Skip to content
Common App: Langkah demi Langkah. Panduan Lengkap untuk Pelajar Indonesia 2026 | College Council
Kuliah di AS 45 menit baca

Common App: Langkah demi Langkah. Panduan Lengkap untuk Pelajar Indonesia 2026

Panduan lengkap mengisi Common App: profil, aktivitas, esai pribadi, dan suplemen. Ikuti langkah demi langkah untuk pelajar Indonesia yang ingin kuliah di AS.

Common App: Langkah demi Langkah. Panduan Lengkap untuk Pelajar Indonesia 2026

Bayangkan satu formulir yang membuka pintu ke lebih dari 1.000 universitas di Amerika Serikat – mulai dari Harvard dan Stanford hingga perguruan tinggi seni liberal yang lebih kecil yang dapat mengubah hidup Anda secara efektif. Ini bukan utopia. Ini adalah Common Application, sebuah platform tempat lebih dari 1,4 juta pelamar dari seluruh dunia, termasuk semakin banyak pelajar Indonesia, mengajukan aplikasi setiap tahun.

Namun, formulir yang sama yang seharusnya menyederhanakan proses ini, justru bisa terasa sangat membebani. Bagian Aktivitas dengan batas 150 karakter untuk deskripsi. Esai Pribadi 650 kata yang harus menceritakan kisah hidup Anda. Pertanyaan tentang “konselor sekolah” yang di SMA di Indonesia mungkin tidak ada. Skala nilai 1-6 yang tidak cocok dengan format IPK yang tersedia. Bagi pelajar Indonesia yang belum pernah berurusan dengan sistem penerimaan mahasiswa Amerika, Common App bisa terlihat seperti labirin tanpa peta.

Panduan ini adalah peta Anda. Saya akan memandu Anda melalui setiap bagian Common Application, mulai dari membuat akun hingga mengklik “Kirim Aplikasi”, dengan tips khusus untuk pelamar Indonesia. Anda akan belajar cara menjelaskan Ujian Nasional Indonesia (ujian kelulusan SMA), cara mempresentasikan Olimpiade Mata Pelajaran, cara menulis esai yang akan menonjol di antara ribuan aplikasi, dan cara menghindari kesalahan yang setiap tahun menyingkirkan pelamar Indonesia yang kuat. Jika Anda mencari panduan umum tentang seluruh proses aplikasi kuliah di AS (tidak hanya Common App), baca panduan aplikasi lengkap kami langkah demi langkah. Dan jika Anda memimpikan universitas tertentu, lihat panduan kami tentang Harvard dan Stanford.

Mari kita mulai.

Common Application – Fakta Kunci 2025/2026

1 000+
Universitas Anggota
Negeri dan swasta – termasuk seluruh Ivy League
1,4 juta
Pelamar per tahun
Siklus 2024-25, pertumbuhan 4% dari tahun ke tahun
7 topik esai
Esai Pribadi
Maks. 650 kata – topik yang sama dengan tahun sebelumnya
10
Aktivitas Ekstrakurikuler
150 karakter untuk deskripsi – setiap karakter berarti
20 universitas
Maks. per satu akun
Dapat menambahkan hingga 20 sekolah dari daftar anggota
$0–$90
Biaya Aplikasi
Keringanan biaya aplikasi tersedia – juga untuk pelajar internasional

Sumber: Common App Reports & Insights 2025, commonapp.org

Apa itu Common Application?

Common Application (disingkat Common App) adalah platform aplikasi online terpadu yang memungkinkan pelamar mengisi satu formulir utama dan mengirimkannya ke banyak universitas di Amerika (dan lainnya) secara bersamaan. Didirikan pada tahun 1975, ketika 15 universitas swasta memutuskan bahwa mahasiswa tidak perlu mengisi formulir terpisah untuk setiap sekolah. Sejak saat itu, platform ini telah berkembang hingga lebih dari 1.000 universitas anggota, termasuk kedelapan universitas Ivy League (Harvard, Yale, Princeton, Columbia, Penn, Brown, Dartmouth, Cornell), Stanford, MIT, Caltech, Duke, University of Chicago, dan ratusan lainnya.

Common App bukan satu-satunya platform aplikasi. Ada juga Coalition Application (Didukung oleh Scoir), yang digunakan oleh lebih dari 150 universitas, serta sistem sendiri dari beberapa universitas (misalnya, sistem University of California, Georgetown memiliki portal sendiri, MIT menggunakan MyMIT). Namun, Common App jelas merupakan pilihan paling populer dan satu-satunya yang diterima oleh sebagian besar universitas swasta. Jika Anda melamar kuliah di AS, Anda hampir pasti akan menggunakan Common App.

Apa yang Anda isi di Common App?

Formulir Common App terdiri dari beberapa bagian utama:

  1. Profil, data pribadi, alamat, kewarganegaraan
  2. Keluarga, informasi tentang orang tua/wali dan saudara kandung
  3. Pendidikan, riwayat pendidikan, nilai, mata pelajaran
  4. Tes, hasil SAT, ACT, TOEFL, IELTS, dan lainnya
  5. Aktivitas, hingga 10 aktivitas ekstrakurikuler
  6. Menulis, esai pribadi (Personal Essay) 650 kata
  7. Informasi Tambahan, konteks tambahan (misalnya, penjelasan sistem nilai di Indonesia)
  8. Mata Pelajaran & Nilai, mata pelajaran dan nilai (diperlukan oleh beberapa universitas)

Selain itu, ada bagian khusus universitas (college-specific questions): esai tambahan (esai suplemen), pertanyaan tentang minat pada program, informasi tentang bantuan keuangan, dan lainnya.

Membuat akun dan langkah-langkah awal

Common App membuka siklus aplikasi baru pada 1 Agustus setiap tahun. Ini berarti pada 1 Agustus 2025, formulir untuk siklus 2025-2026 (untuk mahasiswa yang memulai studi pada musim gugur 2026) akan diluncurkan. Akun sebelumnya dari tahun-tahun sebelumnya tidak otomatis ditransfer; setiap siklus Anda mulai dari awal.

