsung ke inti.
Isi utama – menjelaskan situasi – Di sini kamu harus konkret. Jangan menulis “I have a problem”. Tulis: “The new exam date, March 15, conflicts with a medical appointment that I’ve had scheduled for three months.” Detail membangun kredibilitas – dan menunjukkan ke AI bahwa kamu bisa mengomunikasikan informasi secara presisi.
Permintaan atau usulan solusi – Bagian terpenting. Jangan tinggalkan profesor dengan masalah – tawarkan solusi: “Would it be possible to take the exam on March 14 instead? I am available any time that day.” Atau: “Could you suggest an alternative time? I would be happy to accommodate any slot that works for you.” Bentuk bersyarat (“Would it be possible…”, “Could you…”) adalah kunci nada yang tepat.
Penutup – “Thank you for your understanding”, “I appreciate your help with this”, “Please let me know if you need any additional information”. Lalu: “Best regards,” atau “Sincerely,” + namamu.
Register dan nada – kesalahan yang paling sering dilakukan
Pelajar Indonesia kerap melakukan dua kesalahan khas dalam email: menulis terlalu formal (gaya surat resmi instansi), atau terlalu informal (gaya chat di WhatsApp). TOEFL mengharapkan sesuatu di tengah – nada akademik semi-formal.
Terlalu formal: “I hereby respectfully request that Your Excellency consider the possibility of granting me an extension…” – ini bukan surat ke duta besar.
Terlalu informal: “Hey prof, can u move the test? thx” – ini tidak bisa diterima dalam konteks akademik mana pun.
Pas: “Dear Professor Chen, I wanted to reach out about the upcoming deadline for our research paper. Due to a family emergency last week, I wasn’t able to make as much progress as planned. Would it be possible to get a two-day extension? I can have the paper ready by Thursday morning. Thank you for considering this – I really appreciate your flexibility.”
Perhatikan elemennya: sapaan yang tepat, konteks, permintaan konkret dengan usulan tenggat, ucapan terima kasih. Inilah nada yang akan dinilai tinggi oleh AI.
Skenario umum dan cara menanganinya
Di ujian kamu bisa mendapat salah satu dari beberapa tipe skenario. Berikut yang paling umum:
Bentrok jadwal – dosen mengubah tanggal ujian, seminar bentrok dengan mata kuliah lain. Strategi: gambarkan bentroknya secara konkret, tawarkan alternatif, nyatakan kesiapan untuk menyesuaikan.
Permintaan perpanjangan – kamu butuh lebih banyak waktu untuk tugas. Strategi: sebutkan alasan (tapi jangan didramatisasi), usulkan tenggat baru, yakinkan bahwa kualitas tugas tidak akan menurun.
Bergabung dengan kelompok/proyek – kamu ingin bergabung dengan kelompok riset atau proyek. Strategi: jelaskan kenapa kamu tertarik, apa yang bisa kamu sumbangkan, tanyakan langkah berikutnya.
Masalah logistik – masalah dengan asrama, akses ke laboratorium, kartu mahasiswa yang hilang. Strategi: gambarkan masalahnya dengan jelas, sebutkan kapan terjadi, tanyakan prosedur penyelesaiannya.
Di aplikasi TOEFL kami tersedia bank skenario email beserta jawaban model yang dinilai pada masing-masing band – dari 1 sampai 6 – dengan komentar tentang apa yang menentukan perbedaan antara band 4 dan band 6.
Write an Email – struktur email yang ideal
150–200 kata · 7 menit · Nada akademik semi-formal
Struktur disusun oleh College Council, 2026
Write for an Academic Discussion – diskusi akademik
Tugas ketiga – Write for an Academic Discussion – adalah satu-satunya elemen bagian Writing yang sudah ada (dalam bentuk mirip) di TOEFL lama. Tapi bahkan tugas ini pun mengalami modifikasi. Kamu punya 10 menit untuk membaca pertanyaan profesor, dua jawaban mahasiswa, lalu menulis pendapatmu sendiri di forum diskusi. Panjang yang diharapkan 200–250 kata.
Tugas ini paling mendekati apa yang akan kamu lakukan saat kuliah sungguhan. Di kampus seperti Sciences Po atau University of Edinburgh, diskusi di forum daring (Canvas, Moodle, Blackboard) adalah hal biasa. Profesor mengajukan pertanyaan, mahasiswa memposting jawaban mereka, dan kamu harus menulis sesuatu yang menambah nilai baru ke diskusi – bukan mengulang apa yang sudah dikatakan orang lain.
Seperti apa tugasnya?
