Pada 21 Januari 2026 ETS meledakkan bom: TOEFL berhenti eksis dalam bentuk yang kamu kenal. Selesai sudah maraton tiga jam, selesai dengan esai, selesai dengan sistem skor tradisional 0–120. TOEFL 2026 baru berlangsung 85 menit, sepenuhnya adaptif, dinilai oleh AI, dan beroperasi pada skala Band 1–6 (dengan konversi paralel ke skala lama 0–120 selama masa transisi). Ini perubahan paling radikal dalam sejarah ujian ini — dan itu berarti setiap perbandingan TOEFL vs IELTS sebelum Januari 2026 sudah usang.
Jika kamu berencana kuliah di Inggris, Belanda, Jerman, atau Skandinavia, kamu harus lolos ujian bahasa Inggris: dan pada 2026 pilihan antara TOEFL dan IELTS tampak sangat berbeda dibandingkan setahun lalu. TOEFL baru lebih singkat, lebih cepat, dan lebih “praktis” (menulis email, bukan esai; wawancara, bukan monolog abstrak), sementara IELTS Academic tetap setia pada format klasiknya — dua esai, percakapan dengan penguji, satu jam untuk Reading. Dua pengalaman ujian yang benar-benar berbeda, kampus yang sama di ujung prosesnya.
Dalam panduan ini kami membandingkan kedua ujian bagian demi bagian, dengan memperhitungkan format TOEFL 2026 yang baru: kami mengonversi skor, membandingkan biaya, mengecek preferensi kampus, dan membantumu memilih tes yang memberi skor tertinggi sesuai profil kemampuanmu. Bersiaplah di aplikasi TOEFL kami untuk ujian yang lebih cocok dengan kekuatanmu — karena pada 2026 pilihan antara TOEFL dan IELTS bukan soal prestise, melainkan strategi.
TOEFL 2026 vs IELTS Academic – sekilas
Perbandingan parameter kunci kedua ujian
Sumber: ETS TOEFL 2026 Official Guide, British Council IELTS, data per Februari 2026
Apa yang berubah di TOEFL 2026?
Lupakan TOEFL iBT lama. Sejak 21 Januari 2026 ETS memperkenalkan format baru yang mengubah praktis segalanya: dari struktur bagian, jenis tugas, hingga sistem penilaian. Satu-satunya yang tersisa adalah namanya dan fakta bahwa kamu diuji pada empat kemampuan: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sisanya? Permainan baru.
Perubahan terpenting adalah waktu — TOEFL baru berlangsung sekitar 85 menit, sementara iBT lama bisa menyeret hingga hampir 2 jam (dan sebelum perubahan 2023: bahkan 3,5 jam). 85 menit itu kurang dari separuh durasi IELTS Academic (2 jam 45 menit). Bagi seseorang yang gugup di ujian panjang, ini perbedaan psikologis yang sangat besar.
Revolusi kedua adalah jenis tugas baru. Alih-alih esai akademis tradisional, menulis email. Alih-alih monolog ke mikrofon, “wawancara” (Take an Interview) dengan sistem AI. Alih-alih membaca pemahaman klasik: tugas seperti Complete the Words (melengkapi kata dalam konteks) dan Read in Daily Life (membaca menu, iklan, instruksi). ETS terang-terangan menyatakan bahwa TOEFL baru menguji “bahasa Inggris yang benar-benar kamu pakai” — dan sulit untuk tidak setuju. Lebih lanjut tentang tugas-tugas baru bisa kamu temukan di panduan rinci kami tentang Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Perubahan ketiga adalah skor. TOEFL baru memakai skala Band 1–6 yang diselaraskan dengan tingkat CEFR (B1 hingga C2). Selama masa transisi yang akan berlangsung setidaknya sampai akhir 2026: ETS melaporkan hasil baik pada skala band baru maupun pada skala tradisional 0–120, agar kampus bisa beralih mulus ke sistem baru. Hasil tersedia dalam 72 jam, dua kali lebih cepat dari IELTS komputer dan lima kali lebih cepat dari IELTS kertas.