Common App – Dari Akun hingga Kirim Aplikasi

8 langkah yang harus Anda lalui sebagai pelamar Indonesia

Langkah 1 – Agustus
Buat akun di commonapp.org
Masukkan nama lengkap sesuai paspor. Pilih “First Year Student”. Verifikasi email – gunakan alamat yang sering Anda periksa.
Langkah 2 – Agustus/September
Tambahkan universitas ke daftar (maks. 20)
Cari universitas berdasarkan nama dan tambahkan ke “My Colleges”. Setelah menambahkan universitas, Anda akan melihat persyaratannya (esai, tenggat waktu, biaya).
Langkah 3 – September/Oktober
Isi bagian-bagian Common App
Profil, Keluarga, Pendidikan, Tes, Aktivitas, Menulis. Bagian-bagian ini akan dikirim ke SEMUA universitas dalam daftar Anda.
Langkah 4 – Secara Bersamaan
Tulis esai pribadi (Personal Essay)
Pilih 1 dari 7 topik esai. 250-650 kata. Mulai lebih awal – esai yang bagus membutuhkan banyak draf dan umpan balik.
Langkah 5 – Oktober/November
Tulis esai suplemen
Esai tambahan untuk universitas tertentu: “Mengapa X?”, “Mengapa jurusan ini?”, jawaban singkat. Setiap universitas memiliki pertanyaan yang berbeda.
Langkah 6 – Sebelum tenggat waktu
Undang pemberi rekomendasi dan konselor sekolah
Melalui tab “Recommenders & FERPA”, undang guru dan wali kelas. Beri mereka waktu setidaknya 4-6 minggu.
Langkah 7 – Tepat sebelum Kirim Aplikasi
Tinjau, periksa, bayar
Gunakan fungsi “Review and Submit” untuk setiap universitas. Bayar biaya aplikasi atau ajukan keringanan biaya aplikasi. Periksa setiap detail.
Langkah 8 – Tenggat Waktu
Kirim Aplikasi!
ED/EA: 1 atau 15 November. RD: 1 Januari – 1 Februari. Setelah mengklik Kirim Aplikasi, Anda tidak dapat lagi mengedit aplikasi untuk universitas tersebut.

Sumber: Common Application Help Center 2025-2026

Beberapa catatan praktis untuk memulai

  • Nama lengkap: masukkan persis seperti di paspor. Jika nama Anda memiliki karakter khusus, masukkan tanpa karakter tersebut. Common App hanya menerima karakter ASCII.
  • Email: gunakan alamat profesional (sebaiknya nama.lengkap@gmail.com, bukan kucinglucu2008@email.com). Melalui alamat ini Anda akan menerima konfirmasi, undangan wawancara, dan keputusan.
  • Jenis pelamar: pilih “First Year Student” jika Anda melamar studi sarjana untuk pertama kalinya. Mahasiswa transfer memiliki formulir terpisah.
  • Simpan secara teratur: Common App secara otomatis menyimpan data, tetapi jangan ambil risiko. Keluar dengan benar, jangan tutup browser saat mengedit.

Bagian Profil: data pribadi

Bagian Profil adalah “CV demografi” Anda. Di sini Anda mengisi data pribadi, alamat, kewarganegaraan, bahasa ibu, informasi status visa, dan (yang penting) pertanyaan tentang keringanan biaya aplikasi. Untuk pelamar Indonesia, beberapa kolom memerlukan perhatian:

  • Kewarganegaraan: pilih “Indonesia” sebagai negara kewarganegaraan. Centang bahwa Anda bukan warga negara AS atau penduduk tetap.
  • Bahasa: sebagai “Bahasa Ibu” masukkan “Bahasa Indonesia”. Di kolom “Kemahiran Berbahasa” tambahkan bahasa Inggris dengan tingkat yang sesuai (Fluent atau Proficient).
  • Preferensi Agama: kolom opsional. Anda tidak harus menjawab.
  • Keringanan Biaya Aplikasi: jika situasi keuangan keluarga Anda sulit, centang “Ya” pada pertanyaan tentang keringanan biaya aplikasi. Sebagai pelajar internasional, Anda mungkin memenuhi syarat; Anda memerlukan konfirmasi dari konselor sekolah (wali kelas). Lebih lanjut tentang keringanan biaya aplikasi di bagian selanjutnya.

Common App juga bertanya tentang demografi (ras, etnis). Sebagai pelamar dari Indonesia, Anda dapat memilih “White/Caucasian” atau opsi yang paling menggambarkan Anda. Data ini tidak memengaruhi aplikasi Anda secara negatif, melainkan berfungsi untuk tujuan statistik dan dalam konteks “tinjauan holistik” membantu universitas membangun kelas yang beragam.

Bagian Keluarga: keluarga

Di sini Anda memberikan informasi tentang orang tua/wali hukum dan saudara kandung. Elemen terpenting:

  • Pendidikan orang tua: isi bahkan jika orang tua menyelesaikan studi di Indonesia. Masukkan nama universitas, gelar akademik (misalnya, “Bachelor’s degree” untuk sarjana, “Master’s degree” untuk magister) dan tahun kelulusan. Jika tidak ada orang tua yang menyelesaikan studi, jangan mencoba menyembunyikannya; universitas seringkali menilai positif pelamar “generasi pertama” (yang pertama dalam keluarga yang kuliah).
  • Pekerjaan orang tua: masukkan dalam bahasa Inggris. Jika orang tua memiliki perusahaan sendiri, masukkan “Self-employed” dan jelaskan industrinya.
  • Saudara kandung: berikan informasi tentang saudara kandung, termasuk apakah ada yang sedang atau pernah kuliah di universitas Amerika. Jika saudara laki-laki atau perempuan adalah alumni universitas yang Anda lamar, ini adalah informasi penting (status warisan).

Bagian Pendidikan: kunci bagi pelamar Indonesia

Ini adalah salah satu bagian yang paling bermasalah bagi pelajar Indonesia, karena sistem Common App dirancang untuk SMA di Amerika. Berikut cara melewatinya tanpa kesalahan.

Nama sekolah dan data

Cari sekolah Anda di database Common App (banyak SMA di Indonesia sudah ada di sana). Jika Anda tidak menemukannya, tambahkan secara manual; berikan nama lengkap dan resmi (misalnya, “SMA Negeri 1 Jakarta”), alamat, dan nomor telepon. Sebagai jenis sekolah, pilih “Negeri” (untuk SMA negeri) atau “Swasta/Independen” (untuk sekolah swasta).

Sistem nilai dan IPK

Ini adalah momen krusial. Common App bertanya tentang “Cumulative GPA” (rata-rata kumulatif) dan skala nilai. Sistem nilai 1-6 di Indonesia tidak memiliki padanan langsung dalam sistem Amerika.