Di layar kamu melihat tiga elemen:
Pertanyaan profesor – misalnya “Some educators argue that university lectures should be recorded and made available online for all students. Others believe that in-person attendance is essential for the learning experience. What is your view on this issue?”
Jawaban Mahasiswa A – misalnya “I strongly believe lectures should be recorded. Many students work part-time jobs and can’t always attend in person. Recorded lectures give everyone equal access to education regardless of their schedule.”
Jawaban Mahasiswa B – misalnya “While I understand the convenience argument, I think mandatory attendance builds discipline and encourages engagement. Students who watch recordings tend to procrastinate and fall behind.”
Tugasmu – tulis pendapatmu, di mana kamu menanggapi argumen kedua mahasiswa dan menyampaikan posisimu sendiri.
Apa yang JANGAN dilakukan di Academic Discussion
Sebelum membahas strategi, mari perjelas kesalahan yang paling sering terjadi:
Jangan mengulang argumen mahasiswa lain. Jika Mahasiswa A sudah bilang bahwa rekaman memberi akses setara, jangan menulis hal yang sama dengan kata berbeda. AI akan mendeteksinya dan menurunkan nilaimu karena tidak orisinal.
Jangan abaikan jawaban mahasiswa. Pendapatmu harus menyambung ke apa yang ditulis orang lain. Kamu tidak boleh menulis argumen yang sama sekali tidak nyambung – itu berarti kamu tidak membaca diskusinya.
Jangan menulis esai berpola. Ini bukan esai – ini posting forum. Jangan mulai dengan “In today’s modern society, the issue of recorded lectures has become increasingly controversial…”. Itu AI-slop yang langsung menurunkan nilai.
Strategi untuk band 5-6
Berikut struktur jawaban teruji yang konsisten mendapat nilai tinggi:
Kalimat pembuka – sambungkan ke diskusi (1–2 kalimat). “Both Alex and Maria raise valid points, but I think the real issue isn’t whether to record lectures – it’s how to use recordings effectively.” Ini menunjukkan bahwa kamu sudah membaca kedua jawaban dan punya sudut pandang sendiri.
Kembangkan argumen utamamu (3–4 kalimat). Ini jantung pendapatmu. Sampaikan argumen konkret yang belum disampaikan siapa pun. “Research from MIT’s OpenCourseWare program shows that students who combine in-person attendance with recorded reviews perform 15% better on exams than those who only attend lectures. The key isn’t choosing between live and recorded – it’s using both strategically.” Data konkret, sudut pandang baru, nilai tambah.
Tanggapi argumen salah satu mahasiswa (2–3 kalimat). Setuju sebagian atau berikan kontra-argumen. “I agree with Maria that some students procrastinate with recordings, but this seems like a self-discipline issue rather than a reason to remove a valuable resource. We don’t ban textbooks because some students don’t read them.” Analogi memperkuat argumen.
Simpulkan posisimu (1–2 kalimat). “Ultimately, I believe universities should offer recorded lectures as a supplement to – not replacement for – in-person learning. This gives students the best of both worlds.”
Struktur ini memberimu 200–250 kata, menyambung ke kedua mahasiswa, menambah argumen baru, dan memiliki posisi yang jelas. Persis seperti yang dicari algoritma penilai.
Academic Discussion – skema jawaban untuk band 5-6
200–250 kata · 10 menit · Sambungkan ke kedua mahasiswa + tambahkan argumen baru
Skema disusun oleh College Council berdasarkan TOEFL iBT Scoring Rubrics, ETS 2025
TOEFL Writing lama vs baru – apa yang berubah?
Jika kamu pernah mempersiapkan TOEFL Writing yang lama atau kenal seseorang yang mengikuti ujian itu sebelum Juli 2025, bagian ini akan menunjukkan betapa radikalnya aturan main berubah. TOEFL Writing lama terdiri dari dua esai: integrated essay (20 menit untuk 300 kata) dan independent essay (30 menit untuk 300+ kata). Format baru adalah tiga tugas yang lebih singkat dan praktis – dan filosofi di baliknya jelas: ETS ingin mengukur keterampilan yang benar-benar berguna saat kuliah.
Integrated essay menuntut mendengarkan kuliah, membaca teks akademik, dan menulis esai perbandingan. Itu tugas yang sulit, tapi sangat berpola – ada puluhan template yang memungkinkan meraih 4/5 poin nyaris dengan autopilot. ETS jelas menilai bahwa menguji kemampuan mengisi template tidak mengukur kompetensi menulis yang sesungguhnya.