Perubahan keempat adalah penilaian AI. Bagian Writing dan Speaking dinilai sepenuhnya oleh kecerdasan buatan. Tidak adanya penguji manusia berarti hasil lebih cepat dan (secara teori) penilaian lebih objektif: tetapi juga hilangnya nuansa “manusiawi” dalam menafsirkan jawabanmu. Jika aksenmu tidak standar atau gaya menulismu kreatif, AI mungkin tidak menghargainya seperti manusia. Panduan rinci tentang format baru bisa kamu temukan di panduan lengkap TOEFL 2026 kami.
Format – perbandingan bagian demi bagian
Reading: 27 menit vs 60 menit
Pada TOEFL baru, Reading hanya berlangsung 27 menit dan berisi jenis tugas yang benar-benar baru. Kamu tidak lagi membaca teks akademis panjang dan menjawab serangkaian pertanyaan pilihan ganda. Sebagai gantinya, kamu mendapat dua jenis tugas utama:
Complete the Words – kamu membaca teks pendek (beberapa kalimat) dengan kata-kata yang hilang dan mengisi kata yang tepat berdasarkan konteks. Ini lebih merupakan tes kosakata dan intuisi bahasa daripada membaca pemahaman dalam arti tradisional. Lebih dekat ke cloze test ketimbang apa pun yang ada di TOEFL lama.
Read in Daily Life – kamu membaca teks praktis: menu restoran, lowongan kerja, manual penggunaan, email dari profesor. Pertanyaannya menguji apakah kamu mampu menemukan informasi spesifik dalam teks fungsional. Ini penyimpangan total dari gaya akademis TOEFL lama.
Pada IELTS Academic, Reading berlangsung 60 menit, lebih dari dua kali lebih lama. Kamu mendapat 3 teks akademis panjang (700–1000 kata masing-masing) dari berbagai bidang dan menjawab 40 pertanyaan. Jenis pertanyaannya klasik: True/False/Not Given, matching headings, sentence completion, multiple choice, short answer. Teksnya kadang padat, penuh kosakata khusus dan kalimat kompleks, sebuah uji kemampuan membaca tingkat akademis yang sesungguhnya.
Siapa yang menang di Reading? Jika kekuatanmu adalah menangkap informasi dengan cepat dari teks praktis – TOEFL baru akan lebih mudah. Jika kamu suka menganalisis teks akademis panjang dan punya kosakata luas: IELTS mungkin lebih cocok untukmu. Bagi sebagian besar pelajar SMA di Indonesia, TOEFL Reading baru lebih mudah, karena tidak menuntut analisis sedalam IELTS.
Listening: 27 menit vs 30 menit
Listening pada TOEFL baru adalah 27 menit dengan dua jenis tugas baru:
Listen and Repeat – kamu mendengarkan potongan pendek (kalimat, frasa) dan mengulanginya ke mikrofon. Sistem AI menilai pengucapan, intonasi, dan ketepatan pengulanganmu. Tugas ini menggabungkan Listening dengan Speaking: kamu harus mendengar dengan baik agar bisa mengulang dengan baik.
Pertanyaan tradisional terhadap rekaman: masih ada, tetapi lebih pendek dan lebih berfokus pada situasi sehari-hari (percakapan di kampus, pengumuman, instruksi singkat) di samping kuliah akademis yang khas.
Pada IELTS, Listening berlangsung 30 menit (plus 10 menit untuk menyalin jawaban pada versi kertas). Kamu punya 4 bagian dengan tingkat kesulitan menanjak: percakapan sehari-hari, monolog informasi, diskusi akademis, kuliah. Keunggulan kunci IELTS: kamu melihat pertanyaan sebelum rekaman diputar, jadi kamu tahu apa yang dicari. Di TOEFL lama kamu harus mencatat semuanya secara membuta – di yang baru pun mirip, meski rekamannya lebih pendek.