Strategi terbaik: jika sekolah Anda tidak mengeluarkan IPK dalam format Amerika (dan sekolah di Indonesia biasanya tidak), biarkan kolom “Cumulative GPA” kosong dan centang “None” pada pertanyaan tentang “Peringkat Kelas”. Common App mengizinkan ini. Skala nilai Anda akan dijelaskan oleh konselor sekolah dalam “Profil Sekolah” yang dilampirkan pada aplikasi atau Anda sendiri di bagian “Informasi Tambahan”.

Jika Anda ingin memberikan IPK, Anda dapat mengkonversi nilai Indonesia secara perkiraan: 100 = A (4.0), 90 = B+ (3.5), 80 = B (3.0), 70 = C (2.0), 60 = D (1.0), <60 = F (0.0). Tapi ingat: komite penerimaan mahasiswa mengetahuinya dan memiliki pengalaman dalam menafsirkan sistem nilai asing. Lebih baik memberikan data otentik dengan penjelasan daripada konversi buatan.

Ujian Nasional Indonesia dan IB

Jika Anda mengambil Ujian Nasional Indonesia (ujian kelulusan SMA), di bagian “Pendidikan” sebutkan mata pelajaran ujian Anda. Di kolom yang berkaitan dengan ujian, Anda dapat menambahkan bahwa Ujian Nasional Indonesia adalah ujian negara yang diambil pada akhir sekolah menengah. Hasil dari mata pelajaran utama sangat penting.

Jika Anda belajar dalam program International Baccalaureate (IB), Common App memiliki kolom khusus untuk IB. Masukkan nilai prediksi (predicted grades) dan mata pelajaran HL/SL yang direncanakan. IB sangat dikenal oleh universitas Amerika dan tidak memerlukan penjelasan tambahan.

Konselor sekolah: siapa dia di SMA di Indonesia?

Dalam sistem Amerika, “konselor sekolah” adalah penasihat penerimaan mahasiswa di sekolah, orang yang mengkoordinasikan proses aplikasi, mengirimkan transkrip, dan menulis surat rekomendasi. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, fungsi seperti itu secara formal tidak ada.

Solusi: peran konselor sekolah paling sering dipegang oleh wali kelas atau kepala sekolah (terkadang guru BK/konselor). Orang ini harus:

  • Membuat akun di Common App (halaman pemberi rekomendasi)
  • Mengisi “School Report” (laporan tentang sekolah dan pelamar)
  • Mengirimkan transkrip nilai (daftar nilai dari semua kelas)
  • Opsional: menulis “Surat Rekomendasi Konselor”
  • Menyiapkan “Profil Sekolah”, yaitu dokumen yang menjelaskan sekolah, sistem nilai, mata pelajaran yang tersedia, konteks pendidikan

Penting: bicarakan dengan calon konselor sekolah Anda jauh-jauh hari (minimal 2-3 bulan sebelum tenggat waktu). Jelaskan apa yang dibutuhkan Common App, dan bantu dia melewati platform tersebut. Banyak guru di Indonesia yang melakukannya untuk pertama kalinya.

Bagian Tes: ujian standar

Di bagian Tes, Anda melaporkan hasil ujian: SAT, ACT, TOEFL, IELTS, AP, IB, dan lainnya. Beberapa aturan utama:

Pelaporan mandiri vs. Laporan Skor Resmi

Common App memungkinkan pelaporan mandiri hasil; Anda memasukkannya sendiri. Tetapi setelah diterima di universitas, Anda harus menyerahkan laporan resmi dengan hasil, yang dikirim langsung oleh lembaga penguji (College Board untuk SAT, ETS untuk TOEFL). Hasil yang dilaporkan sendiri harus identik dengan yang resmi, universitas akan memverifikasinya.

SAT dan ACT

Jika Anda mengambil SAT atau ACT dan ingin mengirimkan hasilnya, masukkan di kolom yang sesuai. Jika universitas bersifat test-optional dan hasil Anda tidak kompetitif, Anda tidak perlu melaporkannya. Ini adalah keputusan strategis. Namun, jika Anda memperoleh skor di kisaran atas untuk universitas tertentu (misalnya, 1500+ SAT untuk 30 sekolah teratas), mengirimkan hasil dapat memperkuat aplikasi Anda.

Sebagai pelamar Indonesia dengan ijazah SMA, yang tidak begitu dikenal oleh komite Amerika seperti A-levels atau IB, nilai SAT yang kuat dapat mengkonfirmasi persiapan akademik Anda. Bahkan di universitas test-optional, ada baiknya mempertimbangkan untuk mengirimkan hasil yang baik. Lebih lanjut tentang SAT dapat Anda baca di panduan lengkap kami tentang ujian SAT.

TOEFL dan IELTS

Hampir semua universitas mewajibkan pelamar yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris untuk mengkonfirmasi kemahiran berbahasa. Di Common App, Anda mencentang bahwa Anda telah mengambil TOEFL/IELTS dan memasukkan hasilnya. Laporan resmi harus Anda pesan secara terpisah (ETS untuk TOEFL, British Council/IDP untuk IELTS).

Persyaratan minimum umum: TOEFL iBT 100+ atau IELTS 7.0+ untuk universitas top 50. Untuk universitas yang kurang selektif: TOEFL 80+ atau IELTS 6.5+.

Bagian Aktivitas: jantung aplikasi Anda

Jika ada satu bagian yang harus Anda curahkan waktu paling banyak (selain esai), itu adalah Aktivitas. Di Common App Anda dapat mencantumkan hingga 10 aktivitas ekstrakurikuler. Untuk setiap aktivitas, Anda memberikan:

  • Jenis aktivitas (kategori: misalnya Akademik, Atletik, Pengabdian Masyarakat, Seni)
  • Posisi/Kepemimpinan (50 karakter), misalnya “Ketua”, “Pendiri”, “Peneliti Utama”
  • Nama Organisasi (100 karakter)
  • Deskripsi (150 karakter) – ini adalah tempat Anda untuk menonjol
  • Tingkat kelas partisipasi (kapan Anda berpartisipasi: 9/10/11/12)
  • Waktu (tahun ajaran, liburan, sepanjang tahun)
  • Jam per minggu dan Minggu per tahun

Strategi Bagian Aktivitas – cara menyusun 10 posisi

Susun aktivitas dari yang paling penting hingga kurang penting – urutan itu penting