Independent essay – “Do you agree or disagree that technology has improved education?” – bahkan lebih berpola lagi. Lima paragraf, tiga argumen, kesimpulan yang memparafrasakan tesis. Peserta yang menguasai format ini secara rutin meraih 24–28/30 di bagian Writing. Tapi menulis esai lima paragraf dengan argumen generik adalah keterampilan yang saat kuliah sungguhan benar-benar tidak berguna.
Format baru memaksa kompetensi yang berbeda: presisi tata bahasa (Build a Sentence), komunikasi praktis (Write an Email), dan berpikir kritis dalam dialog dengan orang lain (Academic Discussion). Ini lebih sulit disiapkan dengan template – tapi lebih dekat dengan apa yang benar-benar kamu butuhkan untuk bertahan di semester pertama di Cambridge atau Trinity College Dublin.
TOEFL Writing lama vs TOEFL 2026 Writing baru
| Aspek | TOEFL lama (sampai 2025) | TOEFL 2026 baru |
|---|---|---|
| Durasi | 50 menit | 23 menit |
| Jumlah tugas | 2 (keduanya esai) | 3 (tidak ada yang berupa esai) |
| Integrated Essay | 20 mnt – baca + dengar + tulis 300 kata | Dihapus |
| Independent Essay | 30 mnt – "agree/disagree" 300+ kata | Dihapus |
| Build a Sentence | Tidak ada | Baru – susun kata yang teracak |
| Write an Email | Tidak ada | Baru – 7 mnt, 150–200 kata |
| Academic Discussion | Tidak ada (terdekat – integrated essay) | 10 mnt, 200–250 kata |
| Penilaian | Penilai manusia + AI (e-rater) | 100% AI |
| Template | Sangat ampuh (terutama integrated) | Praktis tidak berguna |
| Keterampilan kunci | Menyusun teks panjang | Tata bahasa, komunikasi, berpikir kritis |
Sumber: ETS, TOEFL iBT Test Changes 2025/2026
AI Scoring – bagaimana kecerdasan buatan menilai tulisanmu?
TOEFL Writing baru dinilai 100% oleh AI – tidak ada manusia yang membaca jawabanmu. Ini perubahan fundamental dibanding format lama, di mana penilai manusia dan algoritma e-rater menilai secara independen, dan bila ada perbedaan, penilai kedua turun tangan. Kini hanya ada algoritma.
Apa artinya dalam praktik? Beberapa hal – baik yang positif maupun negatif.
Kelebihan AI scoring: Objektivitas – tidak ada penilai yang lelah pada pukul 23:00 yang membaca esaimu setelah seratus esai lain. Konsistensi – teks yang sama selalu mendapat nilai yang sama, terlepas dari hari dan jam. Kecepatan – hasil lebih cepat.
Kekurangan: AI tidak akan menghargai pendekatan kreatif dan tidak biasa sebagaimana yang mungkin dilakukan pembaca manusia. Algoritma menghargai struktur yang jelas, tata bahasa yang benar, dan tanggapan langsung pada tugas – bukan orisinalitas gaya. Ini bukan tes penulisan sastra.
Apa yang dinilai algoritma? Kriteria band 1–6
Setiap tugas dinilai pada skala 1–6, di mana:
Band 5–6 (Advanced) – teks benar secara tata bahasa, dengan penggunaan struktur kompleks yang natural. Penulis menanggapi tugas secara langsung, memahami konteks, memakai kosakata presisi, dan merangkai gagasan secara logis. Pada Academic Discussion: menambah argumen baru dan menyambung ke peserta lain. Pada Email: memakai register dan nada yang tepat.
Band 3–4 (Intermediate) – teks bisa dipahami, tapi mengandung kesalahan tata bahasa yang tidak menghambat komunikasi. Penulis menjawab tugas, tapi dangkal – minim detail, contoh konkret, atau gagasan baru. Kosakata memadai, tapi berulang.
Band 1–2 (Basic) – teks terpotong-potong, dengan kesalahan tata bahasa serius yang menyulitkan pemahaman. Penulis tidak menanggapi tugas secara langsung atau mengulang informasi dari prompt tanpa kontribusi sendiri.
Bagaimana “mengelabui” AI? (Spoiler: tidak bisa)
Menggoda untuk berpikir bahwa karena AI yang menilai, kita bisa belajar “hack” – misalnya memakai kosakata canggih sebanyak mungkin. Tapi algoritma ETS sangat canggih. Ia mendeteksi unnaturally complex vocabulary (saat kamu memakai kata yang tidak cocok dengan konteks), template-based responses (frasa berulang dari template), dan off-topic padding (menambah kata demi mencapai panjang yang diminta). Satu-satunya jalan menuju band 5–6 adalah kompetensi bahasa yang autentik. Dan di sinilah kita kembali ke persiapan.