Siapa yang menang di Listening? IELTS memberimu keunggulan, karena kamu tahu pertanyaan lebih dulu: itu seperti membaca dengan spoiler. TOEFL baru menambahkan elemen Speaking (Listen and Repeat), yang jadi stres tambahan jika pengucapan bukan kekuatanmu. Tapi soal waktu, TOEFL unggul – 27 menit konsentrasi itu lebih sedikit daripada 30–40 menit di IELTS.
Speaking: 8 menit vs 11–14 menit
Inilah bagian di mana perbedaan antara TOEFL 2026 dan IELTS kolosal.
TOEFL Speaking baru hanya berlangsung 8 menit. Tugas utamanya adalah Take an Interview: kamu menjalankan percakapan dengan sistem AI yang mengajukan pertanyaan bergaya wawancara kerja. Sistem merespons jawabanmu dan mengajukan pertanyaan lanjutan. Ini interaktif, tetapi lawan bicaranya mesin, bukan manusia. Selain itu ada Listen and Repeat (yang secara teknis menggabungkan Listening dan Speaking). Tidak ada lagi tugas abstrak seperti “baca teks, dengarkan kuliah, rangkum secara lisan”, format baru lebih dekat ke percakapan nyata.
Pada IELTS Speaking kamu berbicara dengan penguji manusia selama 11–14 menit. Tiga bagian: pengantar dan pertanyaan umum (4–5 menit), monolog tentang topik yang diundi dengan satu menit persiapan (3–4 menit), diskusi abstrak yang terkait dengan monolog (4–5 menit). Penguji dilatih untuk bersikap netral dan suportif: ia tidak menilai pendapatmu, hanya kualitas bahasamu.
Siapa yang menang di Speaking? Jika percakapan dengan manusia membuatmu stres: TOEFL 2026. AI tidak menilaimu dengan tatapan, tidak bereaksi terhadap aksenmu lewat mimik. Sebaliknya, jika kamu orang yang komunikatif dan berkembang dalam dialog, IELTS lebih natural. Penguji bisa bertanya lebih lanjut, memberimu waktu, mengarahkan percakapan. AI di TOEFL kurang fleksibel. Untuk introvert dan orang yang gugup tampil, TOEFL. Untuk ekstrovert yang cerewet – IELTS.
Writing: 23 menit vs 60 menit
Pada TOEFL baru, Writing diberi 23 menit dan dua jenis tugas yang benar-benar baru:
Build a Sentence – kamu mendapat kata/frasa acak dan harus menyusunnya menjadi kalimat yang benar secara tata bahasa. Ini lebih merupakan tes tata bahasa daripada menulis dalam arti tradisional.
Write an Email – kamu menulis email pendek (150–200 kata) sebagai respons atas situasi yang dijelaskan dalam instruksi. Misalnya: email ke profesor meminta penundaan tenggat, email ke teman sekamar mengusulkan pembagian tugas, email ke pemberi kerja menanyakan magang. Praktis, sehari-hari, nol abstraksi.
Pada IELTS Writing kamu punya 60 menit dan dua tugas klasik: Task 1, deskripsi grafik, diagram, atau proses (150+ kata, 20 menit), Task 2, esai argumentatif tentang topik abstrak (250+ kata, 40 menit). IELTS Writing adalah bagian tersulit dari ujian ini – secara statistik peserta memperoleh skor terendah di sini.
Siapa yang menang di Writing? Bagi sebagian besar pelajar SMA di Indonesia, TOEFL Writing baru jauh lebih mudah. Menulis email adalah keterampilan yang kamu latih sehari-hari. Menulis esai akademis dengan struktur yang tepat (introduction → body paragraphs → conclusion) dalam 40 menit di bawah tekanan waktu: itu liga yang benar-benar berbeda. Jika menulis adalah titik lemahmu, TOEFL 2026 jelas akan memudahkanmu. Kamu bisa berlatih untuk kedua format di aplikasi TOEFL kami, yang menyediakan latihan baik untuk TOEFL baru maupun untuk IELTS Writing.