Posisi 1-2
Pencapaian utama Anda
Apa yang mendefinisikan Anda: Olimpiade tingkat nasional, startup sendiri, proyek penelitian signifikan, peran kepemimpinan dalam organisasi berskala besar. Hasil yang konkret dan terukur.
Posisi 3-5
Dukungan profil yang kuat
Keterlibatan jangka panjang yang menunjukkan “spike” yang konsisten: misalnya, klub sains + kompetisi + magang di bidang yang sama. Kepemimpinan dan dampak.
Posisi 6-8
Keragaman dan minat
Olahraga, seni, sukarela, pekerjaan sampingan. Menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi yang multidimensional. Pekerjaan sampingan (misalnya, les privat, bekerja di toko) sangat baik dan dihargai.
Posisi 9-10
Melengkapi gambaran
Hobi, tanggung jawab keluarga, belajar mandiri (misalnya, kursus online, proyek pribadi). Lebih baik tidak memasukkan aktivitas “paksaan” – lebih baik 8 yang kuat daripada 10 yang lemah.
Tips untuk Pelamar Indonesia
Olimpiade Mata Pelajaran adalah senjata rahasia Anda, tetapi Anda harus menjelaskan prestisenya! Dalam deskripsi, tulis misalnya: “Kompetisi akademik tingkat nasional dalam kimia; maju melalui babak sekolah, regional & nasional (5.000+ peserta awal)”. Hanya “Olimpiade Kimia – Finalis” tidak cukup menggambarkan skala dan pentingnya Olimpiade dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Sumber: Dikembangkan sendiri berdasarkan Common App Guidelines dan rekomendasi konsultan penerimaan mahasiswa

Bagaimana menulis deskripsi dalam 150 karakter?

150 karakter lebih sedikit dari satu tweet. Setiap kata harus bekerja. Berikut aturannya:

  • Jangan mulai dengan “Saya”, hemat tempat, mulai dengan kata kerja
  • Kuantifikasi: “Membimbing 15 siswa setiap minggu” > “Membantu siswa dengan matematika”
  • Berikan hasil: “Mengumpulkan $3.200 untuk penampungan lokal” > “Mengorganisir acara penggalangan dana”
  • Hindari hal umum: “Mendorong kerja tim dan kepemimpinan” = 150 karakter terbuang
  • Gunakan singkatan: “org.” alih-alih “organization”, “&” alih-alih “and”, “3x/minggu” alih-alih “tiga kali seminggu”

Contoh deskripsi yang baik (149 karakter):

Mendirikan klub coding; mengajar Python ke 30+ siswa; mengorganisir 2 hackathon dengan 100 peserta; tim kami memenangkan juara 1 di kompetisi CS regional.

Contoh deskripsi yang buruk (143 karakter):

Saya adalah anggota klub coding di mana saya berpartisipasi dalam rapat dan membantu mengorganisir acara. Saya belajar banyak tentang pemrograman dan kerja tim.

Kekhasan aktivitas di Indonesia

Pelajar Indonesia seringkali memiliki aktivitas yang fantastis, tetapi tidak tahu bagaimana “menerjemahkannya” ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh komite Amerika. Berikut adalah kasus-kasus umum:

  • Sukarela di organisasi amal: “Relawan penggalang dana untuk organisasi amal lokal; mengumpulkan donasi, mengorganisir acara lokal, mengumpulkan sekitar 10.000.000 IDR untuk peralatan medis pediatrik.”
  • Pramuka (Pramuka Indonesia): “Pemimpin Pramuka di Gerakan Pramuka Indonesia; memimpin pasukan 20 pemuda, mengorganisir 3 perkemahan alam liar selama seminggu, memperoleh sertifikasi instruktur.”
  • Pekerjaan sampingan: jangan malu! Bekerja di kafe, les privat, membantu bisnis keluarga adalah pengalaman yang berharga. Masukkan dengan bangga, tekankan tanggung jawab dan keterampilan.

Bagian Menulis: esai pribadi (Personal Essay)

Ini adalah momen yang Anda tunggu-tunggu (atau yang Anda hindari). Esai pribadi di Common App adalah teks 250-650 kata di mana Anda menjawab salah satu dari tujuh topik esai yang tersedia. Esai ini akan dikirim ke semua universitas dalam daftar Anda, jadi harus universal, tetapi pada saat yang sama sangat pribadi.

7 Topik Esai Pribadi – Common App 2025/2026

Pilih satu. Topik-topik ini identik dengan siklus sebelumnya – 250-650 kata.

Topik Esai 1 – paling populer
"Some students have a background, identity, interest, or talent that is so meaningful they believe their application would be incomplete without it. If this sounds like you, then please share your story."
Topik esai terluas. Ideal jika Anda memiliki benang merah identitas, budaya, atau gairah yang kuat yang mendefinisikan siapa Anda.
Topik Esai 2
"The lessons we take from obstacles we encounter can be fundamental to later success. Recount a time when you faced a challenge, setback, or failure. How did it affect you, and what did you learn from the experience?"
Menantang – Anda harus menunjukkan kegagalan dan refleksi yang tulus. Jangan menulis tentang “tantangan” yang sebenarnya adalah kesuksesan.
Topik Esai 3
"Reflect on a time when you questioned or challenged a belief or idea. What prompted your thinking? What was the outcome?"
Baik untuk pemikir kritis. Tunjukkan keberanian intelektual, tetapi hindari kontroversi politik.
Topik Esai 4
"Reflect on something that someone has done for you that has made you happy or thankful in a surprising way. How has this gratitude affected or motivated you?"
Topik esai yang lebih baru (sejak 2023-2024). Membutuhkan refleksi mendalam tentang rasa syukur – tidak cukup hanya mengucapkan “terima kasih”.
Topik Esai 5
"Discuss an accomplishment, event, or realization that sparked a period of personal growth and a new understanding of yourself or others."
“Esai pertumbuhan” klasik. Kuncinya: tunjukkan transformasi, bukan hanya momen pencapaian.
Topik Esai 6 – untuk para pegiat
"Describe a topic, idea, or concept you find so engaging that it makes you lose all track of time. Why does it captivate you? What or who do you turn to when you want to learn more?"
Ideal untuk menunjukkan rasa ingin tahu intelektual dan “spike” akademik. Sangat baik untuk calon ilmuwan dan peneliti.
Topik Esai 7 – terbuka
"Share an essay on any topic of your choice. It can be one you've already written, one that responds to a different prompt, or one of your own design."
Kebebasan penuh. Gunakan topik esai ini jika tidak ada yang lain yang sesuai dengan cerita yang ingin Anda sampaikan.

Sumber: Common Application 2025-2026 Writing Section, commonapp.org

Bagaimana menulis esai yang akan membuat Anda menonjol di antara ribuan?