Rencana persiapan untuk Writing baru
Persiapan bagian Writing menuntut pendekatan yang berbeda dari Reading atau Listening. Tidak cukup menyelesaikan ribuan soal tes – kamu harus menulis, menulis, dan menulis lagi, lalu menganalisis kesalahanmu.
Rencana latihan mingguan (8 minggu sebelum ujian)
Minggu 1–2: Diagnosis dan tata bahasa. Kerjakan tes simulasi bagian Writing untuk mengetahui titik awalmu. Identifikasi 3–5 area tata bahasa terlemah (tense? urutan kata? kalimat bersyarat? kalimat pasif?). Selama dua minggu, fokus hanya pada area itu – setiap hari 30 menit latihan tata bahasa di aplikasi TOEFL kami.
Minggu 3–4: Build a Sentence intensif. Setiap hari latih 15–20 kalimat tipe sentence unscrambling. Sumber: materi ETS, latihan di aplikasi TOEFL kami, atau DIY – ambil kalimat dari artikel akademik (misalnya dari The Economist, Nature, The Atlantic), acak kata-katanya, lalu susun ulang. Catat setiap kesalahan dan ulangi struktur yang bermasalah.
Minggu 5–6: Write an Email + Academic Discussion. Tulis setiap hari: 1 email (7 menit, pakai timer) + 1 Academic Discussion (10 menit, pakai timer). Ini krusial: kamu harus berlatih dengan timer. 7 menit untuk email benar-benar sedikit, dan tanpa latihan dalam kondisi berwaktu kamu akan macet. Setelah menulis – periksa tata bahasa (Grammarly atau alat lain), hitung kata, nilai apakah nadanya tepat.
Minggu 7–8: Tes simulasi penuh. Dua kali seminggu kerjakan bagian Writing lengkap (23 menit, 3 tugas, pakai timer). Analisis tiap jawaban: apakah email punya register yang tepat? Apakah di Academic Discussion kamu menambah argumen baru? Apakah di Build a Sentence kamu mengulangi kesalahan yang sama? Seminggu sebelum ujian – satu tes simulasi TOEFL lengkap, semua bagian (termasuk Speaking).
Materi untuk berlatih
Sumber terbaik untuk persiapan bagian Writing baru:
- Materi resmi ETS – ETS menerbitkan tes simulasi dalam format baru. Ini sumber nomor 1, karena soalnya berasal dari pembuat ujian
- Aplikasi TOEFL kami – platform berisi latihan dalam format TOEFL 2026, dengan penilaian AI dan umpan balik setelah setiap jawaban
- Artikel akademik – baca dan analisis. Setiap artikel adalah bahan untuk Build a Sentence (acak kalimatnya) dan Academic Discussion (rumuskan opini)
- Email asli – jika kamu pernah berkorespondensi dengan kampus, telaah email dari admissions officers. Perhatikan nada dan strukturnya – itu contoh acuan
- Aplikasi SAT kami – meski terutama untuk SAT, latihan tata bahasa Inggris (Standard English Conventions) sangat baik membangun dasar yang dibutuhkan untuk Build a Sentence
Jika kamu berencana mengikuti TOEFL sekaligus SAT, baca panduan ujian SAT kami – banyak keterampilan yang tumpang tindih, terutama di area tata bahasa dan membaca pemahaman. Dan jika kamu bertanya-tanya mana yang lebih baik antara TOEFL atau IELTS, lihat perbandingan TOEFL vs IELTS kami.
Apa yang dilakukan jika waktumu sedikit?
Jika tinggal 2 minggu lagi menuju ujian, bukan 8, fokus pada tiga hal: (1) hafal struktur email – sapaan, konteks, permintaan, penutup; (2) latih Build a Sentence dengan timer – 5 kalimat sehari; (3) tulis 3–4 Academic Discussion dalam kondisi ujian. Ini tidak akan memberimu band 6, tapi secara realistis akan membantumu menghindari band 1–2 dan membidik band 3–4.
Rencana persiapan – Writing TOEFL 2026
8 minggu · 30–45 mnt sehari · Target: band 5-6
Rencana persiapan College Council, 2026
Apa arti Writing baru bagi pelajar Indonesia?