Perbandingan bagian demi bagian
TOEFL 2026 (format baru) vs IELTS Academic – 4 bagian di bawah lup
Sumber: ETS TOEFL 2026 Format Guide, British Council IELTS Test Format, Februari 2026
Skor dan konversi hasil
Memahami skala kedua ujian itu krusial, karena kampus Eropa mencantumkan persyaratan dalam kedua format: dan kamu harus tahu apakah TOEFL 90-mu setara dengan IELTS 6.5 atau 7.0.
TOEFL 2026 kini beroperasi pada dua skala sekaligus. Skala baru adalah Band 1–6, yang diselaraskan langsung dengan tingkat CEFR (Band 4 = B2, Band 5 = C1, Band 6 = C2). Selama masa transisi – setidaknya sampai akhir 2026: ETS juga melaporkan hasil pada skala tradisional 0–120 (jumlah empat bagian, masing-masing 0–30). Itu berarti di laporan hasil kamu akan melihat kedua angka tersebut.
IELTS Academic sejak dulu memakai skala Band 1.0–9.0 dengan kelipatan 0.5 (jadi kamu bisa dapat 6.0, 6.5, 7.0, tapi tidak 6.3). Skor keseluruhan adalah rata-rata aritmetika dari empat bagian, dibulatkan ke setengah terdekat. Tiap bagian dinilai secara independen.
Tabel konversi yang dipakai kampus Eropa pada 2026 terlihat seperti ini: tapi ingat, ETS dan British Council secara resmi tidak menerbitkan konversi bersama, jadi ini adalah perkiraan yang umum diterima:
Konversi skor: TOEFL 2026 ↔ IELTS ↔ CEFR ↔ Cambridge
Perkiraan yang umum diterima dan dipakai kampus Eropa
| TOEFL 2026 (0–120) | TOEFL Band | IELTS | CEFR | Cambridge (CSE) | Deskripsi |
|---|---|---|---|---|---|
| 114–120 | Band 6 | 8.5–9.0 | C2 | 200–230 | Mahir |
| 100–113 | Band 5 | 7.0–8.0 | C1 | 180–199 | Lanjutan |
| 80–99 | Band 4 | 6.0–6.5 | B2 | 160–179 | Mayoritas kampus EU |
| 60–79 | Band 3 | 5.0–5.5 | B1 | 140–159 | Menengah |
| 40–59 | Band 2 | 4.0–4.5 | A2 | 120–139 | Dasar |
| 0–39 | Band 1 | 1.0–3.5 | A1 | <120 | Pemula |
Sumber: ETS Score Comparison Tables 2026, British Council CEFR Alignment, Cambridge Assessment English. Baris yang disorot = ambang paling umum di kampus Eropa.
Ambang yang paling sering diwajibkan kampus Eropa adalah TOEFL 80–100 / IELTS 6.0–7.0 – yakni tingkat B2/C1. Sebagian besar lulusan SMA di Indonesia dengan bahasa Inggris yang baik punya peluang nyata mencapai ambang ini setelah 1–3 bulan persiapan terarah di aplikasi TOEFL kami. Kuncinya: konversi spesifik bisa berbeda tergantung kampus: jika kampus mewajibkan TOEFL 90, jangan otomatis berasumsi IELTS 6.5 sudah cukup. Cek halaman resmi programnya. Lebih lanjut tentang skor yang diwajibkan ada di panduan skor TOEFL untuk kuliah di Eropa kami.
Kampus mana lebih suka tes yang mana?
Secara teori, sebagian besar kampus Eropa menerima baik TOEFL maupun IELTS. Secara praktik: ada preferensi geografis yang jelas dan layak kamu ketahui sebelum menginvestasikan waktu dan uang dalam persiapan.