Petugas penerimaan mahasiswa di universitas selektif membaca ribuan esai setiap tahun. Mereka memiliki beberapa menit untuk satu teks. Esai Anda harus mengatakan sejak kalimat pertama: “Baca terus, kisah ini layak untuk waktu Anda.”

Prinsip-prinsip fundamental:

  1. Tunjukkan, jangan ceritakan. Jangan menulis: “Saya adalah orang yang berani.” Jelaskan adegan di mana keberanian Anda terlihat. Detail konkret > pernyataan abstrak.

  2. Ceritakan satu kisah, jangan ringkas CV. Esai bukanlah daftar pencapaian. Ini adalah satu jendela di mana pembaca melihat siapa Anda sebenarnya.

  3. Jadilah otentik. Jika komite penerimaan mahasiswa merasa esai ditulis oleh orang lain (orang tua, tutor, AI), itu adalah akhir. Tulislah dengan suara Anda sendiri, dengan kata-kata Anda sendiri.

  4. Tunjukkan refleksi. Hanya mendeskripsikan suatu peristiwa tidak cukup. Tunjukkan bagaimana peristiwa itu mengubah cara berpikir Anda, nilai-nilai Anda, tujuan Anda.

  5. Mulai dengan adegan konkret. “Saya lahir di Jakarta” adalah awal yang mati. “Bau rendang gosong memenuhi dapur saat nenek saya mencoba menjelaskan fisika kuantum dalam bahasa Minang, satu-satunya bahasa yang ia kuasai, dan bahasa yang membuat dunia lebih masuk akal bagi saya,” itu adalah awal yang berkesan.

  6. Tulis banyak versi. Esai yang bagus membutuhkan 5-10 draf. Draf pertama selalu merupakan draf kasar. Mintalah umpan balik, sisihkan selama seminggu, kembali dengan mata yang segar.

Mencari panduan yang lebih mendalam tentang penulisan esai? Baca panduan komprehensif kami tentang esai aplikasi dan panduan menulis esai yang sempurna. Jika Anda menargetkan Stanford, pastikan juga untuk memeriksa cara menulis esai Stanford yang akan membuat kesan.

Bagian Informasi Tambahan: aset yang diremehkan

Bagian “Informasi Tambahan” di Common App memberi Anda 650 kata tambahan untuk konteks yang tidak dapat Anda masukkan di bagian lain formulir. Bagi pelamar Indonesia, ini adalah bagian yang strategis dan krusial, karena memungkinkan Anda menjelaskan hal-hal yang mungkin tidak dipahami oleh komite Amerika.

Apa yang harus dimasukkan di sini:

  • Penjelasan sistem nilai di Indonesia: “Skala nilai di Indonesia: umumnya 0-100 atau 1-10. Misalnya, 90-100 (Sangat Baik) setara dengan A; 80-89 (Baik) setara dengan B; 70-79 (Cukup) setara dengan C. Nilai rata-rata di atas 85 biasanya menempatkan siswa di 10-15% teratas kelas.”
  • Konteks Ujian Nasional Indonesia: “Ujian Nasional Indonesia adalah ujian negara yang diambil oleh semua lulusan SMA di Indonesia. Saya mengambil ujian dalam [mata pelajaran], dengan skor pada skala 0-100. Hasil di atas 90 biasanya dicapai oleh 5-10% siswa teratas secara nasional.”
  • Keadaan yang meringankan: jika nilai Anda menurun pada periode tertentu karena sakit, situasi keluarga, atau faktor lain, di sinilah tempat untuk menjelaskannya. Bersikaplah faktual dan singkat. Jangan mencari simpati, cukup berikan konteks.
  • Pencapaian tambahan: jika Anda tidak dapat memasukkan semua aktivitas di bagian Aktivitas (10 itu sedikit!), Anda dapat mencantumkan yang lain di sini, tetapi secara ringkas.

Apa yang TIDAK boleh dimasukkan:

  • Esai pribadi kedua. Ini bukan tempat untuk cerita lain tentang diri Anda.
  • Daftar alasan. “Saya tidak punya waktu untuk sukarela karena ujian SMA sulit,” tidak.
  • Pengulangan dari bagian lain. Jika sesuatu sudah ada di Aktivitas atau esai, jangan tulis ulang.

Esai suplemen universitas: “Mengapa X?” dan esai tambahan lainnya

Setelah mengisi formulir utama Common App, setiap universitas dalam daftar Anda mungkin memiliki pertanyaan dan esai tambahan (esai suplemen). Esai-esai ini hanya akan dikirim ke universitas tersebut, tidak seperti esai pribadi yang bersifat umum.

Jenis esai suplemen yang paling umum:

“Mengapa [Nama Universitas]?”, esai suplemen yang paling umum dan penting. Universitas ingin tahu mengapa Anda secara spesifik memilih mereka. Ini bukan pertanyaan tentang peringkat. Ini adalah pertanyaan tentang kesesuaian: program spesifik apa, profesor, laboratorium, klub, peluang penelitian apa yang menarik Anda?

Bagaimana menulis esai “Mengapa Kami?” yang baik:

  • Sebutkan sumber daya spesifik: “Penelitian Profesor Smith tentang linguistik komputasi di Departemen Ilmu Komputer sangat selaras dengan minat saya pada NLP, yang saya jelajahi selama magang di [perusahaan].”
  • Jangan menulis tentang cuaca, lokasi, atau peringkat. “Saya ingin kuliah di MIT karena itu universitas terbaik di dunia” = penolakan substantif instan.
  • Hubungkan sumber daya dengan tujuan Anda: tidak cukup hanya mengatakan apa yang dimiliki universitas; tunjukkan bagaimana Anda akan menggunakan sumber daya tersebut untuk mencapai rencana Anda.

“Mengapa jurusan ini?”, mengapa jurusan ini? Tunjukkan asal mula minat dan langkah-langkah konkret yang Anda ambil untuk mengembangkannya.

Jawaban Singkat (Short Answer Prompts), misalnya, “Apa yang Anda lakukan untuk bersenang-senang?” (Yale), “Tulis surat kepada teman sekamar masa depan Anda” (Stanford), “Apa kata favorit Anda dan mengapa?” (UVA). Setiap universitas memiliki kekhasannya sendiri; periksa persyaratannya setelah menambahkan sekolah ke daftar Anda di Common App.