Mari jujur – perubahan format Writing pada TOEFL adalah perasaan campur aduk bagi pelajar Indonesia. Di satu sisi, esai 300 kata yang ditulis di bawah tekanan waktu, yang jadi mimpi buruk banyak orang, sudah lenyap. Di sisi lain – tugas baru menuntut keterampilan yang nyaris tidak pernah dilatih sistem pendidikan Indonesia.
Build a Sentence relatif mudah bagi siswa dengan dasar tata bahasa yang solid. Pelajar Indonesia yang banyak membaca dalam bahasa Inggris dan punya kepekaan bahasa akan menanganinya dengan baik. Masalahnya ada pada mereka yang belajar bahasa Inggris terutama “lewat telinga” – lancar berbicara, tapi tidak menguasai aturan formal urutan kata pada kalimat majemuk.
Write an Email adalah tugas yang menyingkap celah dalam pendidikan Indonesia. Di sekolah Indonesia, menulis email dalam bahasa Inggris tidak diajarkan – bahkan dalam bahasa Indonesia pun jarang. Siswa yang pernah mendaftar ke kampus luar negeri dan bertukar email dengan admissions officers punya keunggulan besar. Sisanya harus belajar dari nol. Kabar baiknya: ini keterampilan yang bisa dikuasai dalam 2–3 minggu latihan intensif. Cek panduan lengkap TOEFL 2026 kami untuk melihat bagaimana Writing menyatu dalam keseluruhan ujian.
Academic Discussion adalah tugas yang menghargai siswa dengan opini. Pelajar Indonesia kerap dilatih menulis secara “objektif” – tanpa posisi yang tegas. Di TOEFL kamu harus punya posisi yang jelas dan membelanya dengan argumen. Ini menuntut bukan hanya bahasa, tapi juga rasa percaya diri dalam menyatakan pendapat dalam bahasa Inggris.
Jika kamu berencana kuliah di Eropa dan bertanya-tanya berapa skor TOEFL yang dibutuhkan, cek panduan persyaratan TOEFL untuk universitas Eropa kami – persyaratannya berbeda-beda tergantung kampus dan program studi.
Kesimpulan – Writing baru menghargai keterampilan yang sesungguhnya
Bagian Writing pada TOEFL 2026 adalah perubahan filosofi yang fundamental. ETS berhenti mengukur kemampuan mengisi template esai dan mulai menguji keterampilan yang benar-benar berguna saat kuliah – tata bahasa yang presisi, komunikasi via email, dan kemampuan berdiskusi secara substantif.
Bagi pelajar Indonesia, kesimpulan terpentingnya: lupakan template, mulai menulis email dalam bahasa Inggris, dan latih menyatakan pendapat tentang topik-topik konkret. 23 menit memang sedikit, tapi tugasnya singkat dan terfokus – jika kamu punya dasar tata bahasa yang solid dan bisa menyusun pikiran dengan cepat, format baru bisa lebih mudah daripada esai 50 menit yang lama.
Langkah berikutnya
- Kerjakan tes simulasi – cek levelmu dalam format Writing baru pada materi ETS atau di aplikasi TOEFL kami
- Diagnosis tata bahasamu – Build a Sentence menuntut presisi. Identifikasi titik lemahmu dan latih setiap hari
- Tulis 5 email simulasi – dengan timer (7 menit), dengan berbagai skenario (bentrok jadwal, permintaan perpanjangan, bergabung proyek). Periksa nada dan strukturnya
- Baca bagian TOEFL 2026 lainnya – Reading, Listening, Speaking – untuk merencanakan persiapan seluruh ujian
- Rencanakan jadwal ujian – beri dirimu minimum 6–8 minggu untuk persiapan Writing, plus waktu untuk bagian lain
- Cek persyaratan kampus – beberapa kampus punya persyaratan Writing score yang spesifik. Cek perbandingan TOEFL vs IELTS kami untuk memilih ujian yang tepat
Semoga sukses – dan ingat: 23 menit itu cukup banyak, asalkan kamu tahu persis apa yang harus dilakukan di setiap detiknya. Persiapan adalah kuncinya. Selalu.
Panduan TOEFL terkait
Cek panduan lain dari seri TOEFL kami untuk merencanakan seluruh jalur persiapanmu:
- Ujian TOEFL 2026 — panduan lengkap
- Pendaftaran TOEFL — langkah demi langkah
- Berapa skor TOEFL untuk kuliah di Eropa?
- TOEFL Listening — tugas dan strategi baru 2024+
- TOEFL Reading — Complete the Words, Read in Daily Life
- TOEFL Speaking — Listen and Repeat, Take an Interview
- TOEFL vs IELTS — sertifikat mana yang dipilih?