Preferensi kampus di Eropa – negara demi negara
Sertifikat mana yang lebih disukai atau diwajibkan?
Sumber: Halaman resmi kampus, data per Februari 2026. Preferensi bisa berbeda antarprogram.
Inggris, secara historis benteng IELTS, karena British Council adalah salah satu penyelenggara ujiannya. Oxford, Cambridge, UCL, Imperial, dan LSE, semuanya menerima IELTS sebagai standar. TOEFL secara formal diterima di sebagian besar kampus Inggris, tetapi dalam praktik IELTS adalah sertifikat “default”. Jika kamu mendaftar hanya ke Inggris – ambil IELTS.
Belanda, pendekatan pragmatis, tanpa preferensi yang jelas. University of Amsterdam, Maastricht, Erasmus Rotterdam, Leiden, semuanya menerima kedua tes secara setara. Persyaratan umum: TOEFL 90 / IELTS 6.5 dengan minimal 6.0 di tiap bagian. Kampus Belanda juga termasuk yang paling terbuka terhadap alternatif – Cambridge CAE dan Duolingo kadang juga diterima.
Jerman – TU Munich dan kampus teknik lainnya menerima kedua sertifikat. TOEFL sedikit lebih populer di kalangan kandidat internasional, tetapi perbedaannya minimal. Persyaratan umum: TOEFL 88 / IELTS 6.5.
Swiss – ETH Zurich dan EPFL lebih sering mencantumkan TOEFL sebagai acuan, tetapi menerima keduanya. Persyaratannya relatif tinggi: TOEFL 100 / IELTS 7.0 di banyak program.
Italia, ambang bahasa terendah di Eropa. Politecnico di Milano mewajibkan TOEFL 78 / IELTS 6.0, Sapienza bahkan TOEFL 72 / IELTS 5.5. Bocconi adalah pengecualian dengan syarat TOEFL 93 / IELTS 6.5. Sebagian besar kampus Italia juga menerima Cambridge CAE.
Skandinavia, SSE, CBS Copenhagen, Hanken Helsinki, semuanya tanpa preferensi yang jelas. Umumnya TOEFL 90 / IELTS 6.5.
Strategi: jika kamu mendaftar ke banyak negara sekaligus (mis. Inggris + Belanda + Jerman), IELTS adalah pilihan yang lebih aman: berlaku di mana saja. Jika tujuanmu AS + Eropa, TOEFL akan mencakup kedua arah. Jika kamu membidik khusus Eropa kontinental – pilih tes yang memberimu skor lebih tinggi, karena kedua opsi diterima.
Biaya dan logistik
Uang itu penting: terutama ketika anggaran kuliah di luar negeri harus ditambah biaya ujian, aplikasi, dan tiket pesawat untuk hari kunjungan kampus. Berikut perbandingan rinci biaya dan logistik kedua tes di Indonesia.
Biaya dan logistik di Indonesia
Berapa yang kamu bayar, di mana ikut tes, dan secepat apa hasilnya?
Sumber: ETS.org, BritishCouncil.id, harga per Februari 2026. Kurs USD: ~Rp 16.000.
Dari sisi harga kedua ujian berdekatan: selisihnya sekitar Rp 200–600 ribu, yang seharusnya bukan faktor penentu. Perbedaan yang lebih penting terletak pada logistik.
TOEFL Home Edition adalah keunggulan besar: kamu bisa ikut ujian dari rumah, tanpa bepergian ke pusat tes. Kamu butuh komputer berkamera, mikrofon, internet stabil, dan ruang tertutup. Bagi pelajar dari kota kecil, yang pusat ujian terdekatnya dua jam perjalanan, ini game changer. IELTS tidak menawarkan versi rumah penuh – IELTS Online tersedia, tetapi tidak diterima di mana-mana.