Pemberi Rekomendasi dan FERPA Waiver

Mengundang pemberi rekomendasi

Melalui tab “Recommenders and FERPA” Anda mengundang orang-orang yang akan menulis surat rekomendasi untuk Anda. Common App memungkinkan Anda mengundang:

  • Konselor sekolah (wajib), dalam sistem pendidikan di Indonesia: wali kelas atau kepala sekolah
  • Pemberi Rekomendasi Guru (2, terkadang 3), guru mata pelajaran
  • Pemberi Rekomendasi Lainnya (opsional), misalnya, mentor eksternal, pembimbing magang

Penting: undang pemberi rekomendasi sebelum Anda mulai mengirimkan aplikasi. Pemberi rekomendasi menerima email dengan tautan ke Common App, di mana mereka mengisi formulir dan menempelkan/mengunggah surat mereka. Surat-surat tersebut langsung dikirim ke universitas; Anda tidak melihatnya (jika Anda menandatangani FERPA waiver).

FERPA Waiver

Common App akan meminta Anda untuk menandatangani FERPA waiver, sebuah pernyataan bahwa Anda melepaskan hak Anda untuk melihat surat rekomendasi. Sangat disarankan untuk menandatangani. Surat-surat yang diketahui komite bahwa pelamar tidak akan melihatnya memiliki kredibilitas yang jauh lebih besar. Penolakan untuk menandatangani waiver adalah sinyal peringatan bagi universitas, menunjukkan bahwa Anda tidak mempercayai pemberi rekomendasi Anda.

Bagaimana membantu guru di Indonesia menulis rekomendasi yang efektif?

Guru-guru di Indonesia jarang menulis surat rekomendasi dalam gaya Amerika. Berikut cara membantu mereka:

  1. Sediakan “lembar prestasi”: daftar pencapaian Anda, proyek yang dilakukan di kelas mereka, situasi spesifik yang dapat mereka deskripsikan.
  2. Jelaskan apa yang dicari universitas: anekdot konkret, bukan pujian umum. “Budi adalah siswa yang rajin” tidak cukup. “Ketika kelas kesulitan dengan kimia organik, Budi tinggal sepulang sekolah tiga kali seminggu untuk mengatur sesi belajar kelompok yang meningkatkan rata-rata kelas sebesar 15%”, itulah rekomendasi yang kuat.
  3. Beri mereka waktu: minimal 4-6 minggu. Sebaiknya minta pada akhir kelas sebelum terakhir (kelas 11 SMA) atau di awal kelas terakhir (kelas 12 SMA).
  4. Bantu dengan format: tunjukkan kepada mereka contoh surat rekomendasi Amerika yang tersedia online.

Pengiriman Aplikasi: Keputusan Dini, Aksi Dini, dan Keputusan Reguler

Ketika semuanya sudah terisi, tibalah saatnya untuk mengirimkan aplikasi. Common App memungkinkan Anda mengirimkan aplikasi secara terpisah ke setiap universitas dalam daftar Anda. Sebelum mengklik “Kirim Aplikasi”, akan muncul ringkasan dengan opsi untuk meninjau.

Tenggat Waktu Aplikasi – Common App 2025/2026

Keputusan Dini (ED) bersifat mengikat. Periksa tanggal pasti di situs web setiap universitas.

Jenis Tenggat Waktu Keputusan Mengikat? Strategi untuk Pelajar Indonesia
Keputusan Dini I (ED I) 1 November Pertengahan Desember Mengikat Hanya jika Anda memiliki satu universitas impian dan tidak ingin membandingkan tawaran bantuan keuangan
Aksi Dini (EA) 1 atau 15 November Desember/Januari Tidak Mengikat Pilihan terbaik, keputusan lebih cepat, tanpa komitmen. Tunjukkan minat, pertahankan pilihan
Keputusan Dini II (ED II) 1 Januari Pertengahan Februari Mengikat Kesempatan kedua untuk ED, jika Anda tidak diterima di ED I, sifat mengikat yang sama
Keputusan Reguler (RD) 1 Januari – 1 Februari Maret/April Tidak Mengikat Pilihan standar, lebih banyak waktu untuk aplikasi yang sempurna, perbandingan tawaran lengkap
Penerimaan Bergulir Bervariasi Secara berkelanjutan Tidak Mengikat Ajukan aplikasi sesegera mungkin, tempat dan beasiswa terbatas

Sumber: Common App Deadlines Grid 2025-2026, commonapp.org. Hari Keputusan Perguruan Tinggi Nasional: 1 Mei.

Beberapa aturan utama mengenai pengiriman aplikasi:

  • Anda mengirimkan aplikasi secara terpisah ke setiap universitas. Anda dapat mengajukan aplikasi ke Harvard pada 1 November (EA) dan ke universitas lain pada 1 Januari (RD) dari akun yang sama.
  • Setelah dikirim, Anda tidak dapat mengedit. Periksa semuanya sebelum mengklik Kirim Aplikasi. Kesalahan ketik, kesalahan nama, nilai SAT yang salah, Anda tidak dapat memperbaikinya.
  • Pemberi rekomendasi dapat mengirimkan materi setelah Kirim Aplikasi. Anda tidak perlu menunggu guru mengirimkan surat; Anda dapat mengirimkan aplikasi, dan pemberi rekomendasi akan mengirimkan bagian mereka nanti (tetapi tentu saja sebelum tenggat waktu).
  • Konfirmasi: setelah dikirim, Anda akan menerima email konfirmasi. Jika Anda tidak menerimanya, periksa folder spam Anda. Jika masih tidak ada, hubungi dukungan Common App.

Biaya aplikasi dan keringanan biaya aplikasi

Setiap universitas di Common App membebankan biaya aplikasi, biasanya $50-$90 USD per sekolah. Jika Anda melamar ke 10-15 universitas, biaya ini bisa mencapai $500-$1,350 USD (sekitar 7,5 juta - 20 juta IDR, tergantung kurs), bahkan sebelum biaya ujian dan pengiriman hasil ditambahkan.

Bagaimana mendapatkan keringanan biaya aplikasi?

Common App menawarkan keringanan biaya aplikasi bawaan untuk pelamar dengan situasi keuangan yang sulit, juga untuk pelajar internasional. Untuk memenuhi syarat, Anda harus memenuhi salah satu dari beberapa kriteria (antara lain, situasi material yang sulit yang dikonfirmasi oleh konselor sekolah). Di bagian “Profil” Anda mencentang “Ya” pada pertanyaan tentang keringanan biaya aplikasi dan menandatangani pernyataan.