Waktu tunggu hasil adalah keunggulan TOEFL lainnya: 72 jam vs 3–5 hari (IELTS komputer) atau 13 hari (IELTS kertas). Jika kamu ikut ujian “mepet” sebelum tenggat aplikasi, hari-hari ekstra itu bisa berarti.
Frekuensi jadwal – TOEFL tersedia lebih sering (3–4 kali sebulan vs 2–4 kali untuk IELTS), dan jeda minimum antarpercobaan hanya 3 hari. Jika kamu berencana ikut beberapa kali, TOEFL memberi keleluasaan lebih besar. IELTS tidak punya batas formal jeda antarpercobaan.
Pengiriman hasil – IELTS menang dalam hal ini dengan 5 laporan gratis (TOEFL: $20 per kampus). Jika kamu mendaftar ke 8 kampus, selisihnya ~$160, yakni sekitar Rp 2,5 juta. Lebih lanjut tentang pendaftaran TOEFL 2026 ada di panduan pendaftaran kami.
Tes mana yang dipilih – pohon keputusan
Mari praktis. Alih-alih saran umum “keduanya bagus”, berikut skenario konkret yang akan memandu pilihan optimalmu.
Tes mana yang dipilih? Pohon keputusan
Jawab pertanyaannya dan temukan ujian optimalmu
→ TOEFL 2026
→ IELTS Academic
Introvert, gugup
→ TOEFL 2026
Ekstrovert, cerewet
→ IELTS Academic
Tidak suka esai
→ TOEFL 2026 (email > esai)
Esai tidak menakutkan
→ IELTS Academic
Tenggat dekat
→ TOEFL 2026
Perencanaan jauh hari
→ IELTS Academic
Disusun College Council, berdasarkan data dari sesi konsultasi 2024–2026
Berikut beberapa skenario konkret dari sudut pandang lulusan SMA di Indonesia:
Skenario 1: Kamu mendaftar ke LSE, KCL, dan Edinburgh. Tiga kampus di Inggris: ambil IELTS. Itu pilihan natural untuk kampus Inggris, dan IELTS 7.0 akan mencakup persyaratan ketiganya.
Skenario 2: Kamu mendaftar ke ETH Zurich, TU Munich, dan kampus di Belanda. Eropa kontinental: pilih tes yang memberimu skor lebih tinggi. Keduanya diterima setara. Jika menulis adalah kelemahanmu, TOEFL 2026 akan lebih mudah (email vs esai).
Skenario 3: Kamu mendaftar ke kampus di AS dan beberapa di Eropa. TOEFL – mencakup kedua arah dan menjadi standar di Amerika.
Skenario 4: Kamu belum tahu akan mendaftar ke mana. IELTS Academic: diterima di mana saja, tanpa kecuali. TOEFL juga diterima hampir di mana saja, tetapi IELTS punya cakupan penerimaan global yang sedikit lebih luas.
Apa pun pilihanmu: kuncinya adalah persiapan. Di aplikasi TOEFL kami kamu menemukan materi persiapan baik untuk TOEFL 2026 (format baru) maupun untuk IELTS Academic. Lakukan tes diagnostik, cek tingkatmu, dan rencanakan persiapan minimal 2–3 bulan sebelum tanggal ujian yang kamu rencanakan.
Alternatif: Cambridge, Duolingo, PTE
TOEFL dan IELTS bukan satu-satunya opsi – dan dalam situasi tertentu alternatif bisa jadi pilihan yang lebih baik.
Cambridge English (CAE / CPE), satu-satunya sertifikat yang tidak kedaluwarsa. Cambridge C1 Advanced (CAE) dengan skor 180+ pada Cambridge English Scale diterima di sebagian besar kampus Eropa. Biaya ~Rp 2,8–3,5 juta. Jika kamu berencana kuliah di luar negeri tapi belum tahu kapan, Cambridge adalah investasi seumur hidup. TOEFL dan IELTS kehilangan masa berlaku setelah 2 tahun. Satu-satunya kekurangan: ujiannya lebih panjang (hampir 4 jam) dan berlangsung lebih jarang (beberapa kali setahun vs beberapa kali sebulan).