Untuk pelamar Indonesia: Anda dapat meminta wali kelas, kepala sekolah, atau konselor EducationUSA untuk mengkonfirmasi situasi keuangan Anda. Namun, perlu diingat bahwa universitas tertentu mungkin memiliki aturan sendiri mengenai penerimaan keringanan biaya aplikasi dari pelajar internasional; tidak setiap sekolah harus menghormatinya.

Ada baiknya juga memeriksa apakah universitas tidak menawarkan keringanan biaya aplikasi sendiri. Beberapa sekolah (misalnya Colby, Tulane, Johns Hopkins) secara berkala menghapus biaya untuk semua pelamar atau menawarkan kode promosi.

Lebih lanjut tentang pendanaan studi di AS (termasuk beasiswa untuk pelajar Indonesia) dapat Anda temukan di panduan terperinci kami tentang beasiswa.

Kesalahan paling umum pelamar Indonesia di Common App

Setelah beberapa tahun bekerja dengan pelajar Indonesia yang melamar kuliah di AS, pola kesalahan yang berulang terlihat jelas. Berikut adalah daftar yang paling umum dan cara menghindarinya.

10 Kesalahan Paling Umum Pelamar Indonesia

Periksa apakah Anda melakukan salah satunya – setiap kesalahan dapat melemahkan aplikasi Anda

1
Tidak menjelaskan sistem nilai di Indonesia
Komite melihat “4.8” tanpa konteks dan tidak tahu apakah itu baik atau buruk. Skala 1-6 di Indonesia tidak dikenal di AS.
Solusi: Jelaskan skala di Informasi Tambahan. Minta konselor sekolah untuk Profil Sekolah dengan deskripsi sistem.
2
Menyalin esai “Mengapa Kami?” yang sama ke banyak universitas
Komite akan langsung melihat teks generik. Dan jika Anda meninggalkan nama universitas lain, itu adalah bencana.
Solusi: Setiap esai “Mengapa Kami?” harus ditulis dari awal dengan detail spesifik tentang sekolah tersebut.
3
Mendeskripsikan Olimpiade tanpa konteks
“Olimpiade Kimia – Finalis” tidak berarti apa-apa bagi komite Amerika. Mereka tidak tahu berapa banyak orang yang berpartisipasi atau seberapa sulit itu.
Solusi: Tambahkan skala, jumlah peserta, tahapan. “Maju ke babak nasional di antara 5.000+ peserta awal.”
4
Esai ditulis dengan bahasa yang terlalu formal, “gaya sekolah”
Gaya penulisan esai di Indonesia (tesis-argumen-kesimpulan) tidak berfungsi di Common App. Amerika mengharapkan penceritaan.
Solusi: Menulis seperti Anda menceritakan kisah kepada teman – nada pribadi, konkret, reflektif.
5
Tidak memberi tahu konselor sekolah (wali kelas) tentang tugas di Common App
Wali kelas baru tahu seminggu sebelum tenggat waktu bahwa ia harus mengisi Laporan Sekolah dan mengirimkan transkrip.
Solusi: Bicaralah dengan wali kelas 3+ bulan sebelum tenggat waktu. Bantu dia dengan platform.
6
Menyia-nyiakan bagian Informasi Tambahan
Meninggalkannya kosong = kesempatan terbuang untuk menjelaskan konteks pendidikan dan budaya.
Solusi: Jelaskan sistem pendidikan di Indonesia, ijazah SMA, skala nilai. Ini adalah 650 kata Anda untuk konteks.
7
Mengurutkan aktivitas secara acak alih-alih strategis
Aktivitas terkuat di posisi 8, dan “anggota klub buku” di posisi 1.
Solusi: Susun dari yang paling penting hingga kurang penting. Posisi 1-3 adalah “kartu nama” Anda.
8
Mengirimkan aplikasi di menit terakhir
Server Common App kelebihan beban, konselor sekolah tidak sempat mengirimkan dokumen, Anda menemukan kesalahan ketik setelah mengklik Kirim Aplikasi.
Solusi: Kirimkan aplikasi setidaknya 2-3 hari sebelum tenggat waktu. “Diri Anda di masa depan” akan berterima kasih.
9
Tidak menandatangani FERPA waiver
Universitas menganggap ini sebagai sinyal bahwa Anda tidak mempercayai pemberi rekomendasi Anda – ini merusak kredibilitas rekomendasi.
Solusi: Tandatangani waiver. Selalu. Ini adalah standar yang diharapkan oleh semua universitas.
10
Pilihan pemberi rekomendasi yang tidak bijaksana
Meminta direktur yang tidak mengenal Anda, alih-alih guru yang melihat keterlibatan Anda sehari-hari.
Solusi: Pilih guru yang paling mengenal Anda – bukan yang memiliki gelar tertinggi.

Sumber: Pengalaman konsultan College Council dan analisis Common App Guidelines

Bagaimana College Council dapat membantu Anda?

Mengisi Common App adalah proses di mana setiap detail penting, mulai dari urutan aktivitas, deskripsi 150 karakter, hingga esai 650 kata yang harus menunjukkan siapa Anda. Pelamar Indonesia menghadapi tantangan tambahan: sistem nilai yang tidak dikenal, tidak adanya “konselor sekolah”, kebutuhan untuk menerjemahkan konteks pendidikan di Indonesia ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh komite Amerika.

College Council adalah tim konsultan yang berspesialisasi dalam aplikasi ke universitas Amerika dan Eropa. Kami bekerja dengan pelajar Indonesia di setiap tahap proses:

  • Strategi aplikasi, kami membangun daftar universitas yang seimbang (reach/match/safety), merencanakan jadwal, dan membantu memilih jenis aplikasi yang optimal (ED/EA/RD) untuk situasi Anda.
  • Persiapan esai, kami memandu Anda dari brainstorming melalui berbagai draf hingga teks akhir. Kami tidak menulis untuk Anda; kami membantu Anda mengeluarkan kisah otentik Anda dan menyajikannya dengan cara yang paling kuat.
  • Persiapan SAT, persiapan ujian individual dengan penutur asli dan metode yang terbukti.
  • Bantuan dengan bagian Common App, verifikasi Aktivitas, Informasi Tambahan, pemeriksaan konsistensi seluruh aplikasi.
  • Pelatihan konselor sekolah, kami membantu wali kelas di Indonesia memahami persyaratan Common App dan menyiapkan dokumen yang efektif.

Jika Anda ingin berbicara tentang aplikasi Anda, hubungi kami. Konsultasi pertama gratis.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya bisa menggunakan Common App dari Indonesia?
Ya, Common App adalah platform online yang tersedia dari mana saja di dunia. Cukup dengan browser dan koneksi internet. Anda membuat akun di commonapp.org. Anda tidak perlu pergi ke AS atau kedutaan untuk mengajukan aplikasi. Seluruh proses (mulai dari mengisi formulir hingga mengklik Kirim Aplikasi) dilakukan secara online.
Bagaimana cara memasukkan Ujian Nasional Indonesia di Common App?
Di bagian Pendidikan, sebutkan mata pelajaran ujian nasional Anda. Kolom IPK dapat Anda biarkan kosong (sekolah di Indonesia tidak mengeluarkan IPK dalam format Amerika). Di bagian Informasi Tambahan, jelaskan sistem nilai di Indonesia (misalnya, skala 0-100 atau 1-10) dan kekhasan Ujian Nasional Indonesia. Minta konselor sekolah (wali kelas) untuk menyiapkan Profil Sekolah dengan deskripsi sistem pendidikan.
Siapa yang seharusnya menjadi “konselor sekolah” saya di SMA di Indonesia?
Paling sering adalah wali kelas atau kepala sekolah. Orang ini harus membuat akun di Common App (halaman pemberi rekomendasi), mengisi Laporan Sekolah, mengirimkan transkrip nilai, dan opsional menulis surat rekomendasi. Bicaralah dengannya minimal 2-3 bulan sebelum tenggat waktu dan bantu dia melewati platform; banyak guru di Indonesia yang melakukannya untuk pertama kalinya.
Berapa banyak universitas yang bisa saya tambahkan di Common App?
Maksimal 20 universitas per satu akun Common App. Dalam praktiknya, sebagian besar pelamar mengajukan aplikasi ke 8-15 sekolah. Setiap universitas yang ditambahkan berarti biaya aplikasi terpisah ($50-$90) dan berpotensi esai tambahan (esai suplemen). Oleh karena itu, bangun daftar secara strategis; jangan menambahkan universitas “cadangan” tanpa niat untuk mengirimkan aplikasi.
Apakah saya harus mengirimkan hasil SAT/ACT melalui Common App?
Di Common App Anda dapat memasukkan hasil SAT/ACT (pelaporan mandiri), tetapi laporan resmi harus Anda pesan secara terpisah melalui College Board (SAT) atau ACT.org. Banyak universitas bersifat test-optional; Anda tidak perlu mengirimkan hasil jika Anda merasa itu tidak akan memperkuat aplikasi Anda. Sebagai pelamar Indonesia dengan ijazah SMA, nilai SAT yang kuat (1400+) dapat menambah kredibilitas kualifikasi akademik Anda di mata komite Amerika. Baca panduan kami tentang ujian SAT.
Bisakah saya mengedit aplikasi setelah mengklik Kirim Aplikasi?
Tidak. Setelah mengirimkan aplikasi ke universitas tertentu, Anda tidak dapat mengedit bagian mana pun darinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa semuanya dengan cermat sebelum mengklik Kirim Aplikasi. Ingat, bagian umum (Common App) akan “dibekukan” untuk universitas tersebut pada saat pengiriman, tetapi Anda masih dapat mengeditnya untuk universitas yang belum Anda kirimkan aplikasinya. Periksa setiap bagian dua kali dan minta seseorang untuk membacanya sebelum mengirim.
Apa perbedaan antara Keputusan Dini (Early Decision) dan Aksi Dini (Early Action)?
Keputusan Dini (ED) bersifat mengikat; jika Anda diterima, Anda harus kuliah di sana dan menarik aplikasi dari universitas lain. Aksi Dini (EA) tidak mengikat, Anda mendapatkan keputusan lebih awal, tetapi Anda mempertahankan kebebasan penuh untuk memilih. Bagi pelamar Indonesia yang seringkali perlu membandingkan tawaran bantuan keuangan, EA biasanya merupakan pilihan yang lebih aman. ED hanya layak dipertimbangkan jika Anda memiliki satu universitas impian dan siap berkomitmen tanpa membandingkan paket beasiswa.
Berapa biaya untuk mengajukan aplikasi melalui Common App?
Common App sendiri gratis. Biaya aplikasi dibebankan oleh universitas tertentu dan biasanya berkisar $50-$90 per sekolah (misalnya, Harvard: $85, Stanford: $90, NYU: $80). Jika situasi keuangan keluarga Anda sulit, Anda dapat mengajukan keringanan biaya aplikasi baik melalui Common App maupun langsung dari universitas. Beberapa sekolah sama sekali tidak membebankan biaya kepada pelamar internasional. Lebih lanjut tentang pendanaan dapat ditemukan di panduan beasiswa kami.
Kapan waktu terbaik untuk mulai mengisi Common App?
Common App membuka siklus baru pada 1 Agustus. Buat akun segera dan mulailah mengisi bagian Profil, Keluarga, dan Pendidikan, yang sebagian besar bersifat “faktual”. Pekerjaan pada esai pribadi (Personal Essay) sebaiknya dimulai pada musim panas, 2-3 bulan sebelum tenggat waktu pertama yang direncanakan. Esai suplemen ditulis setelah menambahkan universitas ke daftar. Beri diri Anda waktu minimal 2-3 minggu sebelum tenggat waktu untuk perbaikan akhir.
Apakah Common App akan menggantikan Coalition Application?
Tidak, kedua platform ini ada secara paralel. Common App jauh lebih populer (1.000+ universitas vs. 150+ di Coalition). Beberapa universitas menerima kedua platform, dan beberapa (misalnya, University of Washington) hanya menggunakan Coalition. Dalam praktiknya, bagi pelamar Indonesia, Common App akan cukup dalam sebagian besar kasus. Periksa persyaratan universitas tertentu dalam daftar Anda; jika ada yang membutuhkan Coalition, buat akun terpisah di sana.

Baca juga

Jika panduan ini bermanfaat bagi Anda, berikut adalah artikel lain yang akan membantu Anda dalam proses aplikasi kuliah di AS:

Common Appaplikasi kuliah ASpanduan Common Appesai pribadiaktivitas ekstrakurikulerkuliah di Amerikabeasiswa AScara daftar kuliah di AStes SATtes TOEFLsurat rekomendasitenggat waktu aplikasiuniversitas ASpersiapan kuliah AS

Oceń artykuł:

4.9 /5

Średnia 4.9/5 na podstawie 132 opinii.

Kembali ke blog

Jadwalkan konsultasi gratis

Kontak