Duolingo English Test (DET) – opsi termurah (~Rp 800 ribu, $49), kamu ikut dari rumah dalam 1 jam. Penerimaannya meningkat: IE University, sebagian UAS Finlandia, sebagian kampus Belanda menerimanya. Tetapi sebagian besar kampus prestisius (Oxford, ETH, Polimi, LSE) tidak menerima Duolingo. Bagus sebagai cadangan, bukan sebagai rencana A.
PTE Academic (Pearson), populer di Australia dan Inggris, tetapi di Eropa kontinental penerimaannya terbatas. Biaya ~Rp 3,1–3,9 juta. Jika kamu tidak punya alasan spesifik untuk ikut PTE, tetaplah pada TOEFL atau IELTS.
Kesimpulan – giliranmu
TOEFL 2026 adalah ujian yang benar-benar berbeda dari TOEFL iBT lama. Lebih singkat (85 mnt vs 2j45m IELTS), lebih praktis (email alih-alih esai, wawancara alih-alih monolog), lebih cepat hasilnya (72j vs 3–13 hari). Tetapi IELTS punya kelebihannya: pertanyaan Listening terlihat lebih dulu, percakapan dengan manusia nyata di Speaking, penerimaan lebih luas di Inggris. Tidak ada tes yang secara objektif “lebih baik” – yang ada adalah tes yang lebih baik untukmu, tergantung kemampuan, kepribadian, dan kampus tujuanmu.
Kabar baiknya: apa pun pilihanmu, persiapannya mirip. Kamu harus tahu formatnya, melatih jenis tugasnya, dan membangun kepercayaan diri di bawah tekanan waktu. Di aplikasi TOEFL kami kamu menemukan materi untuk kedua ujian: tes diagnostik, latihan bagian demi bagian, dan simulasi penuh dalam kondisi ujian.
Langkah berikutnya
- Lakukan tes diagnostik – di aplikasi TOEFL kami cek tingkatmu saat ini di kedua format dan lihat mana yang lebih unggul
- Tentukan kampus tujuan – cek persyaratan bahasa di halaman resmi program (gunakan panduan kami tentang skor TOEFL untuk kuliah di Eropa)
- Pilih tes – berdasarkan pohon keputusan di atas dan hasil diagnostik
- Rencanakan persiapan – minimal 2–3 bulan sebelum tenggat, 30–60 menit setiap hari di aplikasi TOEFL kami
- Daftar ujian – TOEFL di ets.org, IELTS di britishcouncil.id atau ielts.org
- Baca panduan rinci – panduan lengkap TOEFL 2026, panduan bagian Reading, Listening, Speaking, Writing
Sertifikat bahasa adalah salah satu jendela pertama tempat kampus melihatmu. Tampilkan dirimu dari sisi terbaik: pilih tes yang memanfaatkan kekuatanmu, bersiaplah secara sistematis, dan lulus dengan skor yang membuka pintu untukmu. Semoga berhasil.
Panduan TOEFL terkait
Cek panduan lain dari seri TOEFL kami untuk merencanakan seluruh jalur persiapanmu:
- Ujian TOEFL 2026 — panduan lengkap
- Pendaftaran TOEFL — langkah demi langkah
- Skor TOEFL berapa untuk kuliah di Eropa?
- Les TOEFL — bimbingan terbaik
- Persiapan TOEFL — kursus vs les privat
- TOEFL Listening — tugas baru dan strategi 2024+
- TOEFL Reading — Complete the Words, Read in Daily Life
- TOEFL Speaking — Listen and Repeat, Take an Interview
- TOEFL Writing — Build a Sentence, Write an Email
Panduan IELTS terkait
Cek panduan lain dari seri IELTS kami untuk merencanakan seluruh jalur persiapanmu: